Terjerat Cinta Sang Penguasa

Terjerat Cinta Sang Penguasa
Penjelasan Dari Irvan


__ADS_3

Ardi pun tersenyum tipis dan mulai melepaskan pelukannya lalu menghapus air mata Naya yang sudah mengalir di pipi Naya dengan kedua ibu jarinya


"Kalau kamu sendiri merasa berat untuk meninggalkan saya, untuk apa kamu berbuat sampai sejauh ini?" tanya Ardi dengan lembut


"Maaf, saya cuma ga ingin merasa bahagia di atas penderitaan orang lain." jelas Naya lirih


Ardi pun langsung memasang wajah tidak suka mendengar hal tersebut


"Maaf," ucap Naya


"Tapi apa kamu ga menyadari sesuatu? Kamu bukan cuma mengorbankan kebahagiaan kamu, kamu juga mengorbankan kebahagiaan saya untuk kebahagiaan orang lain." jelas Ardi dengan tegas


Naya pun langsung menundukkan kepalanya karena baru menyadari hal tersebut, pada awalnya dia tidak berpikir sampai sejauh itu


"Maaf ya," ucap Naya lirih


Lagi-lagi hanya kata maaf yang bisa keluar dari bibir Naya pada saat itu, Ardi pun langsung memeluk tubuh Naya sekali lagi dengan sangat erat


"Saya akan melupakan semua kejadian ini, tapi dengan catatan kamu tidak akan melakukan hal seperti ini lagi di kemudian hari." ucap Ardi dengan tegas


Naya hanya bisa menjawab dengan anggukan kepalanya di dalam pelukan hangat seorang Ardiansyah Herlambang


"Tapi saya tetap akan memberikan hukuman kepada kamu karena kamu sudah berani meninggalkan saya," lanjut Ardi


Naya pun mendongakkan kepalanya agar tatapan mata mereka bisa saling bertemu


"Hukuman?"


Ardi tersenyum sambil menganggukkan kepalanya


"Hukuman apa maksud kamu?" tanya Naya


"Mulai sekarang hubungan kita hanya akan berjalan sesuai cara saya, saya tidak bisa memberikan kamu kebebasan seperti dulu lagi. Saya tidak mau kejadian seperti ini terulang lagi, saya ga akan mengizinkan kamu punya pemikiran sedikitpun untuk meninggalkan saya." jelas Ardi dengan tegas


Saat itu Naya hanya bisa tersenyum dengan air mata yang mengalir dengan sendirinya, Ardi pun mencium kening Naya dengan lembut


"Kamu harus sadar kalau saya tidak akan pernah melepaskan kamu untuk selamanya, mungkin kamu tidak menyadari kalau saya sudah menjerat kamu untuk menjadi pendamping saya sedari awal." batin Ardi


Ardi pun langsung meminta Naya untuk bersiap karena mereka akan kembali ke kota besar, saat mereka sudah berada di dalam mobil Ardi langsung menghubungi Rendi agar bisa berbincang dengan Naya. Sudah pasti Rendi di seberang sana sedikit berkicau karena Naya seperti menghilang begitu saja dan membuat dia khawatir, Naya terpaksa berbohong dan mengikuti arahan dari Ardi


Tiba-tiba saja iring iring-iringan mobil mewah tersebut mulai berhenti di sebuah restoran yang cukup ternama, Irvan dan beberapa para pengawal yang lainnya dengan sigap langsung melakukan tugas mereka. Sedangkan Naya langsung menatap ke arah Ardi

__ADS_1


"Kenapa berhenti di sini?" tanya Naya


"Makan malam"


"Kamu belum makan malam?" tanya Naya sambil menatap dengan lekat


Ardi meletakkan tangannya di ujung kepala Naya dengan lembut


"Bukan saya tapi kamu"


Naya hanya bisa terdiam dengan kedua bola mata yang mulai berkaca-kaca


"Bisa-bisanya aku membuat sebuah keputusan untuk meninggalkan laki-laki sebaik dia, aku hanya memikirkan perasaan orang lain tanpa memikirkan perasaan dia sama sekali." batin Naya


Tak selang berapa lama kemudian Irvan sudah kembali dan memberi kabar bahwa daerah sekitar sudah di amankan, mereka pun segera turun dari mobil dan Ardi langsung menggenggam tangan Naya untuk memasuki tempat tersebut


Irvan langsung mengarahkan mereka berdua ke sebuah ruangan VVIP di tempat itu, seperti biasa Irvan akan berada di berdiri tepat di belakang Ardi. Naya pun akhirnya menyadari bahwa wajah tampan seorang Ardiansyah Herlambang terlihat sangat lelah pada saat itu


