Terjerat Cinta Sang Penguasa

Terjerat Cinta Sang Penguasa
Kenapa Harus Teriak?


__ADS_3

"Jadi ini pilihan kamu?" tanya Mila lirih sambil menundukkan kepalanya


Nico pun mulai melangkahkan kakinya karena tak ingin lagi terlibat lebih jauh dengan Mila


"Aku benar-benar menyesal pernah mengenal orang seperti kamu di dalam hidup aku, aku akan selalu berdoa agar di dalam kehidupan ini kamu ga akan pernah menemukan yang namanya cinta sejati." lanjut Mila lirih


Nico yang sudah hampir keluar dari dalam kamar tersebut langsung terdiam membeku sambil mengeraskan rahangnya, entah mengapa saat itu Nico tidak bisa lagi mengendalikan amarah di dalam hatinya. Dengan langkah yang besar Nico kembali menghampiri Mila


"Sebenarnya apa mau kamu? Apa membuka luka lama saya membuat kamu merasa bahagia?!!" teriak Nico


Dan bodohnya hingga saat itu Mila masih belum menyadari orang yang ada di hadapannya bukanlah sang kekasih hati, bahkan teriakan Nico tidak bisa membuat dia mendapatkan kembali kesadarannya. Mila menggenggam tangan Nico sekali lagi


"Tolong temani aku malam ini dan jangan temui perempuan itu," ucap Mila lirih


Entah apa yang merasuki Nico saat itu, tapi dia tersenyum jahat dan berniat ingin melampiaskan rasa sakit di dalam hatinya di masa lalu kepada Mila


"Apa kamu yakin minta saya untuk tetap di sini?" tanya Nico


Mila menganggukkan kepalanya


"Apa kamu ga akan menyalahkan saya kalau saya melakukan sesuatu yang di luar batas sama kamu?"


Lagi-lagi Mila menjawab dengan anggukan kepalanya, Nico pun langsung mencium bibir Mila dan gadis tersebut dengan senang hati membalas ciuman Nico. Nico mulai menyelipkan jari-jari tangan kirinya ke belakang leher Mila agar ciuman mereka semakin dalam


Mila menjalin hubungan dengan sang kekasih bisa di bilang cukup lama, selama menjalin hubungan mereka tidak pernah melakukan sesuatu yang di luar batas kecuali berciuman. Tetapi saat itu Mila sudah bertekad untuk memberikan segalanya kepada laki-laki yang dia pikir sang kekasih hati


Sedangkan Nico awalnya tidak ada niat sedikitpun untuk melakukan hal tersebut kepada Mila, tapi api amarah yang sedang menguasai hatinya membuat dia menjadi sedikit gelap mata. Nico terus melancarkan serangan demi serangan kepada Mila, sebagai pemain handal bukan hal yang sulit bagi Nico membuat Mila mengeluarkan suara laknatnya


Kecupan demi kecupan terus Nico lakukan dan tangan nakalnya mulai menyentuh bagian-bagian yang membuat Mila semakin menggila, satu persatu pakaian mereka telah terlepas dari tubuh mereka masing-masing. Tangan Nico pun mulai menuju ke arah bawah dan hal tersebut membuat Mila semakin menggila

__ADS_1


"Semua yang aku lakukan saat ini untuk membayar semua hutang kakak kamu di masa lalu, sekaligus sebagai hukuman karena sudah mengingatkan aku kembali tentang hal tersebut. Aku jamin mulai besok kamu ga akan berani mengangkat wajah kamu di hadapan aku," batin Nico sambil tersenyum jahat


Nico adalah seorang pemain yang sangat handal, hingga semua wanita yang pernah menghabiskan malam bersamanya tak akan bisa mengingkari hal tersebut. Akhirnya Nico pun mulai menyadari sesuatu saat dia mulai bermain semakin jauh di bawah sana


"Tunggu!! aku pernah merasakan yang seperti ini, apa jangan-jangan anak ini masih bersih? Tapi kenapa ciuman dia bisa sepintar itu? Dia juga sempat bilang kalau dia sudah memberikan segalanya," batin Nico dengan wajah sedikit panik


Nico langsung menghentikan semua petualangan tangan nakalnya di bawah sana, tiba-tiba saja Mila mulai memegang tangan Nico. Nico pun menghembuskan nafasnya dengan kasar dan segera menarik tangannya dari bawah sana


