Terlambat Menyadari CINTA

Terlambat Menyadari CINTA
Part 68. Prewedding


__ADS_3

Pagi yang nampak sangat indah, sinar mentari menyentuh dedaunan tanpa penghalang, panasnya menghangatkan bumi.


Kirana melihat bintik ditubuhnya mulai hilang, dia tersenyum di depan cermin karena ingat Aezar kemaren terus memujinya cantik.


Ting!


Notif pesan masuk ke ponsel Kirana.


"Sayang aku akan menjemputmu. Bersiaplah," pinta Aezar dengan suaranya khas lelaki yang penuh perhatian


"Baiklah."


Kirana tahu hari ini Aezar akan mengajak foto prewedding di sebuah tempat yang sudah direncanakan beberapa hari lalu.


Kirana segera mandi merias diri hingga cantik dan wangi, dia juga memakai gaun putih tulang sepanjang lutut, ikat pinggang kecil dia sematkan di pinggang nya.


Lima menit kemudian Aezar datang, lelaki berperawakan tinggi gempal itu segera masuk setelah security di rumah membukakan pintu.


"Tuan Aezar, Nona Ana sudah menunggu," kata security yang melihat Kirana berpenampilan cantik, dan beberapa kali menengok ke depan seolah menunggu seseorang.


"Benarkah ana sudah menunggu, Aezar nampak sangat bahagia.


"Benar, Tuan."

__ADS_1


Aezar segera masuk ruang tamu dan mencari keberadaan Kirana. Rona bahagia tak bisa dia sembunyikan lagi.


"Kirana yang kebetulan sedang menunggu sambil membaca novel online sangat terkejut ketika tangan besar menutup kedua bola matanya.


"Mas kapan kamu datang."


"Mas ini kamu kan?"


Kirana mencoba membuka, tapi Aezar masih berusaha menahamya.


"Mas, aku sudah tahu ini aroma parfum kamu," Kirana meminta. Aezar membuka matanya.


Aezar menarik kedua tangannya dari kedua mata Kirana dan memeluk erat tubuh wanitanya dari arah belakang. "Sayang, baru saja aku tahu kalau ada yang sedang rindu berat sama aku, apa kamu cemburu?"


"Entahlah, Siapa ya?" kata Aezar dengan nada menggoda, lalu mencium tengkuk Kirana. Kirana merasakan sensasi geli karena kumis Aezar menyentuh kulit lembutnya.


"Kamu rindu aku atau tidak?" Bisik Aezar


"Tentu."


Aezar tertawa, Kirana baru sadar kalau Aezar tengah bermain kata-kata.


Kirana dan Aezar lalu berangkat menuju Bromo, dia melakukan pemotretan prewedding disana.

__ADS_1


Setelah beberapa jam berada di perjalanan mereka akhirnya sampai di daerah pegunungan Bromo. sesi prewedding segera dimulai.


pengambilan foto yang dilakukan oleh fotografer menghasilkan foto yang indah dan memukau. Kirana dan Aezar sendiri tidak yakin hasilnya akan seindah ini.


Kirana nampak sangat senang dan puas dengan kerja MUA dan fotografer yang didatangkan Aezar.


"Bagaimana Sayang kamu senang dengan foto prewedding kita hari ini?"


"Iya Mas, gak nyangka hasilnya akan sangat mengagumkan, kita terlihat serasi sekali.


Setelah sesi pemotretan, nampaknya Aezar dan Kirana masih betah disana. Kirana dan Aezar main-main di asekitar Bromo hingga sore tiba.


***


Siapa sangka esok apa yang dilakukan Aezar dan Kirana sudah jadi topik trending sebuah majalah bulanan.


Rupanya diam-diam ada yang tertarik dengan gerak-gerik Kirana dan Aezar. Mereka selalu berusaha untuk menjadikan keduanya perbincangan positif di dunia maya.


Reyhan yang mengetahui semuanya nyaris menumpahkan kopi ke tubuhnya sendiri. Jujur dia terkejut dengan apa yang baru saja dilihatnya.


Lalu bagaimana dengan Clara?


Wanita itu nyatanya semakin iri melihat apapun pencapaian Kirana. Meski Kirana sudah Bersama Aezar, masih juga membuat hidupnya terus terusik.

__ADS_1


Clara yang baru saja melihat sebuah prewedding Kirana di sebuah tempat yang baginya indah itu mengepalkan tangannya dan menggebrak meja. Apalagi perlakuan buruk Reyhan baru saja membuat kekalahannya semakin nampak jelas membekas di hati.


__ADS_2