
Ternyata kekasih hati Mila adalah pelanggan tetap di club milik Nico, Nico sendiri terkadang merasa salut dengan laki-laki tersebut karena sering kali dia datang dengan membawa pasangan yang baru. Bahkan hampir semua perempuan yang dia bawa ke tempat itu masih terbilang muda dan cantik
"Sepertinya kamu sudah ingat dengan saya," ucap Nico lalu tersenyum tipis
Sudah pasti laki-laki tersebut tidak bisa terima begitu saja, dia pun menampilkan sebuah senyuman yang terlihat sedikit meremehkan
"Apa kamu pikir kamu lebih baik dari saya?" tanya laki-laki tersebut dengan sinis
"Kamu dan saya mungkin cuma beda tipis, tapi setidaknya saya sudah berniat untuk berubah setelah saya mendapatkan Mila. Tapi kamu?"
Laki-laki tersebut terlihat mengeraskan rahangnya karena merasa tidak terima, sedangkan Mila sudah tidak tahan lagi dengan semua itu
"Kalau kalian mau ribut sebaiknya di luar, kalian berdua mengganggu waktu libur aku." ucap Mila penuh penekanan
Mila pun langsung melangkahkan kakinya meninggalkan kedua orang tersebut dan mendudukkan tubuhnya di ruang tamu, tapi laki-laki tersebut belum merasa puas dan berusaha untuk masuk ke dalam apartemen tersebut. Sudah pasti Nico langsung menghalangi hal tersebut
"Kalau kamu masih sayang dengan nyawa kamu sebaiknya kamu pergi dari tempat ini sekarang juga," bisik Nico dengan dingin
Deg...
Entah mengapa laki-laki tersebut langsung membeku karena merasa ketakutan
"Saya peringatkan kamu untuk menjauh dari Mila dan jangan pernah lagi menunjukkan wajah kamu di hadapan dia," lanjut Nico
Laki-laki tersebut sama sekali tidak mempunyai keberanian untuk memberikan perlawanan apapun, sedangkan Nico langsung menutup pintu apartemen tersebut dan mulai melangkahkan kakinya ke arah Mila yang sudah mulai menjatuhkan air matanya. Nico pun mendudukkan tubuhnya tepat di samping Mila
"Apa hak kamu melakukan itu semua? Kamu terlalu jauh mencampuri urusan pribadi saya," ucap Mila sambil menatap tajam ke arah Nico
"Maaf, tapi saya ga rela laki-laki seperti dia mendapatkan perempuan sebaik kamu." jelas Nico dengan lembut
Mila pun semakin hebat menjatuhkan air matanya karena mengingat semua pengorbanan yang telah dia lakukan selama ini, Nico pun mengeraskan rahangnya melihat hal tersebut dan dengan cepat langsung memeluk tubuh Mila dengan erat
__ADS_1
"Saya tau rasanya pasti sakit saat seseorang yang kita cintai sepenuh hati ternyata ga bersikap tulus kepada kita, sekarang saya pinjamkan dada saya untuk tempat kamu menangis." bisik Nico dengan lembut
Tangisan Mila pun pecah di pelukan Nico, dengan setia Nico terus memeluk tubuh Mila sambil menepuk-nepuk pelan punggung Mila. Nico pun mulai melepaskan pelukannya setelah Mila terlihat tenang, dia segera menuju ke arah dapur dan mengambil segelas air putih
"Sudah lebih baik?" tanya Nico sambil menyodorkan gelas yang berada di tangannya
"Maaf ya, saya jadi melibatkan kamu di permasalahkan kami." ucap Mila dengan suara yang terputus-putus tertahan oleh tangisan
"Kamu ngomong apa sih? sudah sewajarnya saya menjaga pacar saya dengan baik," ucap Nico dengan senyuman menggoda
Mila pun tertawa kecil di sela tangisannya dan Nico mendudukkan kembali tubuhnya di samping Mila, Nico terus melemparkan candaan ringan agar Mila semakin tenang. Nico pun mulai menatap ke arah Mila dengan serius setelah Mila benar-benar terlihat tenang
"Boleh saya tanya sesuatu yang sedikit pribadi?" tanya Nico dengan serius
Mila hanya menjawab dengan anggukan kepalanya
"Alasan saya berhenti tadi malam karena saya yakin kalau kamu masih bersih, tapi kenapa kamu sempat bilang kalau kamu sudah memberikan segalanya untuk laki-laki itu?"
