Terjerat Cinta Sang Penguasa

Terjerat Cinta Sang Penguasa
Berusaha Menjaga Dengan Baik


__ADS_3

Iring-iringan mobil mewah yang di tumpangi oleh Ardi dan Naya pun sudah meninggalkan taman tersebut, sedangkan di tempat yang berbeda Farhan baru saja tiba di apartemennya. Dengan wajah yang bersedih Farhan pun menjatuhkan tubuhnya di atas sofa yang berada di ruang tamu


"Aku berjanji akan melakukan apapun yang kamu inginkan untuk menebus kesalahan yang pernah aku lakukan terhadap kamu Nay, aku juga akan selalu berdoa semoga kamu menemukan kebahagiaan kamu bersama laki-laki itu Nay." gumam Farhan lirih


Air mata pun mengalir dengan sendirinya dari pelupuk mata Farhan, saat itu Farhan hanya bisa pasrah dan menyadari bahwa dia sudah benar-benar kehilangan Naya untuk selamanya


FLASH BACK


Saat dalam perjalanan Laura sudah mengirimkan kabar bahwa dia akan kembali ke kediaman mereka bersama Farhan, dia juga mengabarkan tentang tujuan laki-laki tersebut datang ke kediaman mereka


Sudah pasti kehadiran Farhan di tempat itu di sambut dengan hangat oleh semua orang terutama oleh papa Tomi, papa Tomi benar-benar merasa bahagia dengan keputusan yang di ambil oleh Farhan. Tetapi lain hal dengan Rendi, karena sedari awal Rendi selalu menampilkan sebuah senyuman yang terlihat sedikit sinis


"Jadi kamu serius akan bertanggung jawab dengan anak yang ada di dalam kandungan Laura?" tanya papa Tomi dengan serius


"Ya om"


"Om benar-benar bangga sama kamu Rendi, ga semua laki-laki punya keberanian untuk bertanggung jawab atas kesalahan yang telah dia lakukan." ucap papa Tomi dengan bangga


Farhan hanya membalas dengan senyuman dan berusaha keras menutupi apa yang sedang dia rasakan pada saat itu


"Jadi kapan kamu akan membawa orang tua kamu untuk melamar Laura?" tanya papa Tomi dengan serius


"Secepatnya saya akan membawa kedua orang tua saya om"


Papa Tomi pun tersenyum puas sambil menganggukkan sedikit kepalanya mendengar hal tersebut


"Om rasa semakin cepat kalian menikah itu akan semakin baik, sebelum orang-orang menyadari perubahan pada perut Laura." ucap papa Tomi


Farhan hanya bisa menjawab dengan anggukan kepalanya


"Om berharap pernikahan kalian akan berjalan dengan lancar dan semoga pernikahan kalian bisa langgeng sampai kalian tua nanti," lanjut papa Tomi


Lagi-lagi Farhan hanya bisa menjawab dengan anggukan kepalanya

__ADS_1


"Aku akan tetap berusaha untuk mempertahankan rumah tangga ini bagaimana pun keadaannya, aku akan tetap bertahan sekalipun aku harus merasa tersiksa dan terbelenggu di dalam ikatan itu. Aku cuma berharap suatu saat nanti Naya akan memaafkan semua kesalahan aku dengan sepenuh hati," batin Farhan


Kebahagiaan yang sedang di rasakan oleh Laura dan sang papa pun harus terusik karena Rendi yang sedari awal hanya diam kini mulai membuka suara


"Apa kak Naya sudah tau tentang rencana ini?" tanya Rendi dengan nada suara yang terdengar sinis


Secara serentak Laura dan papa Tomi langsung menatap ke arah Rendi dengan tajam


"Apa maksud kamu Rendi? kenapa kamu harus membahas tentang hal itu sekarang? lebih baik kamu masuk ke dalam kamar kamu, kalau keberadaan kamu di sini cuma untuk mengacaukan pertemuan ini." ucap papa Tomi penuh penekanan


Rendi pun tersenyum penuh arti


"Sepertinya ini saat yang tepat untuk memberikan kalian semua sedikit pelajaran karena telah membuat kak Naya bersedih," batin Rendi


