
Naya menarik tangan Ardi untuk masuk ke dalam apartemen tersebut dan dengan cepat menyambar bibir seorang Ardiansyah Herlambang, Ardi pun mulai meletakkan jemari salah satu tangannya di tengkuk Naya agar ciuman mereka bisa semakin dalam
Ciuman tersebut terus terjadi hingga entah bagaimana caranya tubuh Naya sudah berbaring di atas sofa ruang tamu, Ardi pun mulai melepaskan ciuman tersebut dan mengakhiri hal tersebut dengan ciuman lembut di kening Naya
"Apa kamu benar-benar kangen sama saya?" tanya Ardi lalu tersenyum tipis
Naya menganggukkan sedikit kepalanya dan langsung mengaitkan tangannya ke leher Ardi lalu mulai menyambar bibir Ardi sekali lagi, sudah pasti Ardi membalas ciuman tersebut dan Naya mulai menutup kedua bola matanya hingga dia tidak mengetahui bahwa saat itu Ardi sedang menampilkan wajah dingin khas dirinya
"Apa yang sebenarnya ada di dalam pikiran kamu Naya? Kamu memang sedang mencium aku, tapi kamu mungkin ga sadar kalau saat ini tangan kamu bergetar hebat. Maaf karena aku ga akan mengabulkan apapun yang ada di dalam pikiran kamu saat ini," batin Ardi
Lagi-lagi Ardi mengakhiri ciuman tersebut dengan kecupan di kening Naya lalu mendudukkan tubuhnya dengan sempurna, Naya pun ikut mendudukkan tubuhnya dengan sempurna dengan wajah yang terlebih sedikit kecewa
"Saya tau kamu kangen sama saya, tapi kita harus berhenti karena saya punya sesuatu untuk kamu." ucap Ardi dengan nafas yang masih sedikit memburu
Naya hanya terdiam karena saat itu dia sedang merasa sedikit kecewa, Naya sudah bertekad akan meninggalkan Ardi untuk selamanya demi kebaikan semua orang. Naya pun berniat menghabiskan malam bersama Ardi untuk terakhir kalinya
"Sebaiknya sekarang kamu siap-siap"
"Kita mau pergi kemana?" tanya Naya
Ardi hanya melepaskan senyuman tipis dan langsung menarik tangan Naya agar bangkit dari duduknya
"Pakai baju yang agak tebal ya, saya ga mau kamu jadi sakit karena di sana anginnya akan sedikit kencang"
Naya pun mengikuti keinginan Ardi dan segera berganti pakaian, mereka pun mulai meninggalkan apartemen tersebut dengan suasana yang sedikit aneh. Di satu sisi Ardi terus memikirkan yang ada di dalam benak Naya saat itu, sedangkan Naya benar-benar merasa seluruh pikirannya saat itu bagaikan kosong
"Ayo"
Naya mencoba memperhatikan sekeliling dan dari kejauhan terlihat hamparan laut yang membentang
"Jangan bilang kamu mau mengajak saya mancing ikan di tengah malam," ucap Naya dengan wajah malasnya
Ardi hanya tersenyum penuh arti
"Ya, saya memang ingin memancing sesuatu tapi yang ingin saya pancing adalah kejujuran dari kamu." batin Ardi
__ADS_1
Ardi mulai mengulurkan tangannya, Naya pun menyambut uluran tangan Ardi dan ikut turun dari mobil tersebut. Ardi mulai melangkahkan kakinya sambil terus menggenggam tangan Naya ke arah sebuah kapal pesiar pribadi yang bersandar di tempat itu
"Kita mau naik kapan ini?" tanya Naya
Ardi menganggukkan sedikit kepalanya dan mereka pun mulai naik dan Naya pun mulai menatap ke arah Ardi
"Pengawal kamu ga ikut?" tanya Naya
Saat itu Naya melihat Irvan dan yang lainnya tetap berada di bawah walaupun mereka berdua sudah naik ke atas kapal tersebut, Ardi tersenyum tipis sambil menggelengkan kepalanya
"Malam ini malam yang spesial untuk kamu, jadi kita akan menghabiskan waktu berdua aja." jelas Ardi
"Kenapa kamu harus memberikan cinta sebesar ini sama aku? Aku jadi ragu bisa melanjutkan hidup aku dengan baik saat nanti aku benar-benar meninggalkan kamu," batin Naya sambil memaksakan bibirnya untuk tersenyum
