Terjerat Cinta Sang Penguasa

Terjerat Cinta Sang Penguasa
Ada Saya Di Samping Kamu


__ADS_3

Naya pun mencoba meyakinkan hatinya untuk terlepas dari rasa takut yang menyelimuti hatinya, Naya pun mulai menatap ke arah Ardi yang masih setia menunggu kesiapan hati Naya


"Ayo turun," ucap Naya


Ardi pun tersenyum puas di dalam hatinya


"Kamu memang perempuan yang hebat," batin Ardi


Ardi dan Naya pun mulai turun dari mobil tersebut, sudah pasti hanya Irvan yang mengikuti langkah kaki mereka masuk ke dalam club tersebut. Tapi saat pintu di tempat tersebut di buka tiba-tiba saja perasaan takut menghampiri hati Naya sekali lagi, tanpa sadar Naya langsung memegang ujung pakaian Adri. Dengan cepat Ardi langsung menggenggam tangan Naya dengan erat


"Ga perlu takut ada saya di samping kamu," ucap Ardi sambil menatap ke arah Naya


Perasaan takut yang menghampiri Naya pun langsung menghilang entah kemana, dia pun menganggukkan kepalanya sambil tersenyum tipis. Ardi mulai melangkahkan kakinya masuk ke dalam tempat itu dengan terus menggenggam tangan Naya


"Apa ini sebuah pertanda kalau aku harus berani untuk melangkah maju ke depan?" batin Naya sambil menatap tangannya yang berada di dalam genggaman seorang Ardiansyah Herlambang


Nico yang sedang asik menikmati suasana di tempat itu tidak menyadari saat Ardi masuk ke dalam tempat tersebut, hingga Ardi berada tepat di hadapan Nico dengan terus menggenggam tangan Naya


Secara kebetulan saat itu Nico sedang meminum minuman yang berada di dalam gelasnya, dia pun sampai terdesak karena pemandangan langka yang ada di hadapannya saat itu. Sedangkan Naya langsung menatap ke arah Nico dengan seksama


"Ini kan si orang aneh yang waktu itu, astaga!! masa orang seperti Ardiansyah Herlambang berteman dengan orang aneh seperti dia, aku juga yakin kalau dia ini mata keranjang. Aku masih ingat waktu itu di depan apartemen dia ada perempuan yang datang," batin Naya


"Halo kakak ipar," ucap Nico sambil tersenyum canggung


Naya hanya memberikan senyuman tipis di bibirnya, sedangkan Ardi mengabaikan hal tersebut dan langsung mengarahkan Naya untuk duduk di sebelahnya dan sedikit menjaga jarak dengan Nico


"Kalau kamu memang merasa kurang nyaman berada di tempat ini, jangan sungkan untuk bilang tentang hal itu. Kita cuma perlu datang menemui orang ini dan ga perlu berlama-lama berada di tempat ini," jelas Ardi


Naya pun hanya bisa menganggukkan kepalanya


"Kamu mau minum apa?" tanya Ardi


Naya pun langsung teringat minuman yang dia pesan pada malam itu


"Apa di tempat ini ada soft drink? saya ga mau minum minuman yang mengandung alkohol," jawab Naya


Ardi pun langsung memerintahkan Irvan untuk memesan minuman untuk Naya


"Jadi orang ini yang anda bilang satu-satunya teman anda?" bisik Naya


Ardi pun menganggukkan kepalanya

__ADS_1


"Kenapa anda mau berteman dengan dia?"


"Apa ada masalah?"


"Dia itu orangnya sedikit aneh"


"Apa sebelumnya kalian pernah bertemu?" tanya Ardi dengan serius


Naya menganggukkan kepalanya dengan yakin, sedangkan Ardi menatap ke arah Naya dengan seksama seolah menunggu penjelasan lebih jauh dari Naya


"Saya sempat bertemu dia saat saya keluar dari apartemen anda hari itu, dia tinggal di depan apartemen anda kan?"


