
Ardi pun mulai melepaskan kedua tangan Naya dan dengan cepat Naya langsung mengalungkan tangannya ke leher laki-laki tersebut, Naya pun menarik leher Ardi agar wajah laki-laki tersebut mendekat dan mereka pun mulai berciuman
Saat itu Ardi sudah mulai membalas ciuman Naya sambil terus memperhatikan reaksi tubuhnya atas ciuman tersebut, Ardi pun semakin yakin bahwa tak ada penolakan dari tubuhnya sama sekali bahkan tubuhnya benar-benar bereaksi dengan semua itu. Ardi mulai menyelipkan jari-jari pada tangan kirinya ke belakang leher Naya agar ciuman mereka bisa semakin dalam
Semakin lama ciuman mereka pun semakin dalam, kini tak hanya bibir mereka yang saling beradu tapi lidah mereka pun sudah sling terpaut. Pendingin ruangan di dalam kamar itu seolah tidak terasa sama sekali karena mereka berdua sudah dalam keadaan yang panas
Satu persatu pakaian yang mereka gunakan pada saat itu pun mulai terlepas dari tempat yang semestinya, kamar itu menjadi saksi bisu dua orang yang tidak saling mengenal sedang memadu kasih
Ardi yang sudah terbilang cukup dewasa memang ingin sekali bisa melakukan hal tersebut seperti orang normal lainnya, dia pun berusaha sebaik mungkin untuk membuat Naya merasakan hal yang sama dengan dirinya
"Pak...." ucap Naya lirih
Ardi pun tersenyum puas mendengar suara Naya yang seperti itu, karena apa yang sedang dia lakukan saat itu berarti telah berhasil. Saat itu Ardi sedang bermain di bagian inti Naya dengan bebas, dia pun mulai mendekatkan bibirnya ke telinga Naya
"Panggil saya Ardi," ucap Ardi dengan suara yang berat
"Ardi..."
Cukup lama juga Ardi bermain di bagian inti Naya, bahkan dia semakin menggila saat bibirnya Naya mulai terus memanggil namanya di selingi dengan suara laknat. Saat itu Ardi hanya ingin Naya bisa merasakan kepuasan yang dia inginkan, karena Ardi sudah berniat untuk menjadikan Naya miliknya untuk selamanya
Tak lama kemudian Naya pun mengeluarkan suara laknatnya karena telah mencapai pelepasan pertamanya, sedangkan Ardi tersenyum puas melihat hal tersebut. Ardi pun mulai berada tepat di atas tubuh Naya dengan kedua tangan yang dia jadikan penopang berat badannya
"Apa kamu sudah siap?" tanya Ardi sambil menatap Naya dengan lembut
Saat itu Naya hanya menjawab dengan anggukan kepalanya, Ardi pun mulai mencoba menjebol gawang pertahanan Naya. Tetapi Ardi merasa sedikit kesulitan untuk melakukan hal tersebut
"Aku rasa perempuan ini ga mungkin masih bersih karena sikap dia dari tadi benar-benar liar, apa ini artinya aku yang ga mampu untuk melakukan hal ini?" batin Ardi
__ADS_1
Dengan perasaan yang sedikit jengkel Ardi pun sedikit memaksa untuk menjebol gawang pertahanan Naya
Naya pun terlihat meringis menahan rasa sakit yang dia rasakan saat gawang pertahanannya di bobol dengan cara memaksa, sedangkan Ardi merasa sedikit bingung karena dia merasa ada sesuatu yang keluar di bawah sana. Ardi pun hanya terdiam dan menoleh ke arah bawah untuk memeriksa yang sedang terjadi
"Sial!!" umpat Ardi
Pengaruh obat di tubuh Naya membuat dia bisa melupakan rasa sakit yang baru saja dia rasakan dengan mudah, dia pun mengalungkan tangannya ke leher Ardi untuk mendapatkan ciuman dari laki-laki tersebut. Ardi yang merasa sedikit panik tanpa sadar menepis tangan Naya dengan cukup kuat
"Apa kamu belum pernah melakukan hal ini?" tanya Ardi dengan dingin
Entah mengapa Naya menjadi sedikit tidak suka dengan eskpresi wajah Ardi pada saat itu, dia merasa mendapatkan sebuah penolakan keras dengan eskpresi yang Ardi tunjukkan
