
Saat Naya keluar dari dalam kamar tersebut sudah ada seorang pelayan wanita yang berada tak jauh dari kamar tersebut, pelayan tersebut memang di tugaskan untuk berjaga di dekat kamar tersebut bila saja Naya membutuhkan sesuatu
"Selamat malam nona Naya"
"Malam, tuan muda kamu ada di mana?" tanya Naya
"Tuan muda berada di ruang kerjanya"
"Bisa tunjukkan di mana ruang kerja tuan muda kamu?"
Dengan sopan pelayan tersebut mengarahkan Naya menuju ke ruang kerja Ardi, saat tiba di sana Naya baru saja akan mengetuk pintu yang ada di hadapannya. Tetapi tiba-tiba saja
Bruk...
Terdengar suara seperti sesuatu yang sedang terjatuh, entah mengapa tiba-tiba saja hati Naya terasa cemas
"Suara apa itu?" tanya Naya kepada sang pelayan
"Saya kurang tau nona Naya"
"Dasar laki-laki bajingan!!" teriakkan Rendi dari dalam ruangan tersebut
Dengan perasaan yang tak menentu Naya langsung membuka pintu tersebut, Naya pun membulatkan kedua bola matanya dengan sempurna karena saat itu dia melihat Rendi sedang berada di atas tubuh Ardi dan bersiap untuk melayangkan tinjunya
"Rendi!!" teriak Naya
Sang pelayan yang berada tepat di samping Naya pun bisa melihat hal tersebut, dia pun segera berlari mencari keberadaan Irvan. Sedangkan Rendi langsung menatap ke arah Naya
"Kak Naya"
Tanpa rasa bersalah sama sekali Rendi langsung bangkit dan menghampiri Naya
"Bagaimana keadaan kamu kak? Apa kamu baik-baik aja kak?" tanya Rendi dengan wajah cemas
Naya masih dengan eskpresi wajah marahnya dan menatap Rendi dengan tajam
"Apa yang tadi mau kamu lakukan Ren? Kenapa kamu mau memukul dia?" tanya Naya penuh penekanan
"Sudah cukup kak, kamu ga perlu lagi membela orang seperti dia. Aku janji aku pasti bisa merawat kamu dengan baik kak, sekarang juga kamu ikut aku pergi dari sini ya kak." ucap Rendi dengan wajah seriusnya
Naya masih terdiam karena belum menyadari apa yang ada di dalam benak Rendi pada saat itu, sedangkan Rendi langsung menggenggam tangan Naya dan hendak membawa Naya meninggalkan rumah mewah tersebut. Sudah pasti Ardi yang melihat hal tersebut tidak mungkin berdiam diri, dengan cepat dia langsung memegang tangan Naya yang satu lagi
"Saya sudah bilang ke kamu kalau saya tidak akan mengizinkan kamu membawa Naya pergi dari sini," ucap Ardi dengan dingin sambil menatap ke arah Rendi
__ADS_1
Naya pun di buat frustasi dengan sikap kedua orang tersebut, dia pun langsung melepaskan senyuman yang terlihat dingin. Sedangkan Irvan dan yang lainnya hanya bisa berjaga tak jauh dari mereka, mereka tak berani mengambil sikap apapun karena sang tuan muda belum memberikan perintah apapun
"Sebaiknya kalian berdua lepasin tangan aku sekarang juga sebelum aku benar-benar marah terhadap kalian berdua!!" teriak Naya penuh amarah
"Tapi kak..." ucap Rendi dengan wajah cemas
Naya pun langsung menatap ke arah Rendi dengan tajam
"Apa kamu mau kak Naya marah sama kamu?"
Dengan berat hati Rendi pun melepaskan tangan Naya, untuk sesaat Ardi merasa berbesar hati karena dia merasa Naya berada di pihaknya. Tetapi tiba-tiba saja Naya mulai menatap ke arah Ardi dengan tajam
"Kenapa kamu masih belum melepaskan tangan saya?" tanya Naya dengan dingin
Dengan terpaksa Ardi pun ikut melepaskan tangan Naya, Naya yang menyadari bahwa mereka bertiga telah menjadi tontonan banyak orang pun tidak bisa lagi berdiam diri
"Apa kita bertiga bisa membahas tentang masalah ini di dalam ruang kerja kamu?" tanya Naya dengan wajah seriusnya sambil menatap ke arah Ardi
Ardi pun menganggukkan kepalanya dan mereka bertiga mulai masuk ke dalam ruangan tersebut, Naya juga menutup pintu ruangan tersebut agar tak ada orang lain yang bisa mendengar percakapan mereka
"Sekarang jelasin apa yang sebenarnya sudah terjadi?!!" tanya Naya penuh penekanan
FLASH BACK
Ardi pun langsung memasang wajah dingin khas dirinya
"Apa maksud kamu?"
