Terjerat Cinta Sang Penguasa

Terjerat Cinta Sang Penguasa
Potongan Harga


__ADS_3

Tok.. Tok.. Tok..


Ardi segera bangkit dari tempat tidur dan membuka pintu kamar tersebut


"Nyonya besar memanggil anda tuan muda," ucap salah satu pelayan dengan sopan


Ardi hanya membalas dengan sedikit anggukan kepalanya dan langsung keluar dari dalam kamar tersebut untuk menemui sang nenek, saat dia tiba di sana sudah ada beberapa anggota keluarga yang lainnya berkumpul di tempat itu. Sang nenek pun menyampaikan keinginan hatinya kepada Ardi


"Bagaimana menurut kamu Ardi?" tanya sang nenek


Semua mata yang berada di tempat itu hanya tertuju ke arah seorang Ardiansyah Herlambang


"Maaf, tapi aku ga bisa untuk melakukan hal itu nek," jawab Ardi dengan dingin


Mama Renata yang mendengar hal tersebut langsung memasang wajah tidak suka


"Apa kamu berniat untuk menolak permintaan nenek kamu?"


Ardi pun memberikan senyuman dingin khas dirinya


"Ga ada satupun orang di dunia ini yang bisa meminta aku melakukan sesuatu yang tidak aku inginkan selain nenek, tapi untuk yang satu ini aku tetap akan menolak sekalipun nenek yang meminta hal tersebut. Karena yang akan menentukan pendamping hidup aku ya cuma diri aku sendiri," ucap Ardi dengan tegas


"Apa kamu ga sadar kalau saat ini kamu sudah cukup dewasa? bahkan sudah banyak saudara kamu yang lebih muda dari kamu sudah membangun rumah tangga, sampai kapan kamu mau hidup seorang diri?"


Ardi hanya memberikan sebuah senyuman yang penuh arti kepada mama Renata, sedangkan sang nenek ternyata sedari tadi menatap ke arah Ardi dengan lekat


"Apa saat ini kamu sudah punya pilihan hati kamu sendiri nak?" tanya sang nenek dengan lembut


Mama Renata langsung menatap sang ibu dengan wajah serius


"Aku rasa itu sesuatu yang ga mungkin mah, aku sudah mendengar kalau Ardi selama ini ga pernah menjalin hubungan dengan wanita manapun." jelas mama Renata dengan yakin


"Hal itu bisa membuktikan kalau selama ini nenek lebih mengerti tentang aku dari pada ibu kandung aku sendiri," ucap Ardi lalu tersenyum dingin


"Apa maksud kamu Ardi? apa kamu mau bilang kalau selama ini mama tidak pernah memerhatikan kamu?!!" tanya mama Renata sambil mengeraskan rahangnya


Sang nenek yang merasa dituakan di antara mereka pun langsung mengambil sikap


"Sudah cukup, apa kalian berdua akan selalu bersikap seperti ini kalau kalian sedang bertemu?" tanya sang nenek dengan tegas

__ADS_1


"Maafin Nata mah, tapi anak ini benar-benar..."


Mama Renata tak bisa menyelesaikan kata-kata yang akan dia ucapkan pada saat itu karena tiba-tiba saja Ardi mulai bangkit dari duduknya, Ardi pun segera menghampiri sang nenek dan mencium pipi sang nenek. Hal tersebut hanya Ardi lakukan bila dia baru bertemu dengan sang nenek atau akan pergi meninggalkan sang nenek


"Aku harus pulang sekarang nek"


Sang nenek pun hanya bisa pasrah karena dia tau dengan pasti bahwa Ardi memang sosok yang seperti itu, tanpa menunda waktu lagi Ardi pun segera meninggalkan tempat tersebut


Di tempat yang berbeda Naya sedang menemani Rendi berkeliling di sebuah mall yang cukup ternama di kota itu, mereka akhirnya memutuskan untuk masuk ke sebuah outlet brand yang cukup ternama


"Bagaimana dengan yang ini kak?" tanya Rendi


Saat itu Rendi sedang memegang sebuah kemeja berwarna putih dengan garis hitam di tepian kemeja tersebut, Naya pun memperhatikan kemeja tersebut dengan seksama


