
Ardi pun tersenyum tipis mendengar kata-kata Naya
"Itu artinya kamu bersedia seumur hidup kamu selalu menemani aku?" tanya Ardi
Naya memegang kedua pipi Ardi sambil tersenyum tipis
"Aku janji akan selalu ada di samping kamu sampai aku menghembuskan nafas terakhir aku," ucap Naya dengan bersungguh-sungguh
Ardi pun mulai bangkit dari duduknya dengan senyuman bahagia, dia langsung memeluk tubuh Naya dengan erat
"Kamu yang mengucapkan janji itu sendiri, jadi seumur hidup kamu ga boleh melupakan janji kamu yang satu itu." ucap Ardi dengan lembut
Naya pun menganggukkan kepalanya di dalam pelukan hangat sang kekasih
"Aku juga berjanji akan membuat kamu merasa menjadi wanita paling beruntung di dunia ini," batin Ardi
Perasaan hangat menyelimuti hati sepasang kekasih tersebut, pertemuan mereka yang berawal dengan cara yang tak biasa bisa membuat mereka merasakan perasaan cinta yang tulus
"Kamu bilang kamu sudah untuk dekat dengan perempuan? Tapi kenapa malam itu kamu bisa melakukan itu sama aku?" tanya Naya dengan hati yang sedikit penasaran
Ardi pun melepaskan pelukannya dan menatap Naya dengan lekat
"Mungkin kamu susah untuk percaya, tapi aku sendiri ga tau kenapa malam itu tubuh aku ga menolak sama sekali semua kelakuan gila kamu." ucap Ardi dengan senyuman yang penuh arti
Naya pun hanya bisa memasang wajah malas melihat sikap Ardi yang terkesan sedang mengejek dirinya
"Mana calon istri kamu?" tanya mama Renata
"Masih di dalam kamarnya mah"
Mama Renata pun langsung memasang wajah yang terlihat sedikit aneh dan memeriksa jam tangan yang dia gunakan pada saat itu
"Tapi sekarang sudah mau jam sembilan, bagaimana saat nanti dia menjadi istri kamu? Apa dia ga akan mengurus semua keperluan kamu?" tanya mama Renata dengan serius
Ardi pun tersenyum tipis mengingat semua percakapan antara dirinya dan Naya pada malam hari
"Tadi malam kami tidur larut malam mah, lagipula aku ga akan meminta dia mengurus semua keperluan aku mah. Aku memilih dia untuk menjadi istri aku dan ibu dari anak aku, aku ga akan melarang dia melakukan apapun yang dia inginkan." jelas Ardi dengan lembut
Mama Renata hanya bisa terdiam karena untuk pertama kalinya dia bisa melihat senyuman kebahagiaan di wajah sang anak, sedangkan gadis muda yang berada di samping mama Renata langsung tertawa dengan geli. Semua mata pun langsung tertuju ke arah gadis tersebut
__ADS_1
"Kenapa kamu ketawa sayang?" tanya mama Renata dengan wajah sedikit bingung
Gadis muda tersebut bernama Sarah dan dia adalah anak kedua dari mama Renata
"Ga ada apa-apa kok mah, aku cuma ga bisa tahan ketawa aku saat melihat kak Ardi yang biasa terlihat menakutkan jadi seperti itu." jelas Sarah
Sontak saja mama Renata langsung menampilkan sebuah senyuman yang terlihat canggung, jauh di dalam hati mama Renata dia sedikit takut kalau Ardi akan tersinggung dengan ucapan Sarah. Sedangkan Ardi selama ini selalu menunjukkan sikap yang bermusuhan terhadap anak keduanya
"Apa ada yang berubah dengan sikap aku?" tanya Ardi
Mama Renata pun langsung menatap ke arah Ardi dengan perasaan yang semakin tak menentu
"Mungkin maksud Sarah itu..." ucap mama Renata
"Kak Ardi yang sekarang terlihat lebih hangat," potong Sarah
Mama Renata hanya bisa terdiam dan memperhatikan sikap yang akan di tunjukkan oleh Ardi, tiba-tiba saja Ardi tersenyum tipis
"Calon kakak ipar kamu yang membuat aku jadi begini," jelas Ardi dengan lembut
Mama Renata pun hanya bisa membeku melihat sikap Ardi pada saat itu, sedangkan Sarah menunjukkan wajah yang bersemangat
"Keren!! Ga sia-sia aku memaksa mama untuk membawa aku ke sini, aku benar-benar penasaran sama calon kakak ipar aku yang hebat itu. Nanti aku boleh ajak calon kakak ipar aku main kan kak?"