Rendi menampilkan sebuah senyuman yang terlihat sedikit sinis
"Laki-laki seperti kamu tidak pantas untuk kak Naya, saya datang ke tempat ini hanya untuk membawa kak Naya pergi"
Rendi pun mulai bangkit dari duduknya dan hendak mencari keberadaan Naya, sudah pasti Ardi tak akan membiarkan hal tersebut sampai terjadi. Dengan cepat Ardi langsung memegang salah satu tangan Rendi
"Saya tidak akan pernah mengizinkan kamu membawa Naya pergi dari rumah ini," ucap Ardi dengan dingin
Entah dari mana datangnya keberanian Rendi pada saat itu dan tiba-tiba saja
Bug...
Sebuah bogem mentah mendarat mulus di wajah Ardi dan membuat Ardi langsung tersungkur di atas lantai, Rendi yang merasa belum puas langsung menimpa tubuh seorang Ardiansyah Herlambang dan mencengkram kerah Ardi
"Apa kamu pikir saya takut sama kamu?!!" teriak Rendi
__ADS_1
Ardi pun menghembuskan nafasnya dengan kasar
"Seandainya kamu bukan adik kesayangan Naya maka saya jamin kamu ga akan pernah melihat matahari terbit di esok hari," batin Ardi
"Kalau kamu marah karena artikel itu saya bisa menjelaskan semuanya, tapi saya tetap tidak akan mengizinkan kamu membawa Naya pergi dari rumah ini karena saat ini Naya sed..."
"Dasar laki-laki bajingan!!" teriak Rendi
Rendi mengangkat kembali tangannya untuk melayangkan sebuah bogem mentah, tetapi tiba-tiba saja pintu ruangan tersebut terbuka
FLASH OFF
"Apa kamu benar-benar ingin membawa kak Naya pergi dari rumah ini Ren?"
Rendi menganggukkan kepalanya tanpa rasa ragu sama sekali
"Kamu ga usah khawatir kak, aku pasti akan menjaga kamu dengan baik." jawab Rendi bersungguh-sungguh
Ardi pun langsung memasang wajah dingin mendengar hal tersebut
"Jadi apa kamu berniat memisahkan anak dalam kandungan kak Naya dengan papanya?"
"Kamu ga usah takut kak, aku yakin aku bisa bertanggung jawab penuh untuk kalian." jawab Rendi tanpa sadar
Rendi pun langsung terdiam karena akhirnya dia menyadari kata-kata terakhir Naya
"Jadi maksud kak Naya saat ini kak Naya sedang..."
Naya pun menganggukkan kepalanya sambil tersenyum tipis
"Akh!! Kok bisa sih kak?!! Laki-laki seperti dia ga pantas untuk kamu!!" ucap Rendi penuh penekanan
"Kenapa kamu bisa bilang seperti itu? Apa karena artikel itu?" tanya Naya lalu tersenyum tipis
Rendi pun menundukkan kepalanya karena merasa telah gagal menjaga Naya dengan baik, Naya pun tersenyum tipis karena merasa bahagia. Naya mulai bangkit dari duduknya dan langsung memeluk tubuh Rendi dengan erat
"Terima kasih karena selama ini perasaan kamu tulus sama kak Naya, tapi sekarang kamu ga perlu cemas lagi karena kak Naya sudah menemukan laki-laki yang bisa menjaga kak Naya dengan baik." ucap Naya dengan lembut
Rendi pun mulai menatap ke arah Naya dengan ekspresi wajah yang sama
"Tapi kak dia sudah punya calon istri.." ucap Rendi lirih
Ardi yang mulai tak tahan melihat Naya memeluk Rendi pun langsung menarik tubuh Naya dan membuat Naya masuk ke dalam pelukannya
__ADS_1
"Sebaiknya kamu lihat konferensi pers yang sudah di lakukan oleh perempuan itu, saya dan perempuan itu tidak memiliki hubungan apapun. Hanya Naya satu-satunya perempuan yang pantas untuk menjadi pendamping hidup saya," ucap Ardi dengan serius