
Naya pun terpaksa naik ke dalam mobil mewah tersebut dengan sedikit ancaman dari seorang Ardiansyah Herlambang, selama perjalanan tersebut hanya ada keheningan karena Naya sendiri bingung harus memulai percakapan seperti apa dengan sang supir. Naya pun sudah bisa melihat gedung tempat dia bekerja selama ini
"Tolong hentikan mobilnya pak, saya mau turun di depan aja"
"Tapi non," ucap sang supir dengan wajah tertekan
"Sampaikan ke tuan muda kamu kalau saya yang meminta untuk di turunkan di tempat ini, saya ga mau jadi bahan gunjingan semua orang karena turun dari mobil seperti ini." ucap Naya dengan tegas
Sang supir pun menghentikan mobil tersebut sesuai perintah Naya, tanpa menunda waktu lagi Naya segera turun dari mobil mewah tersebut dan melanjutkan perjalannya dengan berjalan kaki. Tapi siapa yang menyangka kalau Farhan sedari awal sudah mengikuti mobil tersebut, Farhan melajukan mobilnya dengan sedikit cepat saat melewati Naya dan Naya hanya tersenyum tipis melihat hal tersebut
"Kekanak-kanakan!!" gumam Naya
Setelah memarkirkan mobilnya Farhan menunggu kehadiran Naya di depan mobilnya, Naya yang mengetahui hal tersebut memilih untuk mengabaikan keberadaan Farhan. Farhan pun langsung memegang salah satu tangan Naya
"Siapa orang yang tadi menjemput kamu? kenapa kamu ga tunggu aku menjemput kamu?" tanya Farhan penuh penekanan
Naya pun tersenyum sinis sambil menatap tajam ke arah tangan Farhan yang sedang memegang tangannya
"Lepasin tangan aku sekarang juga!! karena sekarang aku sudah ga punya kewajiban untuk menjelaskan apapun ke kamu!!" ucap Naya dengan tegas
Bukannya melepaskan tangan Naya tetapi Farhan semakin erat memegang tangan Naya, tapi tak lama kemudian sang supir yang mengantarkan Naya sudah memegang tangan Farhan dengan kuat
"Lepaskan tangan nona Naya!!" ucap orang tersebut dengan tegas
"Astaga!! kalau begini ceritanya percuma tadi aku jalan dari depan!!" gerutu Naya di dalam hatinya
Farhan pun langsung menatap ke arah sang supir dengan wajah tidak terima
"Apa urusannya sama kamu? ini masalah antara aku dan Naya," ucap Farhan dengan tegas
Sang supir hanya terdiam dengan wajah tegasnya tetapi orang tersebut semakin kuat menggenggam tangan Farhan, Farhan pun langsung melepaskan tangan Naya sambil meringis karena ulah orang tersebut
"Anda baik-baik saja nona Naya?" tanya orang tersebut dengan sopan
__ADS_1
Tak ingin memperpanjang masalah Naya memilih untuk langsung meninggalkan kedua orang tersebut, sedangkan Laura hanya bisa terdiam membeku di depan pintu masuk gedung tersebut. Naya pun langsung memasang wajah malasnya
"Kenapa kalian berdua kompak untuk merusak hari aku?!!" gerutu Naya di dalam hatinya
"Harus dengan cara apa lagi kak?" tanya Laura lirih
Naya yang sudah berhasil melewati Laura pun mengehentikan langkah kakinya dan langsung menatap ke arah Laura
"Apa maksud kamu Ra?"
"Harus dengan cara apa lagi supaya Farhan bisa melepaskan kamu kak? anak dalam kandungan aku membutuhkan ayahnya," ucap Laura lirih
Naya pun menampilkan sebuah senyuman yang terlihat sedikit sinis
"Kenapa dari awal kamu ga memikirkan tentang hal itu sebelum kamu melakukan semua itu?"