"Astaga!! apa jangan-jangan Nico melakukan hal aneh saat Naya pergi dari sana?!!" batin Ardi


Ardi yang asik dengan pemikirannya sendiri langsung menatap tajam ke arah Nico dengan aura dinginnya yang mematikan, sudah pasti Nico bisa menyadari hal tersebut dengan mudahnya


"Kenapa lu?" tanya Nico sambil mengerutkan keningnya


"Apa lu pernah berbuat macam-macam terhadap Naya?" tanya Ardi dengan dingin


"Ke arah mana yang lu maksud dengan macam-macam?"


"Sakit lu ya?!!" ucap Nico sedikit berteriak dengan wajah tidak terima


Naya sendiri menjadi sedikit terkejut dan bingung dengan jalan pemikiran Ardi pada saat itu, dia pun langsung menarik ujung pakaian Ardi dan membuat Ardi langsung menatap ke arah Naya


"Apa maksud anda dengan dia sudah berbuat macam-macam terhadap saya?" tanya Naya dengan tegas


"Bukannya tadi kamu bilang dia orang aneh?"


Naya pun menganggukkan kepalanya


"Tapi bukan karena dia melakukan hal kotor seperti yang ada di dalam pikiran anda saat ini"


"Jadi maksud kamu?"


"Saat itu dia terlihat seperti marah atau ga percaya saya bisa keluar dari dalam apartemen anda," jelas Naya


"Tapi dia tidak sempat berbuat macam-macam terhadap kamu?" tanya Ardi dengan serius


Naya menjawab dengan menggelengkan kepalanya, Ardi pun bisa bernafas dengan lega setelah mengetahui hal tersebut

__ADS_1


"Dengerin saya baik-baik, kalau suatu saat nanti kamu bertemu dengan dia secara tidak sengaja. Hal pertama yang harus kamu lakukan adalah menghindar sejauh mungkin dari dia," ucap Ardi dengan tegas


"Kenapa? bukannya dia teman anda?" tanya Naya dengan polosnya


"Karena kalau ada perlombaan laki-laki bajingan di dunia ini, dia pasti akan menjadi juaranya." jelas Ardi


Naya pun tertawa geli mendengar hal tersebut


"Kalau begitu kenapa anda mau berteman dengan orang seperti itu?" tanya Naya di sela tawanya


"Saya cuma merasa kasihan, karena tidak ada orang lain yang mau berteman dengan dia"


Lagi-lagi Naya di buat tertawa geli dengan ucapan Ardi saat itu, sedangkan orang yang mereka bahas sedari tadi bisa mendengar semua percakapan mereka dengan jelas. Nico yang awalnya berusaha untuk menahan diri karena ada Naya di tempat itu pun sudah habis kesabaran


"Woi teman laknat!! pendengaran gw masih bisa di gunakan dengan baik dan semakin lama ucapan lu bikin gw naik darah!!" ucap Nico dengan sedikit berteriak


Naya pun langsung merasa tak enak hati mendengar kata-kata Nico


"Sepertinya teman anda tersinggung"


"Abaikan saja, dia cuma orang ga penting yang selalu berusaha untuk mencari perhatian." jawab Ardi dengan santai


Nico hanya bisa mendengus jengkel melihat kelakuan sang sahabat, tapi jauh di dalam lubuk hatinya dia juga merasa bahagia karena kini seorang Ardiansyah Herlambang sudah mulai bisa membuka hati untuk seorang wanita


Dentuman demi dentuman musik di tempat itu benar-benar tidak bisa membuat Naya merasa terhibur sama sekali, semakin lama Naya pun terlihat semakin jenuh berada di tempat itu. Tapi dia juga tak enak hati jika ingin meminta pulang sedangkan saat itu belum jam dua belas malam


"Apa kamu merasa bosan?"


"Maaf ya," jawab Naya sambil tersenyum canggung


"Mau pulang sekarang?"


Naya pun hanya bisa terdiam karena merasa bingung


"Bagaimana?" tanya Ardi


"Tapi bagaimana dengan teman anda?" tanya Naya


"Dia akan merasa lebih senang kalau saya pergi dari tempat ini," jelas Ardi


Naya hanya terdiam dengan perasaan yang semakin bingung

__ADS_1


__ADS_2