
Saat sudah mulai mulai memasuki kota besar Naya pun mulai terlihat sedikit gelisah karena menyadari sesuatu, sudah pasti Ardi bisa langsung menyadari hal tersebut
"Ada apa?" tanya Ardi sambil menatap ke arah Naya
"Kamu mau antar saya ke mana? Sepertinya ini bukan jalan menunju ke apartemen yang saya tempati," jawab Naya
"Apa saya belum bilang sama kamu?"
"Tentang apa?" tanya Naya
"Saya akan membawa kamu ke rumah saya, mulai sekarang kamu akan tinggal di sana karena saya ga kecolongan seperti ini lagi." jelas Ardi
Sontak saja Naya pun langsung memasang wajah serius
"Berhenti sekarang juga!!" ucap Naya dengan tegas
"Apa maksud kamu?"
"Saya bilang hentikan mobilnya dan saya minta semuanya untuk keluar!! Saya ingin bicara empat mata dengan tuan muda kalian!!"
"Menepi Van," ucap Ardi
"Baik tuan muda"
Kini hanya ada Ardi bersama dengan Naya di dalam mobil tersebut
"Kamu ga bisa berbuat seperti itu!!" ucap Naya dengan tegas
"Saya hanya tidak ingin kejadian yang sama terulang lagi"
"Bagaimana mungkin kita harus tinggal di bawah satu atap? sedangkan kita belum terikat dalam status pernikahan"
Ardi pun menghembuskan nafasnya dengan kasar
"Kenapa kamu selalu memberikan perlawanan terhadap keputusan saya?!! Hubungan ini terjalin dari dua orang, bukan cuma kamu sendiri yang menjalani hubungan ini. Saya tidak mungkin membuat keputusan seperti ini, kalau kamu tidak melakukan hal seperti kemarin." ucap Ardi dengan serius
Tiba-tiba saja Naya tersenyum getir
__ADS_1
"Apa kamu cuma mau menjadikan saya wanita kamu seperti yang selalu kamu katakan di awal hubungan kita?" tanya Naya lirih
Ardi pun langsung mengeluarkan aura dingin mendengar kata-kata tersebut
"Coba bayangkan kalau kamu berada di posisi saya? Sebaik apapun rumah kamu tapi saya tinggal di tempat itu sebagai wanita kamu, bukan sebagai pendamping kamu." jelas Naya
Ardi pun menghembuskan nafasnya dengan kasar untuk mengurangi gejolak yang sedang dia rasakan pada saat itu
"Tapi kamu harus berjanji satu hal sama saya," ucap Ardi dengan serius
Naya hanya terdiam dan menatap Ardi dengan lekat
"Permasalahan apapun yang hadir di antara kita kamu di larang pergi sesuka hati kamu seperti kemarin, setidaknya kamu harus menunggu saya menyelesaikan semua permasalahan yang ada." ucap Ardi dengan tegas
Entah mengapa hati Naya menjadi tersentuh dengan sikap Ardi yang seperti itu, walaupun saat itu Ardi menunjukkan sikap tegasnya tetapi dia bisa merasakan bahwa Ardi selalu berusaha mengikuti semua keinginannya. Kedua bola mata Naya pun mulai berkaca-kaca
"Kenapa kamu seperti mau menangis? Apa hal itu juga sulit untuk kamu?" tanya Ardi dengan dingin
Naya tidak menjawab apapun dari bibirnya pada saat itu, tetapi yang dia lakukan saat itu adalah memeluk tubuh Ardi dengan sangat erat
"Terima kasih karena kamu sudah mencintai saya dengan sebesar ini, terima kasih karena telah hadir di dalam kehidupan saya." ucap Naya dengan tulus
"Saya harap mulai sekarang kamu mulai mengedepankan saya di bandingkan apapun, karena sekarang kamu sudah menyadari betapa besarnya perasaan saya terhadap kamu." ucap Ardi dengan lembut
Sekali lagi Ardi mengalah dengan keinginan Naya, Naya pun kembali ke apartemen yang sebelumnya. Malam itu semua orang yang kenal dengan Naya berkumpul di tempat itu untuk merayakan ulang tahun Naya
Naya sendiri merasa sedikit terkejut karena pada malam itu Mila hadir di dampingi oleh Nico, hal tersebut karena Nico bersikeras untuk mulai di kenalkan kepada teman-teman Mila. Semua orang berkumpul di ruang tamu sambil menikmati makanan ringan yang telah tersedia
