Terjerat Cinta Sang Penguasa

Terjerat Cinta Sang Penguasa
Kegelisahan Hati Ardi


__ADS_3

Saat tiba di kediaman orang tua Rendi terlihat semua orang sedang sibuk dengan urusan mereka masing-masing, sedangkan Naya dan Rendi memutuskan untuk masuk ke dalam kamar mereka masing-masing dan beristirahat sejenak


Semua orang di rumah itu mulai berkumpul saat keluarga Farhan tiba di rumah tersebut, sesekali Farhan mencuri pandang ke arah Naya yang saat itu memilih untuk mendudukkan tubuhnya tepat di samping Rendi


"Rasanya aku ingin berlari dan memeluk tubuh kamu dengan erat Nay, hati aku benar-benar terasa sakit melakukan ini semua di depan mata kamu." batin Farhan


Sedangkan di tempat yang berbeda seorang Ardiansyah Herlambang sedang menikmati minuman yang berada di dalam gelasnya dalam keadaan sudah setengah sadar


"Dia kenapa?" tanya Nico dengan suara pelan kepada Irvan


Irvan hanya terdiam dengan wajah datarnya


FLASH BACK


Ardi yang sedang duduk di bangku kebesarannya langsung mengerutkan keningnya saat membaca pesan singkat dari Naya


"Acara keluarga? kalau ga salah di data yang tertulis keluarga terdekat perempuan itu cuma keluarga Rendi, sebaiknya aku tanya hal ini kepada Rendi karena dia pasti tau." batin Ardi


Tanpa menunda waktu lagi Ardi pun segera menghubungi Rendi


"Halo," sapa Rendi


"Naya bilang hari ini dia ada acara keluarga"


"Keluarga Farhan akan datang untuk melamar kakak saya"


"Lalu apa urusannya itu semua dengan Naya? untuk apa Naya hadir di sana?" tanya Ardi dengan dingin


"Tadi saya juga sudah sempat bertanya tentang hal itu sama kak Naya, tapi kak Naya ga mau jawab. Tapi nanti saya akan tanya sekali lagi saat kami perjalanan pulang," jawab Rendi


"Boleh saya minta tolong sesuatu dari kamu?" tanya Ardi dengan serius


"Kamu mau minta tolong apa dari saya?"


"Saya akan menghubungi kamu sebelum kamu bertemu dengan Naya dan saya ingin mendengar secara langsung semua yang Naya katakan"


"Oke"


Tapi saat itu Rendi yang terbawa suasana dan lupa bahwa di seberang sana Ardi sedang mendengarkan percakapan mereka, Ardi pun mendengar semua percakapan mereka dengan jelas

__ADS_1


Hati Ardi langsung di buat tak menentu setelah mendengar percakapan Naya dan Rendi, untuk pertama kalinya di dalam hidup seorang Ardiansyah Herlambang dia merasa gelisah dan tak tau harus berbuat apa. Tiba-tiba ponsel Ardi pun mulai berdering dan Rendi adalah orang yang menghubungi Ardi pada saat itu, Rendi melakukan hal tersebut setelah dia masuk ke dalam kamarnya


"Apa tadi kamu mendengar semuanya?" tanya Rendi


"Ya," jawab Ardi dengan dingin


"Apa yang sekarang akan kamu lakukan?"


"Entahlah, rasanya saya hampir gila memikirkan tentang hal ini. Rasanya saya ingin hadir di sana hanya untuk membunuh laki-laki itu dan membawa Naya pergi dari sana," ucap Ardi dengan dingin


Rendi pun menghembuskan nafasnya dengan kasar


"Lakukan saja kalau kamu ingin kak Naya membenci kamu seumur hidupnya"


Untuk sesaat tak ada jawaban apapun dari seberang sana


"Apa saya boleh minta tolong sama kamu satu kali?" tanya Ardi


"Kamu mau minta saya melakukan apa?"


"Tolong segera kasih kabar keputusan Naya"


"Apa kamu sudah tidak waras?" tanya Ardi dengan dingin


"Maksud kamu?"


