
Saat jam pulang kerja tiba Laura langsung menghampiri meja kerja Naya
"Kamu pulang sama siapa kak? kalau sendiri, biar aku sama Farhan yang antar kamu pulang kak." ucap Laura lalu tersenyum
"Ga usah Ra, ada yang jemput kak Naya"
"Ya udah kalau begitu aku duluan ya kak"
Naya hanya menganggukkan sedikit kepalanya, sedangkan Mila langsung menghampiri Naya
"Anak itu kenapa ya? Kenapa dia tiba-tiba jadi baik sama kamu Nay?"
"Laura itu memang anak yang baik kok," jawab Naya lalu tersenyum tipis
Mila pun langsung berdecih
"Kalau dia anak baik, dia ga akan menusuk kamu dari belakang Nay." ucap Mila dengan nada sinis
Naya yang tidak ingin memperpanjang masalah hanya membalas dengan senyuman dan mulai merapikan barang-barang miliknya
"Sebenarnya dari Laura itu memang anak yang baik, perasaan dia terhadap Farhan yang membuat dia menjadi seperti itu." batin Naya
Seperti biasa mereka akan berpisah di luar gedung tersebut, Naya pun tidak perlu merasa sungkan naik ke dalam mobil yang di kirimkan Ardi karena Mila sudah mengetahui hal tersebut. Tetapi tiba-tiba saja ponsel Mila berdering saat dia sudah berada di dalam mobilnya, dia pun langsung memasang wajah malas saat mengetahui bahwa Nico adalah orang yang menghubunginya pada saat itu
"Halo"
"Kamu sudah pulang kerja?"
"Hem..."
"Apa kamu bisa temani aku nonton? Aku sudah dapat tiket film yang kamu suka itu," jelas Nico di seberang sana
"Ga," jawab Mila dengan tegas
"Kenapa?"
"Hari ini baru pemutaran perdana film itu, aku ga suka nonton film saat keadaannya terlalu ramai. Apalagi kalau harus duduk di barisan depan," jelas Mila dengan tegas
__ADS_1
Nico pun tertawa geli di seberang sana
"Apa ada yang lucu?" tanya Mila dengan nada sinis
"Kamu itu aneh, kamu ga suka nonton saat ramai tapi kamu juga ga mau nonton di bioskop premium." jelas Nico di sela tawanya
"Itu kamu tau kalau aku itu orang yang aneh, jadi berhenti untuk mengganggu aku untuk urusan ga penting seperti ini." timbal Mila dengan ketus
"Kalau untuk yang satu itu aku ga bisa, karena aku sudah memilih untuk mendapatkan hati kamu." ucap Nico dengan lembut
Saat itu Mila hanya bisa berdecak jengkel
"Maaf, jangan marah lagi ya. Jadi kamu mau temani aku nonton kan?"