"Bagus kok"


"Aku coba dulu ya kak"


"Sebentar Ren, kak Naya pilih dasi yang cocok untuk baju itu dulu." ucap Naya dengan cepat


Rendi pun mulai masuk ke ruang ganti setelah mendapatkan dasi dan celana yang cocok untuk kemeja tersebut, Naya memberikan kedua jempolnya saat Rendi keluar dari ruang dengan menggunakan pakaian yang lengkap


Rendi pun memutuskan untuk memilih setelan tersebut dan segera mengganti pakaian yang awalnya, saat mereka sudah di meja kasir sang kasir pun memberikan senyuman ramahnya


"Tapi dia bukan pasangan saya, dia kakak saya." jawab Rendi dengan tegas


Sang kasir pun tersenyum ramah


"Ga masalah pak, asalkan anda bisa menjawab semua pertanyaan di lembar pertanyaan yang akan kami berikan kepada anda. Maka anda berhak mendapatkan potongan harga sebanyak tujuh puluh persen untuk semua produk yang anda beli dari toko kami pak," jelas sang kasir


"Tujuh puluh persen? apa ga salah?" tanya Rendi dengan wajah sedikit bingung


Tentu saja Rendi merasa sedikit bingung karena pakaian dan celana yang akan dia beli pada saat itu adalah koleksi keluaran terbaru, harga satu set pakaian tersebut pun bisa terbilang cukup mahal


"Benar pak, apa anda berminat untuk ikut bergabung dengan event di toko kami?"


Rendi pun menganggukkan kepalanya walaupun saat itu dia masih merasa sedikit bingung, Rendi pun langsung mengerutkan keningnya saat membaca lembar pertanyaan tersebut


* Berapa nilai yang akan berikan pada outlet dan mall kami?

__ADS_1


* Warna apa yang di sukai oleh pasangan anda?


* Makanan apa di sukai oleh pasangan anda?


* Hal apa yang paling di sukai oleh pasangan anda?


* Hal apa yang paling di benci oleh pasangan anda?


Rendi pun langsung menatap ke arah sang kasir dengan tatapan mata penuh rasa curiga


"Apa ada masalah pak?" tanya sang kasir dengan sopan


Naya pun tersenyum tipis saat melihat lembar pertanyaan tersebut


"Jangan bilang kalau kamu ga tau apapun tentang kak Naya ya Ren"


Rendi pun langsung menatap ke arah Naya dengan wajah serius


"Siapa bilang aku ga bisa jawab kak? percuma dong aku bilang mau jadi penjaga kak Naya, kalau hal sepele begini aja ga tau." ucap Rendi dengan tegas


"Ya sudah kalau begitu isi, kan lumayan kamu bisa dapat diskon. Lagi pula kak Naya sudah mulai lapar nih"


Dengan cepat Rendi langsung mengisi semua pertanyaan di lembar pertanyaan tersebut, Naya pun langsung sumringah melihat jawaban yang di tuliskan oleh Rendi saat itu


"Kak Naya ga sangka ternyata kamu benar-benar tau semua tentang kakak"


Sang kasir pun mulai menyiapkan barang-barang milik Rendi, Rendi sendiri merasa sedikit bahagia karena yang harus dia bayar saat itu benar-benar berkurang jauh dari yang seharusnya. Sang kasir memberikan kantong belanjaan Rendi bersama sebuah kartu


"Kartu apa ini mbak?"


"Itu kartu member untuk mall ini pak"


"Maksudnya?" tanya Rendi sambil mengerutkan keningnya


"Mulai saat ini kalau bapak berbelanja apapun di mall ini, bapak berhak mendapatkan potongan harga sebanyak tujuh puluh persen." jelas sang kasir


Tiba-tiba saja Rendi tertawa lepas saat mendengar penjelasan dari sang kasir


"Kalau bercanda jangan berlebihan mbak," ucap Rendi di sela tawanya

__ADS_1


"Tapi saya serius pak, tapi kartu itu hanya berlaku untuk anda dan tidak bisa di gunakan oleh orang lain." jelas sang kasir dengan serius


Rendi pun langsung menghentikan tawanya karena melihat keseriusan dari wajah sang kasir


__ADS_2