
"Ana, Reyhan masih sakit. yang kamu lihat pasti orang lain." Aezar tidak percaya karena setahu dia kecelakaan yang menimpa Reyhan lumayan parah.
"Dia ada disini Za, aku melihatnya." kata Kirana
Baru saja Aezar menoleh Reyhan, tiba-tiba berulah, lelaki itu pura-pura pingsan.
Siapapun yang saat itu didekatnya tentu saja terkejut dengan Reyhan yang tiba-tiba pingsan. Termasuk Kirana, wanita yang selalu peduli dengan kondisi Reyhan.
"Rey!!" Kirana menghentikan acara dansanya dan berlari menghampiri Reyhan yang pingsan. Kirana nampak sangat panik.
"Rey! rey!"
"Akhhh." Reyhan kesakitan dan terus mengaduh sambil memegangi kepalanya demi menarik simpati Kirana.
"Rey, apa yang terjadi. Dimana Clara, apakah kau tak mengajaknya?" Kirana jongkok di depan Reyhan yang nampak lemah. Reyhan merubah posisinya dan merebahkan kepalanya di bahu Kirana. Semua tamu yang datang mulai bertanya tanya siapa lelaki itu, dan kenapa Kirana begitu panik.
"Aku sendiri, Ana." Kata Reyhan sambil meraih jemari Kirana dan menggenggamnya sangat erat.
"Kau harusnya istirahat Rey," ujar Kirana semakin panik begitu merasakan tubuh lelaki itu panas.
"Ana kamu khawatirkan aku?" Reyhan tersenyum penuh kemenangan.
"Kamu sedang sakit, kondisimu belum pulih tentu aku khawatir."
Reyhan membuka matanya dan tersenyum pada Aezar yang ada di dekat Kirana.
"Aezar kamu tahu siapa yang dicintai oleh kirana? Meski kau akan menikahinya, tapi dihatinya masih bersemayam namaku." Kata Reyhan pada Aezar yang hendak memeriksanya.
Kirana segera bangkit, tentu dia terkejut dengan ucapan Reyhan baru saja.
"Tidak Rey, kamu salah. Aezar jangan dengarkan dia, Reyhan bukan siapa-siapa lagi bagiku selain hanya partner bisnis." Kirana segera menghempaskan tangan Reyhan dan berdiri memeluk lengan Aezar.
Reyhan menyusul berdiri, meski tubuhnya memang sakit, tapi dia tidak selemah yang terlihat tadi. Semua tadi hanyalah akting yang sengaja dilakukan untuk memancing reaksi Kirana.
Aezar mengecup kening Kirana dan meminta wanita itu untuk menjauh. "Pergilah, aku harus bikin perhitungan dengan lelaki ini, biar dia sadar posisinya, kalau dia sekarang hanyalah mantan."
"Za, apa yang akan kamu lakukan?" Kirana takut Aezar akan khilaf dan melakukan hal yang melebihi batas.
__ADS_1
Sedangkan Aezar sangat geram karena Reyhan dengan sengaja mengacaukan pestanya, lelaki itu saatarah matanya berubahrmjadi merah dan zangannya terus saja mengepal.
Bruk! Satu pukulan tepat mendarat di rahang Reyhan. Reyhan mengusap pipinya dan tersenyum smirk.
"Kamu suka sekali kekerasan Tuan, padahal disini kamu jelas-jelas telah mengambil istriku," ejek Reyhan.
Plaaak! Aezar kembali memukul rahang satunya lagi. Reyhan jatuh tersungkur sambil menahan sakit di kedua rahangnya. "Kau menerlantarkan wanita yang tulus mencintaimu dan membunuh bayi di rahimnya kau bilang istri!
"Ayo lekas katakan tuan Rey Bagaskara, mumpung media sedang meliput kita semua, jika kau adalah ayah yang kejam. Kau membuat wanita yang rela mengandung anakmu dengan senang hati. Kau paksa untuk mendonorkan darah pada selinghukanmu hingga kondisinya menjadi lemah. Tuan Rey! Ayo katakan siapakah orang kejam itu." Reyhan berkata sambil merentangkan tangan seolah meminta sorot kamera para reporter hanya tertuju padanya.
Para reporter menuruti ucapan Aezar, Kameramen fokus menyorot wajah Reyhan yang dituduh biang masalah.