"Sarah!! Mama sudah memperingatkan kamu untuk menjaga sikap kamu di depan kakak kamu," ucap mama Renata dengan tegas
"Ga masalah kok, kamu boleh ajak dia main keluar karena dia pasti bosan di rumah terus." ucap Ardi
Lagi-lagi mama Renata di buat terkejut dengan sikap yang Ardi tunjukkan, dia pun menatap sang anak dengan lekat
"Sekarang mama benar-benar yakin kalau kamu sudah menemukan kebahagiaan kamu Ardi," batin mama Renata
"Asik!!" ucap Sarah bersemangat
"Tapi kamu ga boleh bikin kakak ipar kamu terlalu lelah ya"
"Iya kak"
Entah mengapa Ardi tak lagi menatap Sarah dengan tatapan tajam dan dingin seperti yang selalu dia lakukan selama ini, hatinya benar-benar sudah terlepas dari belenggu masa lalu yang selalu mengikat hidupnya. Tiba-tiba saja Naya hadir di antara mereka tanpa tau kehadiran mama Renata dan Sarah di tempat itu
__ADS_1
"Maaf, aku terlambat bangun." ucap Naya dengan sopan
"Ga apa kok kakak ipar, aku sama mama juga baru sampai." jawab Sarah dengan senyuman tipis
Ardi pun langsung menepuk bangku kosong yang berada di sampingnya dan Naya langsung mendudukkan tubuhnya di sana, Naya pun langsung menatap sang kekasih dengan tajam
"Kenapa dia ga bilang sama aku kalau mamanya mau datang? Kalau begini ceritanya bisa-bisanya mamanya semakin ga suka sama aku," batin Naya
Ardi seolah tau apa yang ada di dalam benak Naya pada saat itu, dia pun meletakkan tangannya di ujung kepala Naya dengan lembut
"Maaf ya, semalam karena adik ngobrol aku lupa kasih tau kamu kalau mama aku mau datang." ucap Ardi
Naya hanya bisa terdiam dengan wajah malasnya
"Mama ada di sini untuk membantu kita menyiapkan semua keperluan pernikahan kita," lanjut Ardi
"Apa ada sesuatu yang kamu inginkan di acara nanti?" tanya mama Renata
Naya pun langsung menatap mama Renata dan menggelengkan kepalanya, saat itu masih terselip perasaan takut di dalam hati Naya saat berhadapan dengan mama Renata
"Saya ikut keinginan anda aja bu," jawab Naya dengan sopan
Mama Renata pun tersenyum tipis dan coba memahami perasaan Naya pada saat itu, dia yakin Naya belum melupakan apa yang telah dia lakukan sebelumnya
"Apa kamu masih marah sama saya?" tanya mama Renata
"Bukan begitu bu," jawab Naya dengan cepat
"Kalau begitu kamu harus belajar untuk menganggap saya sebagai mama kamu sendiri, gimana juga sebentar lagi kamu akan menjadi anak saya." ucap mama Renata dengan lembut lalu tersenyum hangat
Seluruh ketakutan yang Naya rasakan di dalam hatinya seolah menghilang begitu saja, dia bisa merasakan ketulusan dari tatapan mata Renata pada saat itu
"Sebelum mama memikirkan semuanya, mama harus tau sejauh apa kalian sudah mempersiapkan diri untuk acara ini?" tanya mama Renata
Baik Ardi maupun Naya sama-sama terdiam dengan eskpresi wajah yang terlihat sedikit bingung, dengan mudahnya mama Renata bisa mengetahui apa yang ada di dalam pikiran kedua orang tersebut
"Ga masalah, mama akan menyiapkan semuanya dengan baik. Tapi jangan bilang kalau kalian berdua belum datang ke makam orang tua kalian untuk meminta restu? Karena ga mungkin mama yang melakukan hal itu," ucap mama Renata dengan wajah serius
Naya pun terlihat bingung untuk memberikan jawaban, sedangkan Ardi langsung menggenggam tangan Naya dengan lembut
__ADS_1
"Sebenarnya aku sudah berencana untuk melakukan hal itu hari ini mah, aku ingin rumah tangga aku dan Naya berjalan dengan baik jadi aku juga harus meminta izin dari orang tua dia." jawab Ardi dengan bersungguh-sungguh
Saat itu Naya hanya bisa terdiam sambil menatap sang kekasih dengan perasaan yang haru