"Apa hal itu menjadi masalah bagi anda pak? kalau anda memang tidak suka maka saya bisa mencari orang lain," jawab Naya dengan asal
Tiba-tiba saja Ardi pun tersenyum dingin
"Sepertinya kamu ga bisa mendengarkan ucapan saya dengan benar, perempuan seperti kamu memang harus di beri sedikit pelajaran!!" batin Ardi
"Sampai kapanpun saya tidak akan pernah melepaskan kamu, kamu hanya bisa di miliki oleh Ardiansyah Herlambang." batin Ardi sambil menatap dingin ke arah Naya
Naya yang masih berada di bawah pengaruh obat sekalipun terus meringis karena ulah Ardi pada saat itu, Naya yang mulai merasa tidak suka pun mendorong tubuh Ardi secara perlahan
"Tolong lembut sedikit pak," ucap Naya
Ardi pun langsung mengehentikan aksinya dan menatap Naya dengan seksama
"Apa kamu ingin saya bersikap lembut terhadap kamu?" tanya Ardi dengan serius
__ADS_1
Naya pun menganggukkan kepalanya, Ardi mulai mencium leher mulus Naya dengan lembut
"Kalau begitu mulai sekarang kamu di larang untuk memikirkan pria lain, apalagi berharap tubuh kamu bisa di sentuh oleh pria lain. Bagaimana?" tanya Ardi dengan lembut dan mencium leher Naya sekali lagi
"Baik pak"
Ardi pun tersenyum puas lalu mencium kening Naya dengan lembut
"Panggil saya Ardi, dan kamu harus ingat kalau kamu sudah menjadi milik Ardiansyah Herlambang." ucap Ardi dengan lembut
Naya yang masih dalam keadaan setengah sadar menjawab dengan anggukan kepalanya dan Ardi pun tersenyum puas melihat hal tersebut, Ardi mulai melanjutkan aksinya tapi dengan cara yang perlahan seperti keinginan Naya. Jauh di dalam lubuk hati Ardi saat itu terdapat kepuasan tersendiri karena dia adalah laki-laki pertama bagi Naya
Malam itu adalah pertama kalinya bagi seorang Ardiansyah Herlambang melakukan hal tersebut, Ardi pun harus bekerja keras untuk membuat Naya benar-benar terlepas dari efek obat yang menguasai dirinya. Setelah Naya benar-benar mencapai apa yang dia inginkan, tanpa perasaan bersalah sama sekali dia pun langsung menuju ke alam mimpi
Ardi sendiri tak bisa langsung tertidur karena seolah dia tidak pernah puas untuk menatap wajah cantik Naya yang terlihat tenang saat tertidur, dengan lembut dia merapikan rambut Naya yang terlihat sedikit berantakan
"Siapa kamu sebenarnya? kenapa kamu bisa menaklukkan saya dengan mudah? saat nanti kamu terbangun dan mengetahui siapa saya, mungkin kamu ga akan berani lagi untuk melakukan semua hal gila yang tadi kamu lakukan kepada saya." batin Ardi sambil tersenyum tipis
Malam itu entah sudah berapa kali seorang Ardiansyah Herlambang di buat tersenyum karena Naya, dia pun mulai meraih ponselnya dan menghubungi seseorang
"Selamat malam tuan muda"
"Cari tau semua tentang perempuan ini, saya mau besok semua informasi tentang perempuan ini sudah masuk ke dalam email saya." ucap Ardi dengan dingin
"Baik tuan muda"
Ardi pun memutuskan sambungan teleponnya dan mulai menatap kembali wajah Naya
__ADS_1
"Saya akan memberikan apapun yang kamu inginkan di dunia ini, saya harap kamu ga akan melakukan sesuatu yang bisa membuat saya menyakiti kamu secara berlebihan." batin Ardi sambil tersenyum tipis
Ardiansyah Herlambang yang selalu bersikap dingin langsung memerintahkan seseorang untuk membawakan salep untuk mengobati luka dia tangan Naya, dia mengolesi salep tersebut secara perlahan ke bagian tangan Naya yang terluka sambil tersenyum tipis