"Papa ngomong apa sih pah? mana mungkin aku ada niat untuk mengacaukan pertemuan baik ini, aku cuma penasaran dengan sikap kak Naya saat dia tau tentang rencana ini." jelas Rendi lalu tersenyum


Papa Tomi pun terlihat mulai mengeraskan rahangnya karena merasa jengkel dengan sikap Rendi saat itu, sedangkan Rendi seolah tidak perduli dengan perasaan sang papa sama sekali


"Apa kak Naya sudah tau tentang rencana ini?" tanya Rendi sambil menatap ke arah Farhan


Secara serentak semua mata yang berada di tempat itu langsung tertuju ke arah Farhan


"Jadi bagaimana tanggapan Naya?" tanya mama Airin lirih


Saat itu jauh di dalam lubuk hati mama Airin masih memikirkan tentang perasaan Naya, bagaimana pun juga mama Airin mempunyai ikatan batin terhadap Naya karena dia telah mengurus Naya sedari Naya masih sangat kecil


"Naya bilang semakin cepat semakin baik tante," jawab Farhan lirih


Papa Tomi dan Laura tersenyum puas mendengar hal tersebut, sedangkan mama Airin hanya bisa menundukkan kepalanya membayangkan sakitnya hati Naya. Tetapi tiba-tiba saja Rendi tertawa dengan lepas dan membuat semua mata langsung tertuju ke arah Rendi


"Kenapa kamu ketawa Ren?" tanya papa Tomi dengan serius


"Wajar sih kak Naya bisa bilang seperti itu, untuk apa juga kak Naya terpaku dengan seseorang yang sudah jelas-jelas menyakiti hati dia? sedangkan saat ini ada seorang laki-laki yang sangat hebat sedang mengejar kak Naya dengan sepenuh hati," jawab Rendi dengan yakin

__ADS_1


Saat itu Laura langsung menampilkan sebuah senyuman yang terlihat sedikit meremehkan


"Laki-laki yang sangat hebat dia bilang? aku penasaran sehebat apa laki-laki yang saat ini sedang mengejar Naya? apa dia bisa menandingi Farhan yang anak bontot seorang pengusaha cukup ternama?" batin Laura


"Jadi maksud kamu saat ini Naya sudah menjalin hubungan dengan seseorang?" tanya papa Tomi dengan serius


"Lebih tepatnya laki-laki hebat itu yang tergila-gila sama kak Naya pah"


Harga diri Laura pun menjadi sedikit terluka karena Rendi terus membanggakan laki-laki tersebut


"Apa kamu sudah tau dengan baik tentang laki-laki itu? kenapa kamu selalu bilang kalau dia laki-laki hebat?" tanya Laura dengan senyuman yang terlihat sedikit sinis


"Kalian semua pasti kaget kalau aku sebut nama laki-laki hebat itu," jawab Rendi dengan serius


"Siapa nama laki-laki itu sampai kamu bisa bersikap seperti ini?" tanya Laura dengan serius


Saat itu hati Farhan sudah di buat tak menentu dari awal percakapan mereka


"Ardiansyah Herlambang," jawab Rendi lalu tersenyum penuh arti


Mama Airin yang seorang ibu rumah tangga mungkin tidak mengenal nama tersebut, tapi hal tersebut tidak berlaku untuk yang lainnya. Mereka semua tampak terkejut dan seperti tidak bisa mempercayai hal tersebut


FLASH OFF


Iring-iringan mobil mewah tersebut telah tiba di tempat Nico sedang menanti kehadiran seorang Ardiansyah Herlambang, di mana lagi kalau bukan di sebuah club milik Nico. Naya pun langsung memasang wajah bingung dan tertekan saat menyadari dia berada di mana pada saat itu


"Ada apa?"


"Apa teman anda berada di sini?"


Ardi pun menganggukkan sedikit kepalanya


"Tempat ini..."

__ADS_1


"Mulai detik ini kamu tidak perlu merasa takut dengan apapun, karena saya akan selalu berusaha untuk menjaga kamu dengan baik." ucap Ardi dengan serius


__ADS_2