Terjerat Cinta Sang Penguasa

Terjerat Cinta Sang Penguasa
Terjadi Sekali Lagi


__ADS_3

Air mata Naya pun terjatuh dengan sendirinya, hatinya benar-benar terasa sakit karena dia harus pergi meninggalkan laki-laki sebaik itu. Ardi pun langsung menarik tubuh Naya dengan erat, tanpa Naya sadari saat itu Ardi sempat menunjukkan ekspresi dingin khas dirinya


"Tanpa harus mendengar cerita dari kamu, saya tetap akan mencoba memahami posisi dan perasaan kamu Naya. Maaf karena sekarang saya akan menggunakan cara saya," batin Ardi


"Saya sudah bilang jangan menangis di hari bahagia kamu, untuk malam ini saya minta kamu untuk tidak memikirkan apapun. Kamu harus percaya kalau saya akan selalu ada di samping kamu," bisik Ardi


Entah mengapa Naya merasa bahwa kata-kata yang Ardi bisikan pada saat itu seperti mengandung amarah, Naya pun langsung mendongakkan kepalanya untuk melihat wajah laki-laki tersebut. Tetapi saat itu Ardi menampilkan senyuman terbaik yang dia miliki


"Dengan cara apa saya harus membalas semua kebaikan kamu? saya akan selalu berdoa agar kamu menemukan kebahagiaan kamu bersama yang lain," batin Naya


"Ada apa?" tanya Ardi


"Apa saya boleh meminta sesuatu sama kamu?"


"Kamu mau meminta apa dari saya?"


"Tolong jangan tolak saya malam ini"


"Maksud kamu?" tanya Ardi sambil menatap Naya dengan lekat


"Saya hanya ingin menghabiskan malam ini bersama dengan kamu," jawab Naya dengan yakin


"Karena hanya dengan cara ini saya bisa menunjukkan rasa terima kasih saya untuk semua kebaikan kamu selama ini, anggap saja saat ini saya sedang bersikap egois untuk diri saya sendiri. Dan kita melakukan hal ini sekali lagi sebagai tanda perpisahan dari saya." batin Naya


"Apa kamu yakin mau melakukan hal itu?"


Naya menganggukkan kepalanya dengan yakin


"Apa kamu sudah lupa yang sudah saya katakan saat kita berada di rumah taman mawar?" tanya Ardi dengan serius

__ADS_1


"Saya ingat, tapi bukankah ini malam spesial di dalam hidup saya? Apa salahnya kalau saya juga ingin melakukan sesuatu yang spesial bersama kamu?'


Ardi pun tersenyum penuh arti, Naya mungkin tidak bisa membaca isi pikiran Ardi pada saat itu tetapi yang pasti Ardi seolah tau semua yang ada di dalam benak Naya pada saat itu


"Apa kamu tau konsekuensinya kalau kamu meminta itu dari saya?" tanya Ardi dengan serius


Naya hanya terdiam dan menatap Ardi dengan lekat seolah sedang menanti penjelasan dari laki-laki tersebut


"Itu artinya kamu sudah siap untuk menjadi istri saya," lanjut Ardi


Saat itu Naya hanya bisa terdiam sambil memaksakan bibirnya untuk tersenyum, jauh di dalam lubuk hatinya dia merasa bahwa hal tersebut tidak mungkin pernah terjadi. Naya merasa bahwa jurang pemisah di antara mereka berdua terlalu jauh, dia merasa yakin bahwa dia tidak akan sanggup berbahagia bila di atas penderitaan orang lain


Tanpa banyak bicara Naya langsung mengalungkan kedua tangannya di leher seorang Ardiansyah Herlambang, dia pun langsung mencium bibir laki-laki tersebut dengan lembut


"Sebenarnya apapun yang kamu pikirkan dan kamu lakukan tidak akan merubah apapun Naya, karena kamu sudah terikat untuk selamanya dengan saya. Tetapi saya juga harus berterima kasih sama kamu, karena saat ini kamu sudah memberikan saya sebuah jalan." batin Ardi


"Saya tanya sekali lagi, apa kamu yakin mau melakukan hal itu sekali lagi?" tanya Ardi


Naya hanya menjawab dengan sedikit anggukan kepalanya, Ardi pun mulai membawa Naya menuju ke sebuah kamar yang berada di dalam kapal tersebut dan membaringkan tubuh Naya di atas tempat tidur. Ardi yang hendak mencium bibir Naya mendapatkan sedikit dorongan dari Naya


"Ada apa?" tanya Ardi sambil menatap dengan lekat


"Sebelum kita melakukan hal itu, bagaimana kalau kita saling memberikan kesempatan pasangan kita untuk mengajukan satu permintaan?"


