Terjerat Cinta Sang Penguasa

Terjerat Cinta Sang Penguasa
Semakin Yakin


__ADS_3

Papa Tomi pun mulai menyadari kesalahan yang telah dia lakukan pada saat itu, dia bisa melihat bahwa keluarga Farhan sedikit tidak suka setelah dia telah membanggakan laki-laki lain di hadapan mereka. Sedangkan Rendi mengeluarkan senyuman iblis dan merasa inilah waktu yang tepat


"Memang apa salahnya kalau kak Naya mulai menjalin hubungan dengan laki-laki lain tante?" tanya Rendi dengan senyuman sinis


"Gimana juga Naya itu seorang perempuan, rasanya kurang pantas kalau ada seorang perempuan yang bersikap seperti itu." jelas mamanya Farhan dengan sinis


Suasana di ruangan tersebut pun berubah menjadi berat karena hampir semua anggota keluarga Farhan menunjukkan wajah tidak suka dengan sikap Rendi, sedangkan Farhan sendiri tampak tidak setuju dengan sikap anggota keluarganya


"Rendi!!" panggil papa Tomi penuh penekanan


Rendi pun menatap ke arah sang papa dengan senyuman yang terlihat sinis


"Kalau papa memang ga berniat untuk membela kak Naya ga masalah pah, tapi papa ga bisa melarang aku untuk membela kak Naya." ucap Rendi dengan tegas


Papa Tomi hanya bisa terdiam sambil mengeraskan rahangnya untuk menahan amarahnya, sedangkan Rendi tampak tak perduli sama sekali dan langsung menatap ke arah keluarga Farhan


"Memang kesalahan apa yang sudah kak Naya lakukan? saya akan meminta maaf dengan sepenuh hati, kalau ada satu orang aja di tempat ini yang bisa menyebutkan kesalahan kak Naya." ucap Rendi dengan sedikit sinis


Sudah pasti semua orang yang berada di tempat itu tak bisa memberikan bantahan apapun atas ucapan Rendi saat itu, tetapi Laura merasa tak mungkin berdiam diri dengan sikap Rendi yang seperti itu


"Cukup Ren!! Jangan membuat onar!!" ucap Laura dengan tegas


Rendi pun tersenyum sinis


"Kenapa aku yang di tuduh membuat onar? siapa yang memulai ini semua? aku rasa semua orang yang ada di ruangan ini pasti tau biang masalah yang sebenarnya," ucap Rendi dengan sinis


Papa Tomi pun membuang nafasnya dengan kasar karena merasa frustasi dengan keadaan yang ada


"Sebaiknya kamu pergi aja dari sini Ren," ucap papa Tomi

__ADS_1


Rendi pun mulai bangkit dari duduknya masih dengan senyuman sinis


"Aku akan pergi dari sini sesuai keinginan papa, tapi aku juga harus menyampaikan sesuatu sebelum aku pergi. Kak Naya mulai menjalin hubungan dengan laki-laki itu setelah kejadian di malam itu, jadi semua orang yang ada di tempat ini ga berhak untuk memojokkan kak Naya." ucap Rendi dengan tegas


Seluruh keluarga Farhan langsung terdiam membeku mendengar hal tersebut, sedangkan Farhan yang sudah lebih dulu mengetahui hal tersebut hanya bisa menundukkan kepalanya dengan penyesalan yang mendalam


Rendi pun mulai melangkahkan kakinya menuju ke arah kamarnya, dia masuk ke dalam kamar tersebut hanya untuk mengambil barang-barang miliknya. Rendi kembali ke ruangan tersebut untuk mencium pipi sang mama, dia segera meninggalkan rumah tersebut tanpa berpamitan dengan siapapun


Suasana di ruangan tersebut tetap terasa sedikit canggung walaupun Rendi sudah meninggalkan tempat itu, mama Airin pun berinisiatif untuk membuka suara agar memecah suasana yang ada


