
Naya pun menyadari bahwa saat itu Mila tampak sedikit enggan untuk mengucapkan apa yang ada di dalam benaknya pada saat itu
"Kalau kamu menjawab dengan jujur aku akan memaafkan kamu dengan sepenuh hati," ucap Naya dengan serius
Mila pun menghembuskan nafasnya dengan kasar
"Sebenarnya Laura yang minta aku untuk menyarankan hal itu sama kamu Nay"
"Sesuai dengan dugaan aku, ternyata kamu memang sudah merencanakan semuanya dengan sangat baik ya Ra," batin Naya sambil tersenyum getir
"Maafin aku ya Nay," ucap Mila lirih
"Ga usah terlalu di pikirin ya, aku juga sudah bertekad untuk melepaskan semuanya." ucap Naya
Saat itu Mila hanya terdiam dengan wajah penuh penyesalan
"Aku seharusnya berterima kasih sama kamu, karena kamu akhirnya aku bisa tau yang sebenarnya terjadi di belakang aku. Lebih baik seperti ini, dari pada aku merasa bahagia di bawah angan-angan belaka." lanjut Naya lalu tersenyum tipis
Semenjak itu Mila akan selalu berusaha untuk mendekati Naya karena perasaan simpati sebagai sesama wanita, sedangkan Naya sendiri tak mungkin melimpahkan semua kesalahan kepada gadis tersebut
Saat jam pulang kerja telah usai Mila pun bergegas untuk menghampiri meja kerja Naya, gadis itu hanya tidak ingin Naya mendapatkan gangguan dari Farhan ataupun Laura yang masih berada di tempat itu
"Pulang bareng aku yuk Nay, aku bawa mobil kok jadi aku bisa antar kamu dulu sekalian pulang." ucap Mila
Sontak saja wajah Naya langsung berubah menjadi sedikit bingung, dia hanya takut sang supir yang di kirim oleh Ardi sudah menanti dirinya seperti tadi pagi
"Kamu duluan aja ya, soalnya aku sudah ada janji." jawab Naya berbohong
Mila pun langsung mendekatkan bibirnya ke telinga Naya
"Ga masalah, nanti kita bisa pisah di tengah jalan aja atau di depan gerbang. Aku cuma takut kalau dua orang itu ganggu kamu lagi seperti tadi pagi," bisik Mila
Naya pun akhirnya menyadari bahwa saat itu Farhan masih berada di meja kerjanya dan terus memperhatikan dirinya, sedangkan Laura terus memperhatikan mereka dari kejauhan
"Makasih ya"
Mila memberikan sebuah senyuman yang terlihat tulus, Naya pun mulai merapikan barang-barang bawaannya dan langsung bangkit dari duduknya. Sedangkan Farhan langsung bangkit dari duduknya begitu melihat Naya bangkit
__ADS_1
Di dalam lift tercipta suasana yang dingin karena Laura memilih untuk masuk ke dalam lift yang sama dengan mereka semua, Naya dan Mila berusaha untuk tetap bercengkrama dan mengabaikan keberadaan mereka berdua. Saat pintu lift terbuka mereka semua mulai keluar dari dalam lift, tetapi saat itu Farhan sudah tidak bisa lagi menahan gejolak di dalam dadanya dan memegang salah satu tangan Naya
"Aku akan terima kalau kamu memang ingin mengakhiri semua hubungan yang pernah ada di antara kita, tapi setidaknya kamu harus memberikan penjelasan ke aku tentang orang yang mengantar kamu tadi pagi." ucap Farhan dengan tegas
Naya pun berdecak jengkel sambil menarik tangannya dengan paksa
"Kenapa kamu harus memperumit semua permasalahan yang ada Farhan? semua itu ga ada hubungannya sama kamu, apa kamu lupa kalau aku sudah mengakhiri hubungan kita?"
