
Ardi terus menemani Naya untuk berbincang selama dia di perjalanan dan mereka mulai berhenti setelah Ardi akan masuk ke dalam pesawat pribadinya, Naya sendiri memutuskan untuk membersihkan apartemen tersebut karena kebetulan hari itu dia libur bekerja
Tiba-tiba saja bel apartemen tersebut berbunyi, Naya membuka pintu apartemen tersebut tanpa ada perasaan apapun. Saat itu seorang wanita yang sudah terbilang cukup dewasa dan sangat elegan berada di sana
"Maaf, tapi ibu mau mencari siapa ya?" tanya Naya dengan sopan
Mama Renata adalah orang yang berdiri di hadapan Naya pada saat itu, mama Renata masih terdiam dan terus memperhatikan Naya dari ujung kaki hingga ujung kepala
"Maaf, ibu mau cari siapa?" tanya Naya sekali lagi
"Jadi kamu perempuan yang sedang berusaha untuk mendekati anak saya?" tanya mama Renata penuh penekanan
"Anak? apa perempuan ini ibu dari Ardi?" batin Naya
"Maaf, tapi siapa anak yang ibu maksud?"
"Ardiansyah Herlambang," jawab mama Renata dengan tegas
Naya pun menjadi sedikit bingung dengan keadaan yang ada saat itu, tiba-tiba saja mama Renata tersenyum sinis
"Apa kamu tidak paham akan sopan santun?"
"Apa saya melakukan kesalahan Bu?"
"Apa kamu tidak tau kalau membiarkan tamu berada di luar adalah sesuatu yang kurang sopan," jawab mama Renata dengan tegas
Naya pun mempersilahkan mama Renata untuk masuk ke dalam dan mengarahkan mama Renata ke arah ruang tamu
"Sebentar ya bu, biar saya siapkan minuman untuk ibu"
"Saya rasa kamu tidak perlu melakukan hal itu karena saya tidak akan lama berada di sini, sebaiknya kamu duduk karena ada yang harus saya bahas dengan kamu"
Dengan patuh Naya pun langsung mendudukkan tubuhnya, entah mengapa saat itu hatinya sudah mulai merasa tidak tenang. Naya merasa bahwa sesaat lagi akan ada sesuatu yang akan terjadi
__ADS_1
"Berapa?" tanya mama Renata
"Maksud ibu?"
"Berapa banyak uang yang kamu inginkan agar kamu bisa pergi meninggalkan anak saya?" jelas mama Renata dengan serius
Saat itu Naya sampai tak sanggup mengeluarkan kata-kata dari bibirnya karena guncangan yang dia dapatkan terlalu besar
"Apa kamu merasa enggan untuk menyebutkan nominal yang kamu inginkan?" lanjut mama Renata
Lagi-lagi Naya hanya bisa terdiam sambil berusaha untuk menguatkan hatinya, mama Renata terlihat mulai membuka tasnya dan mengeluarkan selembar cek kosong lalu meletakkan cek tersebut di atas meja
"Kamu bisa mengisi sendiri sesuai dengan yang kamu inginkan tapi saya harap kamu segera meninggalkan Ardi, perempuan seperti kamu tidak pantas untuk bersanding dengan anak saya." ucap mama Renata dengan tegas
Naya pun mengumpulkan keberaniannya di dalam hatinya karena dia tidak ingin terus berdiam diri setelah harga dirinya di permainkan sejauh itu
"Sepertinya saya harus minta maaf kalau saya bersikap kurang sopan terhadap ibu, tapi saya menjalin hubungan dengan Ardi bukan karena uang. Jadi saya harap ibu bawa cek ibu dan pergi dari sini," ucap Naya dengan tegas
Mama Renata pun mulai memperlihatkan sebuah senyuman yang terlihat sedikit meremehkan
Saat itu Naya hanya bisa terdiam tetapi dia tetap menatap ke arah mama Renata tanpa perasaan takut sama sekali, entah dari mana datangnya keberanian Naya pada saat itu tapi yang pasti dia sudah tidak ingin menundukkan kepalanya di hadapan siapapun