"Saya tau dan saya akan berhenti sampai di sini," ucap Nico


Tapi saat itu Mila menggelengkan kepalanya dan membuat Nico memperhatikan gadis tersebut dengan seksama, Mila mengaitkan kedua tangannya di leher Nico dan menarik Nico untuk mendekat


"Aku sudah siap untuk memberikan semuanya sama kamu, jadi tolong tinggalin perempuan itu dan jangan pernah lepasin tangan aku untuk selamanya." bisik Mila


Entah mengapa saat itu ada sesuatu yang menggelitik di dalam hati Nico, tanpa sadar Nico sampai tersenyum tipis mendengar kata-kata yang Mila bisikan. Bahkan semua amarah yang sempat menguasai hati Nico pun menghilang begitu saja tanpa tersisa


Mila menganggukkan sedikit kepalanya


"Aku cuma mau minta satu hal dari kamu"


"Hem..."


"Jangan biarkan ada perempuan lain berada di dekat kamu ataupun di dalam hati kamu," bisik Mila


Entah mengapa saat itu senyuman mengembang di bibir Nico


"Ingat baik-baik kalau kamu sudah memilih saya"


Mila menganggukkan kepalanya dan Nico pun tersenyum tipis

__ADS_1


"Saya janji akan mengabulkan semua keinginan kamu, saya harap kamu ga akan melakukan hal yang sama dengan Nilam." batin Nico


Mila mulai mencium bibir Nico tapi tiba-tiba saja Nico membalut seluruh bagian tubuh Mila dengan selimut yang berada di tempat itu dan mencium kening Mila dengan lembut


"Sudah saatnya kamu untuk istirahat," ucap Nico dengan lembut


"Apa kamu benar-benar sudah ga tertarik sama aku? Sampai kamu sudah tidak punya keinginan untuk menyentuh aku?" tanya Mila lirih


Nico Mulai memeluk tubuh Mila


"Saya hanya tidak ingin merusak sesuatu yang spesial di mata saya," jelas Nico dan semakin mengeratkan pelukannya


Pengaruh alkohol membuat Mila bisa mencapai ke alam mimpi dengan begitu cepat, Nico pun tersenyum sambil memandang wajah tenang gadis tersebut


"Setelah perpisahan aku dengan Nilam, kamu menjadi gadis pertama yang membuat saya harus menahan diri agar tidak menyentuh kamu." gumam Nico


Tiba-tiba saja Nico terbayang ciuman yang sempat di lancarkan oleh Mila, tanpa sadar Nico mulai mencium bibir Mila yang terpampang bebas di hadapan matanya. Nico pun segera bangkit sambil berdecak jengkel karena saat itu hadir keinginan untuk menyentuh Mila lebih jauh lagi


Nico pun melarikan diri ke dalam kamar mandi untuk menyelesaikan urusannya, Nico mulai merebahkan tubuhnya di samping Mila dengan menggunakan celana yang benar dan bertelanjang dada. Nico pun mulai memeluk tubuh mungil Mila dengan senyuman yang mengembang


"Dasar anak nakal!! kamu bisa tertidur dengan lelap setelah membuat saya tersiksa, jangan salahkan saya kalau mulai sekarang kamu harus bertanggung jawab terhadap saya." batin Nico lalu mencium kening Mila dengan lembut


Saat pagi menyapa Mila mulai terbangun dengan kepala yang terasa sangat berat, kedua bola mata gadis tersebut langsung membulat dengan sempurna karena merasa terkejut melihat ada sebuah tangan yang sedang memeluk tubuhnya. Mila pun semakin terkejut saat menyadari bahwa saat itu tubuhnya benar-benar dalam keadaan polos tanpa ada sehelai benangpun menutupi tubuhnya


"Akh!!" teriak Mila sambil mendudukkan tubuhnya dengan sempurna


Nico pun langsung mengerutkan keningnya walaupun masih dalam keadaan mata yang tertutup dengan sempurna, dengan cepat dia menangkap tubuh Mila kembali ke dalam pelukannya


"Kenapa harus teriak sih?" tanya Nico lalu mencium ujung kepala Mila dengan lembut

__ADS_1


__ADS_2