
Lagi-lagi Clara menggunakan kepiawaian dalam merebut hati Reyhan dengan memakai airmata palsunya, terlihat lemah dan seperti orang sakit-sakitan
"Sekarang saja kamu sudah meragukan aku Rey. Aku melihat sendiri kau terus tidak percaya dan mencari cara untuk melihat luka di punggung ku." Kirana memasang wajah sedih.
"Clara aku tidak bermaksud untuk meragukan kalau kamu yang menyelamatkan aku, aku hanya ingin memeriksa apakah luka itu masih ada, tidak lebih.ujar Reyhan hati- hati berbicara, takut ucapannya melukai hatinya.
"Masih Rey, luka itu tidak akan hilang seiring berjalannya waktu."
Clara mengikat rambutnya yang sepanjang pundak itu, lalu dia menurunkan tangtop yang salah satu talinya sudah turun hingga di bahu.
"Lihatlah Rey, Lihatlah dari dekat agar kau bisa melihatnya. Clara mendekati Reyhan dan memamerkan punggungnya di depan Reyhan hingga laki-laki itu bisa melihat bekas luka jahitan dengan jelas.
"Maafkan aku Clara, maafkan aku." Reyhan memeluk Clara dan mengecup keningnya.
Clara bersorak dalam hati, Reyhan lagi-lagi percaya semua yang dia katakan.
__ADS_1
Rey, aku akan siapkan bekal, sementara kamu lanjutkan siap-siap."
"Baiklah." Reyhan melepas pelukannya.
Clara segera ke dapur dan melihat isi kulkas Reyhan. Clara menemukan roti dan selai. melihat dua bahan itu ada di dalam kulkas, terlintas ide brilian untuk membuat roti bakar isi selai.
Bagi Nayara sarapan roti bakar tidak terlalu buruk.
Clara duduk di ruang makan usai menata Roti bakar milik Reyhan dan miliknya.
"Tidak perlu, aku akan pesan makanan saja."
"Tidak masalah Rey, setiap pagi dan pulang dari kantor nanti aku akan memasak untukmu, bukankah sebentar lagi kita akan menikah, aku harus mulai biasakan diri menjadi seorang istri seorang Reyhan," ucap Clara yang terdengar begitu manis. Clara menggengam tangan Reyhan dengan pandangannya fokus pada kekasihnya.
Reyhan semakin tersipu dengan setiap rangkaian kalimat indah yang diucapkan oleh Clara.
__ADS_1
"Kamu memang calon istri yang sangat hebat Clara." Reyhan duduk didepan Clara, mereka berdua menikmati sarapan roti bakar buatan kekasihnya itu.
Clara mulai melancarkan rencananya dengan kembali menjelekkan Kirana di depan Reyhan, Clara berusaha mengarang cerita palsu supaya Reyhan semakin benci dengan Kirana.
Selain menyingkirkan Kirana dari sisi Reyhan, Clara juga ingin menguasai perusahaan milik keluarga Kirana. Ya Clara ingin selalu memiliki semua aset berharga milik Kirana dan keluarganya Karena Clara kecil sudah merasakan bagaimana nikmatnya menjadi Kirana dengan banyak harta dan kasih sayang.
"Rey, aku mendengar sendiri kalau Kirana ingin membalas sakit hatinya dengan menggugurkan bayi ini. Kirana masih tidak terima dengan bayinya yang mati waktu itu. Kirana ingin aku celaka. Bukan itu saja, dia tidak terima kamu dan aku bekerja di perusahaan keluarganya. Kirana ingin menguasai semua seorang diri.
Reyhan tersentak kaget dengan ucapan Clara. Sebenarnya Reyhan bertahan diperusahaan itu karena tidak ingin Kirana memikul beban terlalu berat, posisi direktur bagi Reyhan sangat berguna untuk membantu Kirana. Perusahaan akan kehilangan klien-klien penting jika sampai Reyhan melepas sepenuhnya.
Akan tetapi mendengar ucapan Clara baru saja membuat Reyhan naik pitam, Reyhan kecewa dengan Kirana yang dinilai serakah. Usaha keluarga Kirana dulu tak sebesar saat ini, akan tetapi ditangan Reyhan semua maju dengan pesat. Reyhan juga memiliki saham meski tak sebesar Kirana.
"Rey, kamu harus buka mata lebar- lebar, Kirana semakin berulah saat dia berpacaran dengan putra Tuan Abraham. dan itu alasannya dia ingin cepat bercerai darimu." Kirana berkata dengan sangat lembut, seolah semuanya benar dan dia sosok paling menderita.
Rey, lindungi aku, aku tidak mau kehilangan bayi ini, dia tidak bersalah, dan aku minta kamu harus segera ambil keputusan, buat Kirana tidak berdaya di perusahaan, supaya dia tahu kalau kamu tidak mudah untuk direndahkan.
__ADS_1