
"Kamu suka?" tanya Ardi
Naya tak memberikan jawaban apapun untuk pertanyaan Ardi saat itu, Naya pun mulai berjinjit untuk menyamakan tinggi badan mereka dan mencium bibir Ardi. Pada awalnya Ardi hanya terdiam dengan kedua bola mata yang membulat dengan sempurna
"Terima kasih karena telah sabar untuk menunggu hati aku siap memulai ini semua," batin Naya
Naya mulai mengalungkan tangannya di leher seorang Ardiansyah Herlambang, Ardi pun mulai meletakkan tangan kanannya di belakang tengkuk Naya agar ciuman mereka bisa semakin dalam
Ciuman yang semula lembut semakin lama menjadi semakin panas, kini tak hanya bibir mereka yang saling beradu bahkan lidah mereka sudah mulai terpaut satu sama lain. Mereka seolah sedang menunjukkan isi hati mereka masing-masing
Ciuman tersebut mulai berhenti saat Naya terlihat sudah mulai kehabisan nafas, Ardi pun tersenyum bahagia dan mencium kening Naya dengan lembut
"Terima kasih," ucap Naya dengan tulus
Ardi pun langsung menarik tubuh Naya masuk ke dalam pelukannya dan memeluk tubuh Naya dengan erat
FLASH BACK
Selama ini seorang Ardiansyah Herlambang sering datang ke club milik Nico untuk mengurangi rasa penat yang dia hadapi di dalam hidupnya, tapi pada malam itu Ardi datang untuk sebuah tujuan yang berbeda. Tanpa sadar Ardi terus mencuri pandang ke arah sang sahabat
"Bilang aja," ucap Nico dengan senyuman yang terlihat sedikit sinis
"Bilang apa? dari tadi gw cuma diam"
"Ya, mulut lu memang diam tapi mata lu ga bisa lu kendalikan." jawab Nico dengan sinis
Ardi pun membuang pandangan matanya
"Apa tentang perempuan itu lagi?" tanya Nico
Ardi pun mulai menatap Nico dan menganggukkan sedikit kepalanya
"Ada apa?" tanya Nico
"Gw sudah memikirkan semuanya baik-baik"
__ADS_1
"Terus?"
"Gw mau memiliki hati dia sepenuhnya, gw ga mau cuma berhasil memiliki tubuh dia." jawab Ardi dengan yakin
Nico langsung menghembuskan nafasnya dengan kasar dan eskpresi wajah Nico saat itu terlihat sedang berpikir keras
"Apa menurut lu itu hal yang sulit?" tanya Ardi dengan serius
"Apa lu tau alasan gw yang sebenarnya, kenapa selama ini gw lebih suka bermain dengan perempuan yang kurang baik?"
Ardi hanya menjawab dengan gelengkan kepalanya
"Alasannya cuma satu, karena untuk mendapatkan perempuan yang kurang baik itu ga perlu ribet. Kita tinggal berikan uang yang cukup dan apa yang dia inginkan, dia akan langsung menempel dengan sendirinya." jelas Nico
Ardi pun terlihat menganggukkan sedikit kepalanya dengan wajah serius
"Aku ingat aku pernah kasih Naya black card aku saat pertemuan pertama kami, tapi dia malah terlihat tersinggung dengan hal itu. Bahkan sampai detik ini Naya ga pernah sekalipun menggunakan kartu itu," batin Ardi
Tiba-tiba saja Nico tertawa lepas dan membuat Ardi langsung menatap ke arah Nico dengan tajam
Ardi hanya terdiam dengan wajah datarnya dan setia menunggu Nico sampai puas tertawa
"Menurut gw, kalau lu memang ingin mendapatkan hati perempuan baik-baik. Jangan berikan dia uang atau barang-barang yang mahal, cara seperti itu ga akan berhasil untuk mendapatkan hati perempuan baik-baik." jelas Nico
"Jadi apa yang harus gw berikan ke dia?" tanya Ardi
"Lu harus memberikan dia sesuatu yang berarti di dalam hatinya"
"Menurut lu apa yang berarti di dalam hati Naya?" tanya Ardi dengan serius
Secara spontan Nico pun langsung memasang wajah sinis