Di tengah percakapan mereka tiba-tiba saja suara bel apartemen tersebut mulai berbunyi, Naya pun membukanya pintu dan ternyata sang kekasih hati yang hadir di tempat itu. Saat itu wajah Laura tampak pucat melihat kehadiran Ardi di tempat itu
"Ternyata kak Naya masih berhubungan dengan laki-laki ini? aku pikir kak Naya berhenti kerja karena ingin mengakhiri hubungan mereka, kalau seperti ini bagaimana dengan nasib anak aku?" batin Laura
Ardi pun menyapa mereka sejenak dan langsung mendudukkan tubuhnya di samping Naya, tak lama kemudian Irvan dan beberapa orang lainnya muncul dengan membawa berbagai makanan yang telah merasa siapkan untuk acara tersebut
Laura bisa melihat bahwa hubungan Naya dan Ardi baik-baik saja, dia pun berpura-pura bahwa saat itu ada seseorang yang menghubungi dirinya dan keluar dari apartemen tersebut. Laura pun mulai menghubungi seseorang
"Halo"
__ADS_1
"Saya sudah berusaha semampu saya, tapi hubungan mereka tetap berjalan dengan baik. Jangan libatkan saya dan anak saya dalam permasalahan kalian," ucap Laura lirih
Ternyata orang yang Laura hubungi saat itu adalah mama Renata
"Berhenti bicara omong kosong," ucap mama Renata dengan tegas
"Apa maksud kamu?!! Saya sudah hampir gila memikirkan tentang ini semua, apa salah saya kalau perempuan itu tidak mau meninggalkan anak kamu?!! Kalau kamu tidak suka dengan dia seharusnya kamu menghukum dia!! Kenapa kamu melibatkan saya dan anak saya?!!" teriak Laura dengan wajah frustasi
"Saya sudah bilang berhenti untuk bicara omong kosong, mulai sekarang berhenti untuk menganggu mereka." jawab mama Renata penuh penekanan
"Maksud kamu?" tanya Laura dengan sedikit bingung
"Biarkan mereka melakukan apapun yang mereka inginkan," jelas mama Renata
"Jadi kamu ga akan menganggu saya dan anak saya?" tanya Laura
"Saya akan melakukan hal itu kalau kamu berani mengganggu salah satu dari mereka," jawab mama Renata penuh penekanan
Mama Renata langsung memutuskan sambungan teleponnya tanpa menunggu jawaban dari Laura terlebih dahulu, tersisa Laura seorang diri dengan perasaan yang semakin bingung dengan keadaan yang ada
"Apa sebenarnya maksud dia?" gumam Laura sambil menggenggam erat ponselnya
"Artinya semua ucapan dia sama kamu sudah tidak berlaku"
Laura pun langsung menatap ke arah suara tersebut berasal, saat itu dia melihat Ardi sudah berdiri tak jauh dari dirinya. Ternyata tak lama Laura keluar dari apartemen tersebut, dia juga berpamitan keluar dari apartemen tersebut dengan alasan ingin menemui Irvan dan yang sebenarnya terjadi dia memang ingin menemui Laura
"Kenapa kamu ada di sini?" tanya Laura dengan perasaan takut
"Saya cuma mau menyampaikan kalau semua permasalahan saya dengan orang tua saya sudah selesai, sekarang tidak ada lagi yang akan mengancam keselamatan anak kamu." jelas Ardi dengan dingin
"Terima kasih," ucap Laura dengan tulus
Ardi pun memberikan senyuman dingin khas dirinya
"Saya mengatakan hal itu bukan untuk kebaikan kamu, tapi agar kamu tidak lagi melakukan hal bodoh dengan mempengaruhi Naya untuk meninggalkan saya." jelas Ardi
Ardi langsung meninggalkan Laura begitu saja dan kembali ke sisi sang kekasih, sedangkan Laura hanya bisa terdiam membeku karena perasaan takut akibat aura yang Ardi keluarkan pada saat itu
__ADS_1
"Astaga!! Kenapa kak Naya bisa berhubungan dengan laki-laki seperti dia? cukup berbicara beberapa kata, aku bisa bisa merasakan kalau orang itu benar-benar menakutkan." batin Laura