Terjerat Cinta Sang Penguasa

Terjerat Cinta Sang Penguasa
Naya Yang Berbohong


__ADS_3

Saat Naya kembali ke dalam ruangan tersebut sudah ada berbagai jenis makanan yang tersaji di atas meja, mereka pun mulai menyantap makan malam mereka dan sesekali Naya mencuri pandang ke arah Ardi tanpa Ardi sadari


Saat mereka sudah selesai menyantap makan malam mereka, tiba-tiba saja Naya mulai menatap ke arah Irvan


"Kira-kira perjalanan kita akan memakan waktu berapa lama?" tanya Naya


"Sekitar tiga sampai empat jam nona Naya," jawab Irvan


Saat itu juga Ardi mulai menatap ke arah Naya dengan lekat, Naya pun langsung menatap ke arah Ardi dengan senyuman terbaik yang dia miliki


"Apa saya boleh meminta sesuatu?" tanya Naya


"Kamu mau meminta apa dari saya?"


"Apa boleh kalau malam ini kita bisa istirahat dulu sebelum melanjutkan perjalanan? saat ini saya benar-benar merasa lelah," jelas Naya dengan senyuman tipis


Saat itu Naya memilih untuk berbohong agar sang tuan muda bisa beristirahat, sedangkan Irvan tersenyum tipis tepat di belakang Ardi mendengar hal tersebut


"Ternyata anda termasuk perempuan yang pengertian nona Naya, saya yakin tuan muda tidak akan menolak permintaan apapun dari anda." batin Irvan


Ardi langsung memasang wajah dinginnya


"Apa lagi yang sedang kamu rencanakan saat ini?" tanya Ardi


Naya hanya terdiam sambil mengerutkan keningnya


"Jangan bilang kalau kamu sedang mencari celah untuk kabur lagi," lanjut Ardi


Naya pun tertawa lepas mengetahui jalan pemikiran Ardi pada saat itu, Naya segera bangkit dari duduknya dan menghampiri sang tuan muda yang terus memperhatikan gerak-gerik Naya dengan seksama. Saat sudah berada di samping Ardi dia pun mulai mendekatkan bibirnya ke telinga Ardi


"Bagaimana caranya saya bisa melarikan diri dari anda tuan muda? kalau seluruh hati saya sudah di curi oleh anda," bisik Naya


Ardi pun melirik ke arah Naya dan Naya melepaskan senyuman terbaik yang dia miliki


"Cari penginapan terdekat Van," ucap Ardi


"Baik tuan muda"


Mereka pun mulai meninggalkan tempat itu dan menuju ke sebuah hotel terdekat, seperti biasa Irvan akan langsung melakukan tugasnya tanpa harus menunggu perintah dari sang tuan muda

__ADS_1


Tok.. Tok.. Tok..


Ardi membuka sedikit kaca mobilnya


"Karena saat ini sedang masa liburan hanya ada satu kamar kosong yang tersisa di tempat ini tuan muda," jelas Irvan


Naya pun merasa terjebak sendiri dengan permintaan yang dia ajukan kepada Ardi, sedangkan Ardi langsung menatap ke arah Naya


"Kamu tetap mau beristirahat dulu atau bagaimana?" tanya Ardi


Senyuman tipis langsung menghias bibir Naya pada saat itu


"Aku cuma berbohong agar kamu bisa beristirahat dengan baik, tapi di saat seperti ini kamu masih bertanya tentang keinginan aku terlebih dahulu. Aku benar-benar harus bersyukur memiliki laki-laki seperti kamu." batin Naya


Ardi pun langsung mengerutkan keningnya


"Dasar aneh!!" ucap Ardi dengan dingin


"Siapa?" tanya Naya dengan polosnya


"Kamu, saya tanya sama kamu tapi kamu cuma senyum aja"


Tanpa sadar Ardi pun tersenyum tipis mendengar hal tersebut, kini dia semakin yakin bahwa Naya sudah tidak kewaspadaan yang tinggi terhadap dirinya


"Kita istirahat dulu Van"


"Baik tuan muda"


Irvan pun meninggalkan mobil tersebut untuk mengurus segala sesuatu yang di butuhkan, saat itu Ardi yang merasa sedikit lelah tidak menyadari bahwa Naya sedang menatap wajah tampannya


