Terlambat Menyadari CINTA

Terlambat Menyadari CINTA
Part 92. Berkelahi lagi.


__ADS_3

Raka mengemudikan mobil menuju perusahaan, sebuah gedung kembar yang megah di tengah kota, yang satu dikuasai oleh Kirana dan satu dikuasai oleh Reyhan. Saat ini saham mereka impas Fifty-Fifty.


"Kau CEO perusahaan ini?" Tanya Raka.


"Iya, ini milik papaku, tapi separuh sahamnya sekarang sudah milik Reyhan. Itu sebabnya dia kerap datang di perusahaan ini."


'Benar-benar lelaki yang sangat beruntung, setelah menguasai perusahaan milik keluarga, Reyhan juga memiliki saham di perusahaan yang lumayan besar ini, Dia sungguh lelaki licik yang sangat serakah.' batin Raka.


"Kok bengong, Ayo kita masuk, sepertinya Andre sudah menunggu," ajak Kirana.


Lelaki berwajah mirip Reyhan hampir sembilan puluh persen namun sikapnya jauh berbeda itu mengikuti langkah Kirana dan ikut masuk.


Raka dan Kirana sudah sampai di ruang pribadi Sang CEO. Raka sempat takjub dengan megahnya gedung tempat Kirana bekerja.


"Kirana, Reyhan sebenarnya ingin kembali padamu karena ingin menguasai seluruh harta yang belum berhasil dia kuasai," ujar Raka.


"Entahlah, aku rasa Reyhan tidak ingin melakukan hal itu. Jika mau, Reyhan pasti sudah mendapatkan sejak dulu," jawab Kirana.


Raka tertawa. " Kirana, kamu ternyata sangat polos, tujuh tahun bersama tidak membuat kamu kenal dengan sifat aslinya.Reyhan juga melakukan hal yang sama padaku, dia mengambil seluruh perusahaan. Menguasai seorang diri dan dengan sangat tega dia menyingkirkan aku." Raka terus berusaha meyakinkan Kirana.


Kirana menatap Raka dan mendekatinya, berusaha mencari kebenaran dari seorang Raka," kalau begitu aku sepertinya harus waspada."

__ADS_1


"Biar aku membantumu Kirana." Raka tersenyum dan meraih jemari Kirana. Kirana membiarkan Raka mencium tangannya dan hal itu kembali disaksikan oleh Reyhan yang diam-diam kembali menguntitnya.


Plak! Plak! Prak! Reyhan terus memukul Raka tepat di rahangnya membuat lelaki itu mengalami robekan di pipi, Reyhan juga memukul perut Raka sebelum lelaki itu sempat membalas.


Kirana tentu ketakutan luar biasa melihat dua lelaki bertengkar di depannya tanpa tahu sebabnya.


"Rey! hentikan."


Bukannya mengindahkan ucapan Kirana tetapi Reyhan malah dengan gila memukul saudara kembarnya.


"Rey!"


"Minggir Ana." Rehan mendorong Kirana yang hendak menolong Raka. " Berani sekali dia mengganggumu."


Reyhan menghentikan pukulannya setelah Andre dan Niko membawa Raka pergi dan Kirana menarik bahu Reyhan dari belakang.


"Ana, kamu tidak boleh dekat dengan dia "


" Kenapa gak boleh, siapa kamu melarang aku berteman dengan Raka! Ingat Rey, kamu bukanlah siapa-siapa lagi bagiku, kamu hanyalah orang lain."


"Orang lain, haha, kamu sampai saat ini masih istriku Ana, pengadilan agama telah menolak gugatan yang kamu ajukan." Reyhan tertawa keras mengejek usaha Kirana yang gagal.

__ADS_1


"Kamu!" Kirana menaikkan telunjuknya ke depan wajah Reyhan. "Aku tidak sudi lelaki tukang selingkuh."


"Selingkuh? Aku tidak pernah Selingkuh dari kamu. Aku juga tidak pernah tidur dengan Clara. Dia merekayasa semuanya, bahkan kehamilan Clara juga bohong, dia sengaja menjebakku yang tengah mabok dan mengatakan kalau kita tidur bersama, dan ...." Reyhan menghentikan ucapannya. Reyhan sangat malu dengan kebodohannya selama ini.


"Maafksn aku selama ini tidak percaya padamu, kalau kamu adalah orang yang sudah menyelamatkan nyawaku, aku- aku sudah masuk perangkap Clara."


Reyhan terlihat menyesali kebodohannya, Sedangkan Kirana menangis tersedu. Kirana benci dengan Reyhan yang terlalu bodoh, baru tahu setelah semuanya terlambat. Tidak ada yang bisa diperbaiki lagi dengan rumah tangganya. Kirana terlalu benci dengan Reyhan yang lebih percaya Clara.


"Ana kenapa kau sejak dulu tidak ingatkan aku."


"Dasar Amnesia, aku sudah sering kali mengingatkan tapi kamu yang terlalu cinta dengan Clara.


"Cinta? Cintaku hanya padamu Ana. Clara selalu memanfaatkan sakitnya untuk mengecoh aku. Perasaanku pada Clara hanyalah sebatas ingin balas budi. Andaikan aku tahu yang sebenarnya sejak dulu, pasti hubungan kita akan baik-baik saja.


"Hubungan apa yang kau katakan Reyhan, Kamu hanyalah masalalu buatku, dan hanya orang bodoh saja yang sudi balikan dengan lelaki yang sudah menyakitinya berkali kali." Kirana makin muak dengan Reyhan yang masih bisa berkata tentang hubungan yang jelas-jelas sudah berakhir sejak lama.


Kirana hendak pergi meninggalkan Reyhan dan meraih handbag di atas meja tapi Reyhan menahannya dengan mendorong tubuh Kirana ke dinding dan menguncinya. "Aku akan menghancurkan hidup siapapun yang sudah berani mengganggu istriku."


'Plak!" Kirana menampar pipi Reyhan dan menatapnya tajam, mata Kirana melotot nyaris sebesar kelereng jumbo.


"Simpan bualanmu sendiri Rey, jangan berharap aku akan kembali padamu."

__ADS_1


"Ana, selama ini aku selalu bisa mendapatkan apa yang aku inginkan, termasuk kamu, bukankah kamu tidak pernah mencintai siapapun seperti cintamu padaku. Aku tahu dihatimu masih kau simpan namaku." Reyhan tersenyum smirk.


"Percaya diri sekali Rey, aku bahkan sudah lupa kalau kita pernah ada hubungan." Kirana membalas dengan tersenyum sinis.


__ADS_2