"Saya minta maaf atas sikap anak saya ya jeng"


"Ga perlu tante, aku rasa tante ga perlu minta maaf karena semua yang Rendi bilang itu benar adanya. Orang yang pantas untuk di salahkan untuk semua permasalahan yang ada adalah saya dan Laura," ucap Farhan


Farhan sengaja menggunakan penekanan pada saat dia menyebutkan nama Laura sambil menatap Laura dengan tajam, sedangkan Laura hanya bisa terdiam dan memendam amarah di dalam hatinya


Hati Laura benar-benar sudah tertutup untuk melihat kenyataan yang sebenarnya, dia hanya memegang keyakinan bahwa dia tidak melakukan kesalahan apapun dan melemparkan semua kesalahan kepada Naya


Sedangkan di tempat yang berbeda Naya sedang merasa sedikit bingung, pasalnya Ardi hanya menyenderkan tubuhnya dan menutup kedua bola matanya layaknya seseorang yang sedang tertidur. Dan itu semua Ardi lakukan semenjak dia naik ke dalam mobil tersebut


"Apa kamu baik-baik saja?" tanya Naya


Tapi Naya tak mendapatkan jawaban apapun karena Ardi tetap dalam keadaan yang sama, Naya pun akhirnya menyentuh pundak Irvan yang duduk di bangku depan


"Ada apa dengan tuan muda anda?" tanya Naya dengan suara pelan


Tiba-tiba saja Ardi langsung menarik tubuh Naya masuk ke dalam pelukannya


"Awalnya saya tidak mau banyak bicara supaya kamu tidak mencium bau alkohol dari mulut saya, tapi saya juga tidak bisa menahan diri saat kamu berbicara dengan laki-laki lain di hadapan saya." ucap Ardi

__ADS_1


"Berapa banyak yang kamu minum? kenapa bau alkohol dari mulut kamu bisa sekuat ini?"


Ardi hanya tersenyum tipis lalu membuat kepala Naya bersandar di dada bidangnya


"Sekarang aku semakin yakin kalau laki-laki ini sudah berhasil masuk ke dalam hati aku," batin Naya


"Seharusnya kamu ga perlu berpura-pura menjadi orang baik saat di hadapan saya, kamu bisa menunjukkan diri kamu apa adanya." ucap Naya dengan suara pelan tapi tetap terdengar


"Kamu ga akan merasa keberatan kalau mulut saya mengeluarkan bau alkohol?"


Naya menganggukkan kepalanya di dalam pelukan hangat seorang Ardiansyah Herlambang


"Setidaknya itu lebih baik, dari pada berusaha untuk menjadi orang yang terlihat baik tetapi busuk di dalamnya." batin Naya


Tak berapa lama kemudian mereka pun tiba di sebuah tempat


"Ayo turun, ada yang mau saya tunjukkan sama kamu"


Ardi pun membawa Naya turun dari mobil dan langsung menutup kedua bola mata Naya dengan tangannya, Ardi juga membantu langkah kaki Naya terus mengarah ke sebuah tempat. Ardi mulai melepaskan tangannya dari mata Naya setelah mereka di tempat yang di maksud


"Kamu sudah bisa buka mata kamu" ucap Ardi


Secara perlahan Naya mulai membuka kedua bola matanya dan sejauh mata memandang Naya bisa melihat hamparan bunga mawar


"Maaf karena baru sekarang saya bisa memperlihatkan hal ini ke kamu, proses untuk penyempurnaan tempat ini memakan sedikit waktu." jelas Ardi


Naya pun langsung menatap ke arah Ardi dengan tatapan mata yang berbinar-binar


"Dari semua lembar jawaban yang di isi oleh Rendi waktu ini, ini adalah hal terakhir yang belum kamu berikan ke aku. Sekarang bagaimana aku bisa menahan hati aku untuk tidak mencintai kamu wahai raja neraka," batin Naya sambil tersenyum bahagia

__ADS_1


__ADS_2