"Aku rasa ini pilihan yang tepat, dia sudah melakukan banyak hal untuk aku jadi ga ada salahnya kalau aku melakukan hal ini. Lagi pula apa yang harus aku takutkan? kami bahkan sudah dua kali melakukan hal itu," batin Naya sambil tersenyum


Ternyata saat itu secara kebetulan Ardi sedang melirik ke arah Naya yang sedang asik dalam pikirannya sambil tersenyum


"Jangan bilang kalau saat ini kamu sedang memikirkan hal-hal mesum"


Naya pun langsung membulatkan kedua bola matanya dengan sempurna dan hendak memberikan bantahan, tapi hal tersebut tak dapat dia lakukan karena Irvan sudah mengetuk kaca mobil tersebut


"Anda sudah bisa masuk tuan muda"

__ADS_1


Mereka pun segera turun dari mobil dan dengan cepat Ardi langsung menggenggam tangan Naya, Naya yang merasa sedikit malu karena mereka berada di tempat umum berniat untuk melepaskan tangannya. Tetapi hasilnya hanya sia-sia karena Ardi semakin mengeratkan genggaman tangannya


"Saya sudah bilang ke kamu kalau mulai sekarang kita akan menjalani hubungan kita dengan cara saya," bisik Ardi


"Tapi ini tempat umum"


"Saya ga perduli, yang pasti mulai sekarang saya akan terus menggenggam tangan kamu supaya kamu ga bisa kabur sembarangan lagi"


Naya pun hanya bisa pasrah dengan wajah malasnya, mereka mulai masuk ke dalam hotel tersebut dengan tangan Naya yang berada di dalam genggaman tangan Ardi. Sudah pasti hanya ada Irvan yang berada di dalam lift bersama mereka berdua


Irvan terus menjalankan tugasnya hingga mereka sudah berada di depan kamar mereka, saat Naya akan masuk ke dalam kamar tersebut dia pun menoleh ke arah Irvan dan Irvan tersenyum tipis sambil menundukkan sedikit kepalanya. Saat itu Irvan seolah sedang menunjukkan penghormatan dan rasa terima kasihnya kepada Naya


"Apa kamu mau mandi dulu?" tanya Ardi


Naya menjawab dengan menggelengkan kepalanya


"Ya sudah kalau begitu kamu bisa langsung istirahat, saya mau mandi dulu." lanjut Ardi


Naya pun menganggukkan sedikit kepalanya, saat Ardi sudah berada di dalam kamar mandi Naya pun menjadi bingung sendiri apa yang harus dia lakukan di tempat itu. Bagaimana pun juga saat itu dia berada di dalam sebuah kamar bersama seorang pria yang berstatus kekasihnya, segala pemikiran yang sedikit kotor pun langsung menghampiri benak Naya pada saat itu


Plak...


Naya menampar pipinya sendiri karena merasa malu dengan pemikiran yang hadir di dalam benaknya pada saat itu


"Astaga!! Muka aku terasa panas membayangkan hal-hal seperti itu!! Sadar Naya!! Kenapa sekarang kamu jadi orang yang berotak mesum?!!" gerutu Naya di dalam hatinya


"Apa aku pura-pura tidur aja sebelum dia keluar dari dalam kamar mandi?" gumam Naya


Naya pun langsung merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur dan menyelimuti tubuhnya dengan benar, tetapi tiba-tiba saja dia mulai membuka kedua bola matanya dengan sempurna


"Aku bisa gila sendiri kalau begini!! Mana ada orang tidur secepat ini? itu saja aja aku menunjukkan ke dia kalau aku lagi berbohong!!" batin Naya


Naya yang merasa frustasi pun akhirnya menendang selimut yang menutupi tubuhnya dan mendudukkan tubuhnya dengan sempurna, Naya sedang berusaha memutar otaknya untuk mencari cara agar mereka tidak merasa canggung berada di ruangan yang sama. Tanpa Naya sadari bahwa saat itu suara tetesan air di dalam kamar mandi sudah mulai berhenti


Ardi yang baru saja keluar dari dalam kamar mandi langsung mengerutkan keningnya melihat ekspresi wajah Naya pada saat itu


"Apa yang sedang dia pikirkan saat ini? Bahkan dia ga sadar kalau aku sudah keluar dari dalam kamar mandi, jangan bilang saat ini dia sedang menyusun rencana baru untuk menyiksa aku." batin Ardi


Kedua orang tersebut pun sedang asik dalam pemikiran mereka masing-masing

__ADS_1


__ADS_2