Ardi berperan sebagai juri mudi kapal tersebut dan mulai mengarahkan kapal tersebut ke tengah lautan, sedangkan Naya dengan setia berdiri di samping laki-laki tersebut sambil memandang wajah laki-laki tersebut tanpa henti
"Apa ada sesuatu yang tidak bisa anda lakukan di dunia ini tuan muda?" tanya Naya dengan senyuman tipis
Ardi menganggukkan sedikit kepalanya, sontak saja Naya pun memasang wajah penasaran mengetahui hal tersebut
"Boleh saya tau kelemahan anda tuan muda?" tanya Naya antusias
"Satu-satunya yang tidak bisa saya lakukan adalah mendapatkan kepercayaan hati kamu, tapi kamu tenang aja karena saya ga akan pernah melepaskan kamu apapun yang akan terjadi di antara kita. Mungkin kamu tidak sadar saat kamu memilih saya di malam itu, saat itu juga kamu sudah terjerat oleh saya untuk selamanya." batin Ardi
Naya pun mengerucutkan bibirnya karena tak mendapatkan jawaban apapun dari sang kekasih
"Pelit..." ucap Naya dengan nada sinis
Ardi hanya tersenyum tipis mendengar hal tersebut, Ardi mulai mengehentikan laju kapal tersebut setelah tiba di tempat yang dia tentukan sedari awal. Ardi pun mulai menggenggam tangan Naya dan membawa Naya ke haluan kapal tersebut
Seketika itu juga Naya langsung terpesona akan keindahan yang terpampang di depan matanya, malam yang tenang dan bintang yang bertaburan di atas sana membuat pemandangan di malam itu benar-benar menjadi sempurna. Ardi pun mulai memeluk tubuh Naya dari belakang
"Kamu suka pemandangan di sini?" bisik Ardi
"Semua yang ada di sini membuat hati merasa menjadi tenang," jawab Naya sambil menganggukkan sedikit kepalanya
__ADS_1
Tetapi tiba-tiba saja
Duar..
Naya pun sedikit terkejut tetapi tak lama kemudian dia langsung tersenyum, saat itu Naya bisa melihat kembang api yang sangat indah sedang bertaburan di atas sana
"Selamat ulang tahun," bisik Ardi lalu mencium pipi Naya dengan lembut
Naya mulai memutar tubuhnya dan menatap ke arah Ardi dengan kedua bola mata yang mulai berkaca-kaca
"Terima kasih," ucap Naya dengan tulus
Ardi pun mencium kening Naya dengan lembut
"Terima kasih karena telah hadir di dalam hidup aku, terima kasih karena kamu membuat aku bangkit dari keterpurukan aku dengan mudah. Tapi maaf karena aku benar-benar harus pergi meninggalkan kamu," batin Naya dan mulai meneteskan air matanya
Ardi menghapus air mata Naya dengan senyuman yang hangat di bibirnya
"Jangan menjatuhkan air mata kamu di hari bahagia kamu, saya masih punya hadiah untuk kamu." ucap Ardi dengan lembut
Ardi mulai mengeluarkan sebuah kotak dari dalam sakunya dan membuka kotak tersebut, Naya bisa melihat bahwa kotak tersebut berisikan sebuah kalung dengan liontin yang sangat indah dan berkilau
"Boleh saya pakaikan ini sama kamu?" tanya Ardi
Naya menganggukkan kepalanya dan mulai memutar tubuhnya dan Ardi pun memasangkan kalung tersebut di leher putih Naya, Naya terlihat memperhatikan liontin kalung tersebut
"Kamu suka?" tanya Ardi
Naya menganggukkan kepalanya lalu mulai memutar tubuhnya dan menatap Ardi dengan lekat
"Ada apa?"
"Kenapa kamu selalu memberikan saya banyak hal? Kalau begini bagaimana saya bisa membalas ini semua sama kamu?" tanya Naya lirih
Ardi langsung memeluk tubuh Naya dengan erat dan menghadiahkan sebuah ciuman di ujung kepala Naya
__ADS_1
"Saya memang sengaja melakukan itu semua, saya hanya berharap kamu akan memikirkan saya terlebih dahulu sebelum kamu memikirkan orang lain. Saya juga berharap dengan begini kamu tidak akan pernah punya pemikiran untuk meninggalkan saya," jelas Ardi dengan lembut
Naya hanya bisa terdiam dan memaksakan bibirnya untuk tersenyum, hingga detik itu Naya masih tidak menyadari bahwa Ardi sedang memancing dirinya untuk berkata yang sejujurnya