Niko yang baru datang dia langsung meminta Reyhan dengan hormat untuk segera pergi saja.
Sudah Tuan, kita pergi dari sini ingat ini acara besar dan live, anda akan menjadi orang yang buruk dimata dunia, ujar Niko sang asisten mengingatkan majikannya supaya tidak bikin ulah.
"Kamu benar, sepertinya kita harus pergi."
Dengan bantuan Niko Reyhan bisa pergi. pergi dan menghindari para reporter.
"Begini Pah, kalau yang dicintai anak kita itu mantan istri orang."
"Apa salahnya kalau mantan istri orang, Mah. Kirana wanita baik-baik, papa kenal baik dengan kedua orang tuanya." Mendapat sorot tajam dari Papah, otomatis Mama langsung diam. Wanita itu tahu kalau suaminya selalu benar.
Papah Aezar keluar untuk menenangkan tamu, kini Aezar tinggal berdua dengan mama saja.
"Za, apa yang Mama takutkan akhirnya terjadi, mantan suami Kirana akan mengacaukan semuanya."
"Terus kenapa Ma? Apa salah Kirana?"
"Tidak ada, hanya saja jika kamu mau menikah dengan seorang gadis, semua ini tidak akan terjadi," ujar Mama.
"Cinta itu tidak memandang gadis ataupun janda Ma, yang penting Aezar nyaman dengan Kirana, mama cukup doakan Aezar agar bahagia, Aezar pasti akan berikan mama cucu yang lucu-lucu nantinya," kata Aezar sambil mengecup pipi mamanya.
"Kalau kamu sudah yakin dengan pilihanmu, Mama bisa apa?" ujarnya sambil memeluk sang putra.
Setelah Aezar kembali tampan dengan kemeja putih yang baru lelaki itu keluar untuk melangsungkan acara tukar cincin. Aezar nampak lebih tampan dan rapi.
__ADS_1
Lelaki berperawakan tinggi ideal dan jalannya tegak menawan itu segera menghampiri Kirana yang didampingi oleh Fiona dan Jeni.
Kirana berjalan menghampiri Aezar begitu pula dengan Aezar yang terus mendekati Kirana.
Setelah dekat kedua tangan mereka saling terulur dan saling menggenggam erat.
Acara tukar cincin segera dimulai. Aezar memakaikan cincin di jari manis Kirana disaksikan oleh seluruh tamu yang hadir.
Setelah keduanya saling memasangkan cincin di jari manis bergantian, Aezar dan Kirana mendapat hadiah tepuk tangan yang sangat meriah dari para sahabat, setelah sesaat tadi suasana begitu mencekam.
"Cium! cium! cium!"
"Peluk! peluk! peluk!"
Jeni dari belakang membisikkan sesuatu. "ayolah, kalian akan jadi suami istri dalam beberapa hari kedepan, masih jaim aja. Turuti saja mereka."
"Jeni, diam kamu." Kirana mencubit perut sahabat sekaligus asistennya.
Aezar mendekati Kirana, Jeni otomatis mundur.
"Za, please jangan lakukan, aku malu. Kita baru tunangan."
Aezar sepertinya tidak mengindahkan ucapan Kirana, lelaki itu sengaja mendekatkan wajahnya dengan posisi siap mencium.
Para tamu undangan mendadak sepi, menunggu moment Aezar mencium Kirana. Karena sepi Aezar menarik wajahnya lagi.
"Maafkan aku, dia adalah wanita yang harus aku jaga kehormatannya, saya tidak akan menciumnya di depan kalian sebelum kami resmi menjadi suami istri," terang Aezar panjang lebar.
"Aezar, kau membuat aku kecewa." kata salah seorang sahabat yang dibuat senam jantung karena mengira Aezar benar-benar akan mencium Kirana.
Aezar membalas dengan menangkupkan tangannya tanda mohon maaf.
Mereka semua akhirnya mengerti, para tamu mulai menikmati hidangan lezat yang sejak tadi sudah menanti untuk disantap
Para tamu terlihat sangat puas dan senang bisa hadir di acara mewah di tahun ini. Aezar dan Kirana turun menghampiri mereka satu persatu dan mengucapkan terimakasih karena telah sudi untuk datang.
*Happy reading, jangan lupa Like, Comen, Vote.
__ADS_1