Terjerat Cinta Sang Penguasa

Terjerat Cinta Sang Penguasa
Kebohongan Laura


__ADS_3

Semua orang di seberang sana di paksa untuk bekerja keras oleh Ardiansyah Herlambang untuk menyelesaikan permasalahan yang sedang mereka hadapi saat itu, dia hanya ingin secepatnya bisa berada di sisi sang kekasih


Di sela-sela waktu istirahat Ardi akan selalu menyempatkan diri untuk menghubungi Naya, Naya bisa melihat rasa lelah dari wajah Ardi saat mereka melakukan video call. Hal tersebut membuat Naya semakin yakin untuk tak menambah beban pikiran sang kekasih tentang permasalahan mama Renata


Hari demi hari terus berlalu Naya melakukan rutinitasnya seperti biasa, di sisi lain Nico semakin gencar untuk mendekati Mila. Semua tingkah konyol Nico membuat Mila tidak pernah punya waktu untuk memikirkan sang mantan kekasih


Hari ulang tahun Naya pun sudah di depan mata, tepat jam dua belas malam nanti usia Naya akan bertambah satu tahun. Pada hari itu tiba-tiba saja Laura menghampiri meja kerja Naya dengan wajah yang terlihat sedikit aneh


"Apa kamu ada waktu sebentar kak?"


Naya menatap Laura dengan lekat karena berpikir gadis tersebut sedang merencanakan sesuatu


"Apa aku bisa bicara empat mata sama kamu kak?" tanya Laura


"Ada masalah apa Ra?"


Naya merasa sedikit bingung karena eksepsi wajah Laura saat itu tampak seperti orang yang bingung, mereka pun memilih untuk berbincang di atap gedung tersebut agar tak di dengar oleh orang lain


"Kamu mau ngomong apa Ra?" tanya Naya dengan serius


"Aku cuma mau minta maaf sama kamu kak," jawab Laura lirih


Entah mengapa Naya tidak merasakan adanya niat jahat di mata Laura pada saat itu


"Kamu mau minta maaf untuk apa Ra? apa kamu ada masalah sama Farhan?"


Laura menggelengkan kepalanya


"Terus kenapa kamu kelihatan aneh begini?'


"Semalam aku bermimpi sesuatu yang buruk kak," jelas Laura lirih sambil menundukkan kepalanya


"Ya ampun Ra, memang kamu mimpi apa sampai bisa kepikiran seperti ini?

__ADS_1


"Aku mimpi kalau anak di dalam kandungan aku tiba-tiba aja menghilang kak," jelas Laura


Deg...


Ada sesuatu yang mengganjal di dalam hati Naya pada saat itu, Laura pun mulai menatap ke arah Naya dengan mata yang mulai berkaca-kaca


"Waktu bangun aku sampai ketakutan setengah mati kak, setelah aku pikir-pikir mungkin aja itu terguran untuk aku karena aku sudah banyak berbuat salah sama kamu kak. Aku harus minta maaf sama dengan tulus supaya mimpi aku ga jadi kenyataan," ucap Laura lirih


Saat itu Naya hanya bisa terdiam dan langsung teringat tentang ancaman dari mama Renata


"Apa ini pertanda? Apa dia benar-benar tega menghilangkan bayi yang bahkan belum terlahir ke dunia ini?" batin Naya dengan perasaan yang sudah tak menentu


Tiba-tiba saja Laura mulai menggenggam tangan Naya dengan erat dan saat itu Naya melihat Laura sudah mulai menjatuhkan air matanya


"Aku tau selama ini aku sudah banyak melakukan kesalahan sama kamu kak, tapi aku mohon berikan maaf kamu sama aku kak agar anak aku bisa terlahir ke dunia ini dengan selamat"


Naya hanya bisa terdiam dengan perasaan Yang semakin tak menentu


"Kalau kamu memang belum bisa melupakan Farhan aku ikhlas melepaskan Farhan setelah anak ini lahir kak, aku akan mengurus anak ini seorang diri tanpa pernah mengganggu kalian kak." lanjut Laura lirih


Laura hanya menundukkan kepalanya dengan air mata yang semakin hebat


"Kamu tenang aja ya Ra," ucap Naya dengan lembut sambil mengeratkan genggaman tangan mereka