"Kenapa dia bisa terlihat seperti itu? Apa saja yang sebenarnya sudah dia lakukan?" batin Naya


Tanpa sadar Naya terus memandangi wajah Ardi dengan lekat


"Ada apa?" tanya Ardi


"Saya cuma mau ke toilet sebentar," jawab Naya


"Van"


"Baik tuan muda"


Irvan pun langsung melangkahkan kakinya untuk mendekat ke arah Naya


"Silahkan nona Naya," ucap Irvan dengan sopan


Naya pun segera bangkit dari duduknya dan Irvan mengantarkan Naya menuju ke arah toilet, tapi saat sudah berada di depan toilet Naya langsung menghentikan langkah kakinya dan menatap ke arah Irvan dengan lekat


"Apa ada masalah nona Naya?"


"Saya cuma berbohong saat saya bilang ingin pergi ke toilet," jawab Naya dengan tegas


Saat itu hati Irvan sudah di buat tak menentu karena takut Naya akan melakukan sesuatu yang di luar perkiraan, bagaimana pun juga selama ini Naya sudah banyak melakukan sesuatu yang di luar perkiraan

__ADS_1


"Kalau begitu apa tujuan anda yang sebenarnya nona Naya?"


"Saya hanya ingin tanya sesuatu sama kamu," jawab Naya dengan wajah serius


"Anda ingin bertanya tentang apa nona Naya?"


Naya pun membuang nafasnya dengan kasar


"Sebenarnya apa saja yang sudah di lalui oleh tuan muda kamu belakangan ini?"


"Maksud anda?" tanya Irvan


"Kenapa tuan muda kamu kelihatan lelah seperti itu?" tanya Naya dengan penuh penekanan


Irvan pun tersenyum puas di dalam hatinya karena kini dia merasa yakin bahwa Naya benar-benar tulus terhadap sang tuan muda


"Saya ingin kamu menjelaskan dengan rinci, apa saja yang sudah dia lakukan setelah saya pergi meninggalkan dia?" lanjut Naya


Irvan pun menjelaskan apa saja yang sudah Ardi lakukan selama ini tanpa ada yang terlewati sedikitpun, dia juga menjelaskan bahwa sang tuan muda bekerja dengan keras untuk menyelesaikan semua urusan pekerjaannya setelah mengetahui mama Renata datang menemui Naya


"Jadi maksud kamu dari awal dia sudah tau semuanya?"


Irvan menjawab dengan anggukan kepalanya, Naya pun terlihat mengerutkan keningnya seperti sedang memikirkan sesuatu


"Kalau dari awal dia sudah tau tentang itu semua, kenapa dia cuma diam? kenapa dia memilih untuk bersusah payah seperti saat ini?" batin Naya


Saat itu di dalam benak Naya ada banyak sekali pertanyaan yang sedang dia pikirkan, sedangkan Irvan seolah bisa memahami apa yang ada di dalam benak Naya pada saat itu


"Sebenarnya tuan muda berharap anda menceritakan hal tersebut secara langsung kepada tuan muda, saat pekerjaan tuan muda selesai bertepatan dengan hari ulang tahun anda. Jadi tuan muda memutuskan untuk menemani anda terlebih dahulu, sebelum dia menyelesaikan permasalahan dengan nyonya Renata." jelas Irvan dengan yakin


Tatapan mata Naya saat itu seolah tidak percaya dengan semua penjelasan yang di berikan oleh Irvan


"Sebaiknya kita segera kembali jika urusan nona Naya sudah selesai, saya harus berada di dekat tuan muda karena keadaan beliau sudah kurang baik." ucap Irvan


Mendengar hal tersebut membuat Naya langsung menatap tajam ke arah Irvan


"Apa ada masalah nona Naya?" tanya Irvan


"Lain kali halangi dia saat dia terlalu memaksakan diri untuk melakukan sesuatu," ucap Naya dengan tegas


"Saya mengerti maksud anda nona Naya, saya sudah mencoba meminta tuan muda untuk beristirahat terlebih dahulu. Tapi saat ini di mata tuan muda anda jauh lebih penting dari pada apapun, tuan muda memaksakan diri untuk segera bertemu dengan anda." jelas Irvan

__ADS_1


Naya pun mendengus jengkel dan semakin tajam menatap ke arah Irvan, tanpa banyak bicara Naya segera kembali ke ruangan mereka


__ADS_2