"Mungkin yang saya maksud saat itu bukan tentang hal yang seperti itu, tapi saya berusaha menyediakan semua fasilitas untuk laki-laki itu karena saya mencintai dia. Saya cuma ingin dia bisa melangkah maju untuk meraih mimpinya, dengan begitu dia ga perlu menundukkan kepalanya saat berada di tengah-tengah keluarga saya." jelas Mila
Nico pun menatap Mila dengan lekat
"Apa alasan kamu melakukan hal itu?"
Mila terlihat sedikit enggan untuk menjelaskan hal tersebut
"Jangan bilang kalau kamu melakukan hal itu karena belajar dari pengalaman saya dan Nilam," ucap Nico dengan serius
Mila pun mengalihkan pandangan matanya karena merasa tak enak hati dan menganggukkan sedikit kepalanya, sedangkan Nico membelalakkan kedua bola karena merasa sedikit terkejut walaupun dia sudah sempat menduga ke arah sana
"Apa sekarang kamu merasa menyesal telah melakukan itu semua?" tanya Nico dengan serius
__ADS_1
Mila pun terlihat menggelengkan kepalanya
"Setidaknya saya sudah berusaha untuk memberikan semua yang terbaik," ucap Mila lirih
Nico pun tersenyum puas dan langsung memeluk tubuh mungil Mila dengan sangat erat, sedangkan Mila langsung di buat panik dengan perbuatan Nico pada saat itu
"Kamu ngapain sih? lepasin!!" teriak Mila
Bukannya melepaskan tubuh Mila tapi Nico mencium ujung kepala Mila dengan lembut dan membuat gadis tersebut langsung membeku
"Apa salahnya sih kalau saya memeluk pacar saya sendiri? yang salah itu kalau sudah punya pacar tapi masih jalan dengan perempuan lain," ucap Nico dengan santai
"Saya ga merasa kalau saya sudah setuju jadi pacar kamu," bantah Mila dengan tegas
Nico memundurkan sedikit kepalanya agar mereka bisa saling bertatapan mata
"Terserah kamu masih mau menganggap hubungan kita sebagai apa? Tapi yang pasti saya sudah menganggap kamu sebagai pacar saya, karena semalam saya sudah memberikan cap itu sama kamu." ucap Nico tanpa rasa malu sama sekali
Mila pun di buat jengkel setengah mati karena ulah Nico saat itu, tapi semakin Mila berusaha meronta semakin Nico mengeratkan pelukannya. Nico mulai melepaskan tubuh Mila saat gadis tersebut mulai tenang dan tidak memberikan perlawanan lagi, Mila pun mulai menatap ke arah Nico dengan seksama
"Kenapa?"
"Apa kamu melakukan ini semua untuk ketemu kak Nilam? Kalau itu memang alasannya saya..."
Mila tak bisa melanjutkan kata-kata yang akan dia ucapkan pada saat itu karena Nico langsung membungkam mulut gadis tersebut dengan ciuman, Mila hanya bisa membeku dengan kedua bola mata yang membulat dengan sempurna. Nico mengakhiri ciuman tersebut dengan ciuman lembut di kening Mila
"Apa ciuman saya sudah bisa menjawab pertanyaan kamu?" tanya Nico dengan lembut
Mila yang mendapatkan kembali kesadarannya pun langsung melepaskan tatapan membunuhnya
"Bagi saya Nilam hanya sebuah cerita dari masa lalu saya, sekarang saya mau mulai membuat cerita baru saya sama kamu." lanjut Nico lalu di akhiri dengan senyuman
__ADS_1