"Kamu masih terlalu muda dan saya sarankan untuk tidak gegabah saat mengambil sebuah keputusan, sebaiknya kamu pikirkan dulu semuanya baik-baik karena saya tidak akan tinggal diam saat kamu memilih keputusan yang salah." ucap mama Renata penuh penekanan
Mama Renata pun tersenyum tipis
"Kamu harus ingat, kalau Ardi bisa mengangkat derajat dan kehidupan kamu. Maka saya punya kekuatan yang sama untuk menghancurkan itu semua dengan mudah"
"Apa maksud anda?" tanya Naya penuh tegas
Mama Renata pun tersenyum penuh arti lalu mulai bangkit dari duduknya
"Itu hanya peringatan kecil untuk kamu kalau kamu berani menunjukkan taring kamu di hadapan saya, saya bisa memulai itu semua dari keponakan kamu yang belum terlahir ke dunia ini." jelas mama Renata
__ADS_1
Naya pun hanya bisa terdiam dengan perasaan yang sudah tak menentu, sedangkan mama Renata tersenyum puas melihat ekspresi Naya pada saat itu
"Saya beri kamu waktu satu minggu untuk berpikir, saya harap kamu membuat keputusan akhir yang bijak dan baik untuk semua orang. Saya akan langsung mengambil tindakan kalau kamu tetap keras kepala," lanjut mama Renata dengan tegas
Naya hanya bisa terdiam dengan perasaan yang semakin tak menentu, sedangkan mama Renata langsung meninggalkan tempat tersebut tanpa membawa cek yang sempat dia letakkan di atas meja
"Apa yang sekarang harus aku lakukan? Aku ga mungkin mengorbankan kebahagiaan orang-orang di sekitar aku demi kebahagiaan aku sendiri, apa ini sudah menjadi garis tangan aku untuk selalu hidup sendiri?" gumam Naya lirih
Air mata Naya pun mulai terjun dengan bebas dari mata indahnya, hatinya benar-benar terasa sakit memikirkan tentang itu semua. Sedangkan di tempat yang berbeda Ardi baru saja terbangun dari tidurnya karena pesawat tersebut akan segera mendarat. Irvan pun mulai memberi laporan bahwa sang mama berada di kota tersebut
"Apa yang dia lakukan di sana?" tanya Ardi dengan aura yang mematikan
"Nyonya Renata mendatangi nona Naya tuan muda," jawab Irvan
Ardi pun tersenyum dingin khas dirinya, mereka mulai turun dari pesawat tersebut setelah berhasil mendarat dengan sempurna. Ardi pun langsung menghubungi Naya saat dia sudah berada di dalam mobil yang khusus menjemput dirinya
"Halo," sapa Naya
Saat itu Naya memang sudah berhasil menenangkan tangisannya tapi tetap saja suaranya masih terdengar lirih di telinga Ardi
"Kenapa suara kamu begitu? Kamu seperti habis menangis?" tanya Ardi
"Maaf ya, saya tadi memang habis menangis." jawab Naya
"Ada masalah apa?" tanya Ardi dengan dingin
Di seberang sana Naya tersenyum getir sambil menguatkan hatinya
"Ga ada masalah apapun kok, saya cuma habis nonton drama Korea dan ceritanya benar-benar sedih." jelas Naya
Saat itu Naya memilih untuk berbohong karena dia sendiri masih merasa bimbang dengan keputusan akhir yang akan akan dia ambil, Ardi pun tersenyum dingin di seberang sana
"Jadi kamu memilih untuk berbohong sama saya? aku mau melihat sejauh apa kamu akan bermain?" batin Ardi
__ADS_1
"Saya kira kamu menangis karena merindukan saya," ucap Ardi dengan lembut
Naya pun langsung terdiam karena hatinya benar-benar terasa sakit pada saat itu