Terjerat Cinta Sang Penguasa

Terjerat Cinta Sang Penguasa
Mengikuti Keinginan Naya


__ADS_3

"Kenapa ga langsung istirahat? Bukannya tadi kamu bilang kalau kamu merasa lelah," ucap Ardi


Naya pun menatap ke arah Ardi dengan senyuman canggung


"Itu..."


Ardi mulai melangkahkan kakinya ke arah tempat tidur dan mengambil salah satu bantal yang berada di tempat itu, hal tersebut membuat Naya memperhatikan gerak-gerik laki-laki tersebut. Ardi pun mulai melangkahkan kakinya ke arah sofa yang berada di dalam kamar tersebut dan meletakkan bantal tersebut di atas sofa, dia pun mulai merebahkan tubuhnya di sana


"Kamu mau tidur di sofa?" tanya Naya dengan serius


"Saya takut ga bisa menahan diri kalau saya tidur di samping kamu"


Naya pun segera bangkit dan menghampiri Ardi


"Sebaiknya kamu tidur di tempat tidur aja, tidur di sofa pasti kurang nyaman." ucap Naya


Ardi pun langsung mendudukkan tubuhnya dengan sempurna dan menatap ke arah Naya dengan lekat


"Apa kamu mau meminta saya melakukan hal itu sekali lagi?" tanya Ardi dengan serius


Seperti ada sebuah bom yang meledak di dalam hati Naya saat dia mendengar pertanyaan yang Ardi lontarkan pada saat itu, dengan cepat Naya langsung menggelengkan kepalanya. Ardi pun membuang nafasnya dengan kasar


"Atau jangan-jangan kamu meminta beristirahat terlebih dahulu karena saya?"


Naya pun langsung menundukkan pandangan matanya


"Maaf karena saya berbohong sama kamu, tapi saya cuma mau kamu beristirahat karena kamu kelihatan lelah." jelas Naya


Ardi pun langsung menepuk bangku kosong yang berada di sebelahnya, Naya pun mendudukkan tubuhnya tepat di samping Ardi. Ardi menghadiahkan sebuah ciuman lembut di ujung kepala Naya


"Kamu ga perlu khawatir dengan keadaan saya karena saya baik-baik saja," ucap Ardi dengan lembut


Naya mendongakkan kepalanya agar bisa menatap wajah tampan seorang Ardiansyah Herlambang dan Ardi menghadiahkan ciuman di kening Naya


"Sebaiknya kita langsung istirahat karena sekarang sudah cukup malam, lagi pula kita harus mengumpulkan energi karena besok jadwal yang cukup padat." ucap Ardi


Dengan mudahnya Ardi bisa mengetahui bahwa Naya sedang memikirkan sesuatu pada saat itu


"Apa ucapan kamu tadi serius?" tanya Naya


"Ucapan yang mana?"


"Kalau besok kamu akan mengumumkan tentang.."


Ardi bisa mengetahui apa yang ingin Naya katakan pada saat itu walaupun Naya belum menyelesaikan ucapannya

__ADS_1


"Saya ga pernah bercanda dengan semua ucapan saya," ucap Ardi dengan serius


"Ada apa?" tanya Ardi


"Apa kita bisa mengumumkan hal itu setelah Laura menikah?"


Ardi langsung menatap Naya dengan lekat


"Kenapa kamu selalu mengedepankan orang lain di bandingkan dengan saya?" tanya Ardi dengan wajah seriusnya


"Saya ga bermaksud seperti itu," jelas Naya


"Saya sudah bilang kalau mulai sekarang kita akan menjalani hubungan kita dengan cara saya, saat ini kamu cuma punya dua pilihan"


Naya hanya bisa terdiam sambil menatap Ardi dengan lekat


"Pilihan pertama besok kita akan mengumumkan tentang hubungan kita ke seluruh dunia, pilihan kedua kita tidak perlu melakukan hal itu.." ucap Ardi sengaja di gantung


Naya pun terlihat bersemangat mendengar hal tersebut


"Tapi besok kita akan langsung menikah," lanjut Ardi


Jeder...