"Aku sudah bilang ga!! film itu sudah di tunggu-tunggu, pasti hari ini ramai dan aku ga suka." ucap Mila dengan tegas
"Kamu tenang aja ya, karena aku sudah mengatur semuanya." jelas Nico
"Maksud kamu?" tanya Mila dengan serius
"Aku sudah atur supaya kita duduk di bangku paling belakang, dua deretan bangku di depan kita kosong semua. Baru setelah itu deretan bangku yang terisi penonton di selingi dengan deretan yang kosong," jelas Nico
"Sepertinya aku jadi gila karena harus mengulang pacaran gaya anak muda," ucap Nico lalu tertawa lepas
"Sudah dulu ya, aku harus bawa mobil." potong Mila di sela tawa Nico
"Ya sudah aku tunggu kamu di sini ya"
"Kenapa kamu paksa? sudah aku bilang aku ga suka keramaian," ucap Mila penuh penekanan
Nico pun menghembuskan nafasnya dengan kasar
"Tapi tadi aku juga sudah jelasin sama kamu dan semua yang aku katakan itu benar," ucap Nico dengan serius
"Jadi maksud kamu yang tadi itu benar?" tanya Mila tak percaya
"Gini aja, kamu boleh langsung pulang kalau nanti ada yang berbeda dengan penjelasan dari aku." jawab Nico dengan serius
__ADS_1
"Di mana?" tanya Mila
Nico menyebutkan nama sebuah mall yang cukup ternama di kota itu, jelas saja dia bisa melakukan hal tersebut dengan mudah karena merengek kepada seorang Ardiansyah Herlambang. Mila mengatakan bahwa dia akan pulang lebih dulu ke apartemennya untuk berganti pakaian
Nico pun lebih dulu tiba di tempat itu dan berkeliling untuk melihat barang-barang yang lucu untuk dia berikan kepada Mila, tanpa sengaja Nico melihat sebuah boneka dengan paras yang sedang cemberut
"Persis seperti anak itu kamu lagi marah-marah," batin Nico sambil tersenyum tipis
Nico pun berniat membeli boneka tersebut tetapi secara bersamaan ada seorang anak kecil juga memegang boneka tersebut, tiba-tiba saja anak tersebut tersenyum sinis kepada Nico dan membuat Nico berniat untuk meledek anak tersebut dengan tidak melepaskan boneka tersebut
"Mama om ini mau rebut boneka aku!!" teriak anak tersebut
Secara spontan Nico langsung melepaskan boneka tersebut dan anak tersebut tersenyum puas lalu menjulurkan lidahnya layaknya sedang mengejek Nico
"Andin!! Mama sudah sering bilang untuk bersikap sopan terhadap orang lain!!" ucap sang mama dengan tegas
Saat itu Nico langsung menampilkan sebuah senyuman yang terlihat dingin, karena wanita yang di panggil mama oleh anak tersebut adalah Nilam. Nilam sendiri merasa terkejut karena setelah sekian lama akhirnya dia bisa bertemu dengan Nico
"Kamu ada di sini?" tanya Nilam lalu tersenyum tipis
Nico hanya menganggukkan sedikit kepalanya, Nilam pun meminta sang anak untuk meminta maaf kepada Nico
"Kalau begitu aku duluan ya," ucap Nico
Nico mulai keluar dari outlet tersebut dan Nilam pun meminta sang pengasuh untuk menjaga anaknya, dengan cepat Nilam langsung menyusul Nico dan memegang tangan Nico. Nico pun langsung menatap ke arah Nilam
"Apa kamu masih marah sama aku Nico?" tanya Nilam lirih
"Apa ini artinya aku sudah berhasil melupakan semua kejadian itu? Karena sekarang aku ga merasakan marah atau apapun saat berhadapan dengan Nilam secara langsung?" batin Nico
Nico pun tersenyum tipis dan membuat Nilam merasa bahagia
"Aku rasa aku sudah melupakan itu semua," ucap Nico dengan yakin
Nilam yang merasa sangat bahagia dengan pemikirannya sendiri langsung memeluk tubuh Nico dengan erat
"Aku tau kalau kamu ga mungkin melupakan aku begitu aja, maaf ya. Seharusnya aku bisa lebih cepat untuk menemui kamu," ucap Nilam dengan tulus
__ADS_1
Nico meletakkan tangannya di ujung kepala Nilam dengan lembut seperti yang dulu sering dia lakukan, Nilam pun mulai mendongakkan kepalanya dan saat itu Nico tersenyum tipis. Tanpa ada yang menyadari bahwa saat itu Mila sudah berada di tempat itu, saat itu yang Mila lihat adalah mereka berdua saling berpelukan
"Selamat ya karena kalian sudah bersama lagi, tapi ada apa dengan hati aku? Kenapa hati aku terasa sakit melihat mereka berpelukan? Apa aku sudah jatuh hati dengan laki-laki itu? Sebaiknya aku segera pergi karena aku ga mau menjadi pengganggu di antara mereka," batin Mila dan mulai memutar arah