Kedua bola mata Laura pun mulai berkaca-kaca
Naya memilih untuk langsung meninggalkan Laura yang masih membeku di tempat yang sama, sedangkan Laura harus menahan air matanya yang hampir terjatuh karena saat itu ada beberapa orang yang akan masuk ke dalam gedung tersebut. Di sisi lain tangan Farhan mulai di lepaskan setelah Naya benar-benar menghilang
Hari itu Naya menyibukkan dirinya dengan pekerjaan agar dia bisa melupakan kedua pengkhianat yang berada di dalam ruangan tersebut, sedangkan di tempat yang berbeda Rendi mulai mempersiapkan diri untuk mencari pekerjaan
"Aku harus bisa mendapatkan pekerjaan, dengan begitu aku bisa meminta kak Naya untuk berhenti bekerja. Kak Naya pasti ga akan nyaman berada di tempat yang sama dengan mereka," gumam Rendi
Rendi mengirimkan beberapa surat lamaran pekerjaan, dengan bekal ijazah yang dia miliki dia memiliki kepercayaan diri yang cukup tinggi untuk mendapatkan pekerjaan
Naya sendiri merasa waktu berjalan dengan sangat lambat di tempat itu, saat jam makan siang tiba biasanya Farhan akan segera menghampiri Naya. Tapi saat itu Farhan memilih untuk langsung melarikan diri dari tempat itu, sedangkan Laura langsung bergabung dengan para pekerja yang lain untuk makan siang
"Jadi mulai sekarang aku harus terbiasa untuk makan siang sendiri," batin Naya
Tiba-tiba saja ada seorang gadis berdiri tepat di samping meja kerja Naya
"Apa kamu mau makan siang bareng aku?"
__ADS_1
"Ya sudahlah dari pada aku harus makan sendirian," batin Naya
Naya pun mulai menuju ke arah kantin bersama dengan seorang gadis yang bernama Karmila atau biasa di sapa dengan Mila, mereka pun sudah membawa menu makan siang mereka dan duduk saling berhadapan di salah satu meja yang berada di tempat itu
"Aku ajak kamu makan siang bareng karena aku mau minta maaf sama kamu," ucap Mila dengan wajah menyesal
Naya langsung menatap ke arah Mila sambil mengerutkan keningnya
"Minta maaf untuk apa?"
"Tadi pagi aku ga sengaja mendengar percakapan kamu dan Laura," jelas Mila
Naya pun hanya bisa tersenyum tetapi senyuman yang Naya tunjukkan saat itu terlihat getir dan membuat Mila semakin merasa bersalah
"Apa benar kalau hari itu kamu menyaksikan mereka berdua melakukan hal itu?" tanya Mila sambil menundukkan kepalanya
Degh...
Naya memang sudah bertekad untuk melepaskan Farhan tapi apa yang baru saja dia dengar benar-benar membuat dia tak habis pikir, bagaimana mungkin kejadian tersebut bisa sampai ke telinga orang lain
"Dari mana kamu mendengar tentang kejadian itu?" tanya Naya dengan serius
Mila pun mulai mengangkat kepalanya dengan eskpresi wajah yang sama
"Aku ga sengaja dengar anak-anak cerita waktu di kamar mandi, itu juga yang membuat aku merasa harus meminta maaf sama kamu. Karena hari itu aku yang menganjurkan kamu untuk datang menjenguk Farhan tanpa memberi kabar terlebih dahulu," jelas Mila lirih
Entah mengapa Naya merasa ada sesuatu yang sedikit aneh, dia merasa bingung dengan ekspresi yang Mila tunjukkan pada saat itu. Naya pun mulai terpikirkan akan sesuatu
"Aku mau bertanya sesuatu dan aku harap kamu akan menjawab dengan jujur"
Mila hanya menjawab dengan anggukan kepalanya
"Saat itu kamu sendiri yang punya pemikiran seperti itu atau ada orang lain yang meminta kamu untuk menyarankan hal itu ke aku?" tanya Naya dengan tegas
__ADS_1