"Memang benar kata orang-orang, orang yang terlalu pintar dalam mengumpulkan uang akan menjadi bodoh dalam percintaan." gerutu Nico dalam hatinya
"Gw tanya sama lu, apa yang harus gw berikan untuk Naya?!!" tanya Ardi penuh penekanan
__ADS_1
"Apa lu akan memberikan gw izin selama satu minggu untuk mendekati perempuan itu?" tanya Nico dengan sinis
Saat itu Ardi tidak menjawab apapun dari bibirnya tapi aura dingin langsung memancar dengan jelas
"Dasar orang aneh!! kalau begitu lu harus cari tau sendiri, apa lu pikir gw ini peramal yang bisa membaca pikiran dan hati pacar lu itu?!!" ucap Nico penuh penekanan
Ardi pun teringat akan lembar pertanyaan yang pernah di isi oleh Rendi, dia mulai memberikan satu persatu semua yang ada di dalam sana. Di mulai dari beberapa barang yang sesuai dengan warna kesukaan Naya, lalu membawakan Naya berbagai coklat karena coklat adalah makanan kesukaan Naya. Dan terakhir adalah taman mawar adalah sesuatu yang paling di sukai oleh Naya
FLASH OFF
"Seharusnya saya yang mengucapkan terima kasih sama kamu Naya, terima kasih telah hadir di dalam kehidupan saya dan membuat hidup saya menjadi lebih berwarna." ucap Ardi dengan lembut
Naya yang sudah merasa yakin dengan pilihan hatinya pun membalas pelukan Ardi dengan erat, Ardi pun mulai membawa Naya ke sebuah rumah sederhana yang berada di tengah taman mawar tersebut. Dari dalam rumah tersebut bisa terlihat dengan jelas taman mawar yang berada di luar, Naya masih terpana dengan taman tersebut dan Ardi langsung memeluk tubuh Naya dari belakang
"Apa kamu tau kenapa saya suka taman mawar?"
Ardi menggelengkan kepalanya yang berada di atas bahu Naya
"Karena dulu nenek saya punya taman mawar kecil di belakang rumah kami, ternyata bunga-bunga di sana awalnya di tanam oleh ibu saya. Nenek pernah bilang kalau ibu saya sangat menyukai bunga mawar," jelas Naya
Ardi pun mencium pipi Naya dengan lembut
"Kalau begitu mulai hari ini kita akan menjadikan tempat ini sebagai tempat favorit kita"
Naya pun memutar tubuhnya dan Ardi mulai meletakkan tangannya di belakang tengkuk Naya, secara perlahan Naya pun mulai menutup kedua bola matanya karena dia tau apa yang di inginkan laki-laki tersebut. Ciuman yang semula lembut semakin lama semakin menjadi
Suasana di tempat itu membuat kedua orang tersebut mulai terlena dengan keadaan, secara perlahan Ardi mulai memundurkan tubuh Naya hingga bertemu dengan dinding dengan bibir yang terus beradu. Aliran darah mereka seolah mengalir dengan sangat cepat seiring detak jantung yang semakin berdetak cepat
Ardi mulai melepaskan bibir Naya tapi bukan berarti aksinya telah usai, dia berpindah turun ke leher Naya dan mulai mencium leher Naya dengan lembut. Tanpa sadar tangan Ardi mulai bergerak dengan bebas menyentuh beberapa bagian tubuh Naya
Suara laknat Naya pun mulai terlepas dan membuat seorang Ardiansyah Herlambang langsung mendapatkan kesadarannya, Ardi langsung mengehentikan semua aksinya saat itu juga
"Sebaiknya kita berhenti sampai di sini, sebelum saya tidak bisa mengendalikan diri saya." ucap Ardi dengan nafas yang berat
Naya hanya menganggukkan kepalanya dengan wajah yang sudah merona, Ardi pun mencium kening Naya dengan lembut
__ADS_1
"Saya ingin melakukan hal itu setelah kamu sah menjadi pendamping hidup saya," lanjut Ardi dengan yakin