Laura pun mulai mengangkat wajahnya dan menatap Naya


"Kak Naya janji, kak Naya akan melakukan apapun agar anak yang ada di dalam kandungan kamu baik-baik saja." lanjut Naya dengan yakin


Laura pun memeluk tubuh Naya dengan erat dengan air mata yang mengalir dengan hebat, saat itu Naya hanya bisa terdiam dan membalas pelukan Laura tanpa ada perasaan curiga sama sekali. Naya merasa ikut bersalah akan perasaan takut yang di rasakan oleh Laura


"Maafin aku ya kak, aku terpaksa berbohong sama kamu supaya kamu mau meninggalkan laki-laki itu. Aku tau kalau aku sudah banyak melakukan kesalahan sama kamu kak, tapi sebagai seorang ibu aku harus menjaga keselamatan bayi dalam kandungan aku. Aku janji aku akan melakukan apapun untuk membalas kebaikan kamu kak, seandainya kamu mau aku melepaskan Farhan aku akan melakukan hal itu kak." batin Laura sambil menjatuhkan air matanya dengan hebat


FLASH BACK

__ADS_1


Mama Renata menerima laporan bahwa Ardi sedang berada di luar kota karena terjadi masalah yang cukup serius, tapi hubungan mereka tetap berjalan dengan lancar bahkan Naya tetap melanjutkan hari-harinya seperti biasa


Mama Renata yang semakin tak sabar pun mendatangi kota tersebut sekali lagi, tapi sekali ini dia tidak menemui Naya melainkan menemui Laura. Saat itu Laura di hubungi secara langsung dan di minta untuk datang ke sebuah tempat, Laura yang merasa sedikit penasaran setuju untuk datang ke tempat itu


"Maaf, tapi ada perlu apa ibu memanggil saya ke tempat ini?" tanya Laura


"Saya mau kamu meminta perempuan itu untuk meninggalkan anak saya," jawab mama Renata dengan tegas


Secara spontan Laura memasang wajah tidak suka mendengar hal tersebut, dengan adanya hal tersebut sama saja dia membuka jalan agar Farhan kembali mengejar Naya. Mama Renata pun tersenyum dingin


"Apa semua anak muda sekarang tidak mengerti cara untuk bersikap sopan terhadap orang yang lebih tua?"


Laura pun menghembuskan nafasnya dengan kasar


"Saya rasa dari awal saya sudah bersikap sopan terhadap ibu, bukankah ibu sendiri yang memaksa saya untuk bersikap tidak sopan?"


Mama Renata memberikan sebuah senyuman yang terlihat sinis


"Saya meminta kamu untuk datang bukan karena ingin beradu argumentasi dengan kamu, saya sudah menemui perempuan itu dan memberitahu konsekuensi yang harus dia terima kalau dia tidak mengikuti keinginan saya. Dan hal tersebut akan di mulai dari anak yang ada di dalam kandungan kamu itu," ucap mama Renata dengan serius


"Apa maksud anda?" tanya Laura sambil mengeraskan rahangnya


"Kalau kamu ingin anak kamu terlahir ke dunia ini dengan selamat, kamu harus memastikan bahwa perempuan itu bersedia meninggalkan anak saya." jawab mama Renata dengan tegas


"Apa anda mengancam saya?" tanya Laura penuh tegas


Mama Renata tersenyum dingin


"Lebih tepatnya saat ini saya sedang berbaik hati memberitahukan hal ini kepada kamu, karena saya yakin kamu tidak mengetahui hal tersebut. Jadi pikirkan baik-baik langkah yang akan kamu ambil, terlalu mudah bagi saya untuk menghancurkan orang-orang kecil seperti kalian." ucap mama Renata dengan dingin


Entah mengapa saat itu hati Laura di selimuti perasaan takut yang teramat besar, dia bisa melihat keseriusan dari mata mama Renata


FLASH OFF

__ADS_1


Rasa bersalah di dalam hati Laura membuat gadis tersebut mulai merubah sikapnya terhadap Naya, dia benar-benar menjadi sosok adik kecil yang baik seperti dulu kala. Naya pun merasa semakin bersalah jika dia harus mengorbankan anak dalam kandungan Laura demi kebahagiaannya


__ADS_2