
Naya yang sudah memutuskan untuk melanjutkan hidupnya dengan baik memulai itu semua dengan menghubungi tante Airin
"Halo sayang," sapa tante Airin terdengar lirih
"Maaf ya tante aku ga sadar kalau ternyata handphone aku ga aktif dari tadi malam"
"Ga masalah kok sayang, kamu ada di mana sayang?"
"Aku lagi menginap di rumah teman aku tante"
"Oh..."
Tante Airin tampak tak enak hati untuk membuka percakapan lebih dulu, Naya pun menghembuskan nafasnya dengan kasar
"Nanti kita bicarakan semuanya di rumah aja ya tante, Naya mau siap-siap dulu habis itu Naya akan langsung ke rumah tante"
"Kamu serius sayang?"
"Ya tante," jawab Naya dengan yakin
Sudah pasti tante Airin merasa bahagia mendengar hal tersebut, selain dia ingin membahas tentang masalah Laura dia juga merasa khawatir dengan keadaan Naya saat itu
Naya pun memutuskan untuk mematikan kembali ponselnya dan segera bangkit dari duduknya untuk membersihkan diri, tapi tiba-tiba saja suara bel di apartemen tersebut berbunyi. Naya pun membuka pintu apartemen tersebut
"Maaf, tapi pemilik apartemen ini sedang tidak ada di tempat." jelas Naya
"Bukan nona Naya, kami di minta tuan muda untuk mengantarkan barang-barang keperluan nona Naya ke tempat ini." jelas orang tersebut dengan sopan
Naya pun terpaksa menerima barang-barang yang antar oleh orang tersebut, ternyata barang-barang tersebut berisikan semua keperluan sehari-hari para wanita
__ADS_1
"Apa yang begini yang dia bilang dia ga pintar memanjakan wanita?" gumam Naya
Tak ingin banyak berpikir Naya pun segera membersihkan diri dan bersiap untuk mendatangi kediaman orang tua Laura, saat Naya keluar dari dalam apartemen tersebut secara bersamaan apartemen yang berada tepat di depan sedang membuka pintunya
Naya hanya melihat sekilas ada seorang laki-laki muda yang sangat tampan sedang membukakan pintu untuk seorang gadis yang sangat cantik, laki-laki tersebut menatap ke arah Naya dengan tatapan mata yang terlihat sedikit aneh. Naya pun memilih untuk mengabaikan orang tersebut
"Kamu masuk dulu ke dalam," ucap pria tersebut kepada gadis yang berada di depan pintu
"Hei!!" teriak laki-laki tersebut
Naya pun menghentikan langkah kakinya dan menatap ke arah laki-laki tersebut
"Anda memanggil saya?" tanya Naya dengan tegas
"Apa ada orang lain di tempat ini selain kamu?" tanya orang tersebut dengan tegas sambil melangkahkan kakinya mendekat ke arah Naya
"Ada masalah apa tuan?" tanya Naya dengan sopan
Ternyata orang tersebut adalah Nico sahabat seorang Ardiansyah Herlambang, saat itu Nico merasa terkejut karena melihat ada seorang gadis yang keluar dari dalam apartemen Ardi. Nico tau dengan pasti bahwa apartemen Ardi adalah tempat yang sangat bersih dari seorang wanita, bahkan untuk bagian bebersih pun di lakukan oleh para pria
"Apa masalahnya dengan anda kalau saya keluar dari dalam sana? sedangkan pemiliknya aja ga merasa keberatan saya berada di sana," jawab Naya dengan tegas
Nico pun mulai memperhatikan wajah Naya dengan seksama
"Gila!! ini si kijang baru ya?!! apa ini artinya Ardi sudah kalah telak?" batin Nico
Tiba-tiba saja Nico pun tertawa dengan lepas dan membuat Naya memasang wajah tidak suka dengan sikap Nico pada saat itu
"Apa anda menganggap saya seperti badut yang sedang menghibur anda?!!" tanya Naya penuh penekanan