"Kamu mau meminta apa dari saya?" tanya Ardi


"Apapun yang terjadi di kemudian hari, kita berdua harus tetap melanjutkan kehidupan kita dengan baik"


Ardi hanya membalas dengan senyuman yang penuh arti sambil menganggukkan kepalanya

__ADS_1


"Terima kasih, karena saya ingin kamu meraih kebahagiaan di dalam hidup kamu walaupun tidak bersama saya." batin Naya


"Kalau kamu mau meminta apa dari saya?" tanya Naya


"Setelah kita menghabiskan malam ini, kamu harus bersedia menjadi istri saya di pertemuan kita selanjutnya." ucap Ardi dengan yakin


Saat itu Naya berusaha sekuat tenaga untuk menutupi apa yang sedang dia rasakan pada saat itu, dia pun melepaskan senyuman sambil menganggukkan kepalanya. Sedangkan Ardi tersenyum penuh arti


"Kamu sudah setuju, maka jangan mengelak saat nanti waktunya tiba." batin Ardi


Naya pun mulai mengalungkan kedua tangannya di leher Ardi dan menarik wajah tampan laki-laki tersebut agar mendekat, tanpa harus di minta terlebih dahulu Ardi langsung mencium bibir Naya dengan lembut. Ciuman yang semula lembut pun semakin lama berubah menjadi semakin panas, saat ciuman tersebut berakhir Ardi mulai mendekatkan bibirnya di telinga Naya


"Saya mencintai kamu Naya Putri Widyaningsih, saya mencintai kamu dengan segenap hati saya." bisik Ardi dengan lembut


"Saya juga mencintai kamu," jawab Naya


Ardi pun tersenyum puas dan mulai melanjutkan ciuman yang sempat tertunda, kini bukan hanya bibir mereka yang saling bertemu bahkan lidah mereka pun sudah saling terpaut dan tangan nakal Ardi mulai bergerilya menyentuh bagian-bagian tubuh Naya


Satu persatu pakaian yang menutupi tubuh mereka berdua pun telah terlepas dari tempat yang semestinya, Ardi melakukan semuanya dengan sangat hati-hati seolah sedang menunjukkan bahwa Naya adalah sesuatu yang sangat berharga di dalam hidupnya


Saat akan menuju ke bagian intinya Ardi mengehentikan semua aksinya dan menatap wajah Naya dengan lekat, Naya yang merasa malu pun memalingkan wajahnya. Tetapi Ardi menolehkan wajah agar mereka bisa saling bertatapan


"Walaupun ini bukan yang pertama kita melakukannya, tapi saya rasa kamu pasti tetap akan merasakan sakit karena saat ini kamu melakukannya dalam keadaan sadar. Kalau memang kamu tidak tahan dengan rasa sakitnya kamu bisa menggigit saya atau mencakar punggung saya, tapi saya minta kamu tidak menggigit bibir kamu dan menyakiti diri kamu sendiri." ucap Ardi dengan nafas yang telah memburu


Naya pun menganggukkan kepalanya dan Ardi mulai melancarkan aksinya pada bagian inti kegiatan mereka, benar saja rasa sakit yang harus Naya rasakan saat itu benar-benar terasa dan kedua tangan Naya mencengkram apapun yang bisa dia raih dengan erat sambil menggigit bibirnya. Ardi langsung mencium bibir Naya dengan lembut agar dia tidak melakukan hal tersebut


"Saya sudah bilang, kamu di larang menyakiti diri kamu sendiri." bisik Ardi dengan lembut


Naya pun akhirnya memilih untuk memeluk tubuh Ardi dan Ardi melanjutkan semuanya dengan sangat perlahan, dan malam panas di antara mereka berdua pun terjadi sekali lagi

__ADS_1


__ADS_2