Tiba-tiba saja Farhan memberikan sebuah senyuman yang terlihat sedikit meremehkan
"Apa sekarang kamu menjadi simpanan seseorang Nay?" tanya Farhan dengan nada suara yang sinis
FLASH BACK
Farhan yang melihat Naya mulai memasuki gedung tersebut berusaha untuk mengejar Naya, tapi dengan cepat sang supir langsung mengehentikan langkah Farhan dengan memegang pundak Farhan dengan erat
"Kalau anda tidak ingin saya permalukan di tempat ini, sebaiknya anda tidak mengejar perempuan itu!!" ucap sang supir penuh penekanan
Dengan wajah tidak terima Farhan berusaha untuk menepis tangan sang supir, tetapi sang supir membekuk tangan Farhan dan menahan tangan Farhan di belakang tubuhnya
"Siapa kamu sebenarnya?!! apa hubungan kamu dengan Naya?!!" tanya Farhan sedikit menaikkan volume suaranya
"Tuan muda siapa?!! saya adalah tunangan Naya!!" ucap Farhan penuh penekanan
Sang supir pun tersenyum dingin
"Yang benar kamu adalah mantan tunangan nona Naya dan saat ini nona Naya adalah kekasih tuan muda saya"
FLASH OFF
Semua orang yang berada di tempat itu memasang wajah terkejut saat mendengar pertanyaan yang keluar dari bibir Farhan dan tiba-tiba saja
Bug...
Sebuah bogem mentah mendarat mulus di wajah Farhan membuat Farhan langsung tersungkur di atas lantai dengan darah segar mengalir di ujung bibirnya
"Dasar laki-laki bajingan!!" teriak Rendi
__ADS_1
Dalam hitungan detik Rendi sudah berada di atas tubuh Farhan dan melancarkan bogem mentahnya tanpa henti
"Rendi!!" teriak Naya
Tapi Rendi sudah tak mau lagi menahan diri, bagi Rendi kata-kata yang di lontarkan oleh Farhan benar-benar sudah keterlaluan. Para penjaga keamanan di gedung tersebut pun langsung berhamburan dan menarik tubuh Rendi secara paksa
"Lepasin saya!! bajingan seperti dia memang harus di berikan pelajaran!!" teriak Rendi
Rendi terus berusaha untuk meronta dan melepaskan diri, dia benar-benar belum merasa puas untuk menghajar Farhan. Rendi pun harus berakhir di ruang keamanan bersama yang lainnya. Farhan sendiri memutuskan untuk berdamai dan tidak memperpanjang masalah tersebut, mereka semua akhirnya bisa meninggalkan ruangan tersebut
"Kenapa sih aku harus punya adik seperti kamu Ren? di mana pun kamu berada kamu selalu membuat aku malu," ucap Laura dengan sinis
Rendi terlihat menggenggam tangan karena merasa tidak terima mendengar hal tersebut, dengan cepat Naya langsung menggenggam tangan Rendi sambil tersenyum hangat
"Kenapa kamu bisa ada di sini Ren?" tanya Naya dengan lembut
"Wah aku sampai lupa tujuan aku datang ke tempat ini!! aku datang ke sini karena aku mau minta tolong sesuatu sama kakak"
"Kamu mau minta tolong apa sama kak Naya?"
"Anterin aku cari baju kak," jawab Rendi bersemangat
"Cari baju untuk apa Ren?"
"Besok aku ada panggilan untuk interview kak"
"Selamat ya," ucap Naya dengan tulus
"Semoga aku bisa di terima kerja di tempat itu ya kak, kalau aku sampai di terima kerja di sana kak Naya harus langsung berhenti kerja dari tempat ini." ucap Rendi dengan serius
"Kenapa jadi kak Naya harus berhenti kerja?" tanya Naya di selingi dengan tawa kecil
"Karena aku ga mau kak Naya ada di dekat orang-orang yang ga jelas," jawab Rendi dengan tegas
Farhan pun langsung melirik tajam ke arah Rendi
"Kenapa? masih mau merasakan tangan aku sekali lagi?"" tanya Rendi dengan sinis
__ADS_1
Farhan pun memilih untuk mempercepat langkah kakinya dan segera meninggalkan tempat itu, sedangkan Naya meninggalkan tempat itu bersama Rendi. Ternyata Ardi sudah memerintahkan sang supir untuk memperhatikan mereka dari kejauhan
"Aku minta maaf sama kamu atas tindakan aku, aku benar-benar ga menyangka tindakan yang aku ambil membuat kamu mendapatkan penilaian buruk dari orang lain." batin Ardi