"Saya hanya akan membawa Naya dari tempat itu dan memberikan perhatian yang lebih sampai Naya benar-benar berhasil melupakan laki-laki itu," jawab Ardi dengan tegas


"Saya pegang omongan kamu dan secepatnya saya akan memberikan kabar ke kamu"


"Terima kasih," ucap Ardi dengan tulus


Ardi yang merasa tak tenang pun langsung menghubungi Nico dan meminta Nico untuk menemani dirinya, walaupun saat itu masih terbilang belum terlalu malam. Sudah pasti Nico tidak mungkin mengabaikan permintaan sang sahabat


Ardi terus meminum minuman yang berada di gelasnya tanpa henti untuk mendapatkan sedikit ketenangan hati, tapi semakin lama hatinya semakin terasa gelisah membayangkan yang tidak-tidak


"Apa lagi yang harus aku lakukan untuk kamu Naya? bagaimana kalau sampai detik ini ternyata hati kamu masih milik laki-laki itu? bagaimana kalau di sana kamu sampai menangis dan memaksa untuk menghentikan acara tersebut," batin Ardi lalu menghabiskan minuman yang berada di dalam gelasnya


FLASH OFF

__ADS_1


Di antara semua orang yang berkumpul di tempat itu dapat terlihat dengan jelas bahwa papa Tomi dan Laura adalah orang yang merasa paling bahagia dengan adanya acara tersebut, semua orang mulai membahas ini dan itu bahkan mereka sudah mulai menyinggung tentang tanggal pernikahan untuk Farhan dan Laura


Sedangkan Naya hanya terdiam dan terus memperhatikan keadaan hatinya, anehnya Naya sama sekali tidak merasakan apapun di dalam hatinya. Bahkan saat Farhan dan Laura mulai saling bertukar cincin Naya tetap tidak merasakan apapun di dalam hatinya, tapi tiba-tiba saja Naya mulai memasang wajah yang terlihat sedikit aneh


"Apa sekarang aku sudah bisa bawa kamu kabur dari sini kak?" bisik Rendi


Naya pun langsung menatap ke arah Rendi dengan wajah memelas, Rendi pun mengeraskan rahangnya dan sudah bersiap untuk membawa Naya meninggalkan tempat itu


"Hati kak Naya ga bisa merasakan apapun saat melihat mereka bertukar cincin Ren, apa ini artinya hati kak Naya terlalu murahan? kak Naya bisa berpindah hati dengan sangat mudah," bisik Naya lirih


Rendi pun tersenyum puas mendengar hal tersebut dan dia pun mengeluarkan ponselnya lalu mengirimkan sebuah pesan singkat kepada seseorang


"Kamu sudah menang kakak ipar," isi pesan singkat Rendi


Ardi pun tersenyum puas setelah membaca pesan singkat yang di kirimkan oleh Rendi, dengan senyuman yang terus mengembang Ardi mulai bangkit dari duduknya


"Lu mau pergi kemana? sebaiknya lu istirahat dulu, lu sudah mulai mabuk sekarang!!" ucap Nico dengan tegas


Ardi pun menatap ke arah Nico dengan ekspresi wajah bahagia


"Gw mau menjemput kekasih gw," jawab Ardi dengan yakin


"Woi!!" teriak Nico


Ardi hanya melambaikan tangannya dan mulai melangkahkan kakinya untuk meninggalkan tempat itu, tak butuh waktu yang lama Ardi pun sudah berada di dalam mobilnya


"Apa saat ini anda ingin menemui nona Naya tuan muda?" tanya Irvan


"Hem"


Di tempat yang berbeda Naya mulai berpamitan karena dia merasa saat itu dia sudah menemukan jawaban untuk hatinya, semua orang yang berada di tempat itu bisa melihat dengan jelas bahwa keadaan Naya saat itu baik-baik saja dan tidak terlihat bersedih ataupun tertekan sama sekali


Naya pun segera menuju ke arah kamarnya untuk mengambil barang-barang miliknya dan tak lama kemudian Rendi sudah berada di ambang pintu kamar Naya


"Mau aku antar pulang kak?" tanya Rendi lalu tersenyum


"Kamu kok ada di sini Ren?"


Rendi mulai melangkahkan kakinya mendekat ke arah Naya

__ADS_1


"Untuk apa aku di sana kak? orang yang harus aku lindungi ada di sini," jawab Rendi dengan yakin


__ADS_2