"Apa dia sudah ga waras? apa dia pikir sebuah pernikahan adalah main-main? hari ini berucap dan besok akan bisa langsung di laksanakan, apa semua orang yang banyak uang terbiasa untuk melakukan semuanya sesuka hatinya?!!" batin Naya sambil menatap tajam ke arah sang kekasih


Sedangkan Ardi hanya terdiam seolah sedang berusaha mencari tau jalan pikiran Naya pada saat itu, Naya pun langsung menundukkan pandangan matanya dengan eskpresi wajah yang terlihat sedikit kecewa


"Aku memang ga pernah bermimpi untuk menikah dengan cara yang fantastis, tapi sebagai seorang perempuan aku berharap bisa menjalani sebuah pernikahan yang berkesan. Karena setiap perempuan akan berharap menikah satu kali seumur hidup dia," batin Naya


Ardi yang baru pertama kali berhubungan dengan seorang wanita benar-benar tidak bisa membaca jalan pikiran Naya pada saat itu, dia pun mulai memegang kedua pipi Naya agar pandangan mata mereka bisa saling bertemu


"Jadi apa pilihan kamu?" tanya Ardi


"Apa ga ada pilihan ketiga?" tanya Naya


Ardi hanya terdiam dengan wajah dinginnya dan Naya pun hanya bisa tersenyum canggung


"Kenapa kamu harus memberikan saya pilihan yang sulit?" tanya Naya dengan suara pelan tapi tetap terdengar


Ardi pun menghembuskan nafasnya dengan kasar


"Sebenarnya harus dengan cara apa lagi saya mengikat kamu?" batin Ardi


"Kenapa kamu meminta hal itu? Kalau alasannya demi saudara kamu itu, saya tidak akan mengabulkan hal itu." ucap Ardi dengan tegas

__ADS_1


Naya pun menatap ke arah sang kekasih dengan lekat


"Saya akan mempertimbangkan hal itu kalau kamu berkata dengan jujur," lanjut Ardi


"Alasan utamanya memang karena Laura, saya ingin mereka menyelesaikan pernikahan mereka terlebih dahulu." jelas Naya


Sontak saja Ardi pun langsung menampilkan wajah dingin khas dirinya


"Tapi saya juga ga ingin memilih pilihan kedua," lanjut Naya


"Kenapa?"


Naya pun langsung memasang wajah malasnya


"Saya memang ga akan bisa mengerti apa yang ada di dalam pikiran kamu, tapi yang pasti sebagai perempuan saya mau sebuah pernikahan yang berkesan walaupun tidak meriah. Pernikahan itu adalah sesuatu yang sangat berharga bagi seorang perempuan!!" jawab Naya dengan tegas


Ardi pun tersenyum puas mendengar hal tersebut dan menghadiahkan sebuah ciuman lembut di kening Naya


"Saya memang ga akan mengizinkan kamu untuk memilih pilihan yang kedua, karena saya tidak mungkin menikahi kamu dengan cara yang sembarangan." batin Ardi


Ardi mulai menarik tubuh Naya masuk ke dalam pelukannya dan mencium ujung kepala Naya dengan lembut


"Saya akan mengikuti keinginan kamu, kita akan mengumumkan hubungan kita setelah pernikahan mereka." ucap Ardi dengan lembut


Naya pun langsung mendongakkan kepalanya dan menatap Ardi dengan eskpresi wajah bahagia


"Terima kasih," ucap Naya dengan tulus


Mereka pun terus berbincang ringan sebelum akhirnya mereka beristirahat dengan Ardi tidur di atas sofa, di percakapan mereka ada sesuatu yang membuat Ardi sedikit lega karena dia mengetahui bahwa kini Naya sudah mengundurkan diri dari tempat kerjanya


Setelah sarapan mereka mulai melanjutkan kembali perjalanan mereka menuju ke kota besar, tapi di tempat yang berbeda mama Renata pagi itu sarapan di kediaman sang mama. Dengan mudahnya sang mama bisa mengetahui bahwa saat itu mama Renata sedang memikirkan sesuatu


"Ada masalah apa?" tanya sang mama


Mama Renata tersenyum tipis sambil menggelengkan kepalanya


"Apa kamu pikir kamu bisa berbohong sama mama? Kamu hanya sarapan bareng sama mama saat hari ulang tahun mama karena Ardi akan ada di sini, satu lagi kalau kamu sedang ada masalah." ucap sang mama


Saat itu mama Renata masih tetap memilih untuk berbohong dengan melepaskan senyuman terbaik yang dia miliki, sang mama pun memilih untuk menghargai keputusan mama Renata yang terlihat enggan untuk bercerita


Mohon maaf karena beberapa hari ini aku ga bisa up seperti biasa 2 bab setiap harinya 😅😅


Belakangan ini kondisi badan lagi kurang fit jadi semangat untuk nulis seperti biasanya juga jadi berkurang 🤭🤭


Terima kasih untuk dukungan nya selama ini 🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2