__ADS_1
"Sorry.. Sorry.. Saya minta maaf sama kamu karena telah mengganggu waktu kamu, silahkan melanjutkan apa yang ingin kamu lakukan." ucap Nico sambil menahan tawanya
"Dasar orang aneh," ucap Naya dengan sinis
Naya pun melanjutkan langkah kakinya meninggalkan Nico begitu saja, sedangkan Nico hanya memandang punggung Naya sambil tersenyum penuh arti
"Wajar sih kalau gunung es sekalipun bisa di buat meleleh oleh perempuan ini, perempuan ini benar-benar bisa membuat aliran darah kita para laki-laki menjadi panas. Sayangnya dia milik sahabat gw sendiri, kalau ga gw pasti akan merebut perempuan itu dengan cara apapun." batin Nico
Naya di sambut pelukan hangat dari tante Airin saat dia tiba di rumah tersebut, tante Airin pun mulai melepaskan pelukannya dan menatap Naya dengan wajah bersedih
"Apa keadaan kamu baik-baik aja sayang?" tanya tante Airin lirih
Naya hanya membalas dengan senyuman tipis sambil menganggukkan sedikit kepalanya, di tempat yang berbeda seorang pria muda yang sangat tampan baru saja keluar dari dalam pesawat setelah menempuh perjalanan yang cukup lama
"Akhirnya sekarang aku bisa berkumpul lagi dengan semua keluarga aku, orang yang paling ingin aku temui saat ini adalah kak Naya. Aku penasaran secantik apa kakak aku yang satu itu?" batin Rendi
Rendi adalah adik kandung dari Laura, selama ini dia melanjutkan pendidikannya di luar negeri. Rendi sendiri memutuskan hal tersebut agar suatu saat nanti dia bisa menjadi orang yang berguna dan bisa menjaga Naya dengan baik
Rendi kecil adalah anak yang tidak terlalu pintar, dia juga terbilang sebagai seorang anak yang cukup nakal. Kedua orang tua Rendi sering kali mendapatkan panggilan dari pihak sekolah dengan berbagai alasan yang di timbulkan oleh Rendi
Rendi benar-benar sosok yang berbeda jauh dengan sosok Laura, Laura tumbuh menjadi sosok anak yang penurut dan selalu membanggakan bagi kedua orang tuanya. Tak jarang sang papa akhirnya membanding-bandingkan mereka berdua
Tetapi di mata seorang Naya Putri Widyaningsih Rendi adalah sosok adik kecil yang paling dia sayangi, di saat Rendi melakukan kesalahan dan membuat marah semua orang Naya tak pernah sekalipun memarahi anak tersebut. Naya selalu mendekati Rendi dan menasehati anak tersebut dengan caranya yang bisa di terima oleh Rendi
Semakin lama Laura merasa dirinya jauh lebih baik jika di bandingkan oleh Rendi, tak jarang dia mengejek anak tersebut dan memarahi anak tersebut untuk segala hal. Tetapi Naya selalu menunjukkan kasih sayang yang tulus sebagai seorang kakak kepada Rendi
Lambat laun Rendi pun menjadi lebih sayang terhadap Naya di bandingkan Laura yang merupakan kakak kandungnya sendiri, sampai Rendi membuat keputusan besar di dalam hidupnya semata-mata hanya untuk menjaga Naya dengan baik di kemudian hari
Setelah lulus menempuh pendidikan Rendi memutuskan untuk tidak langsung kembali ke kota asalnya, dia pun mencari pekerjaan yang sesuai dengan pendidikan yang tempuh demi mendapatkan pengalaman kerja. Saat itu Rendi sengaja menutupi kepulangan dirinya ke kota asal dari semua orang
__ADS_1
Rendi sendiri tidak mengetahui apapun yang telah terjadi selama ini, dia bahkan tidak mengetahui bahwa Naya sudah tinggal bersama kedua orang tuanya