Terlambat Menyadari CINTA

Terlambat Menyadari CINTA
Part 75. Pergi, aku tak ingin melihatmu.


__ADS_3

"Pah, jawab aku, dimana Aezar dirawat?"


"Nak, tenanglah dulu, sehatkan diri kamu." Mama Kirana ikut bicara sambil mengelus rambut putrinya dengan linangan airmata.


Kirana yang lemah hanya bisa menuruti ucapan papa dan mamanya.


Di wajah Papa dan Mama nampak ada kabut tebal yang menyelimuti, hingga keduanya terlihat murung, Ekspresi orang tuanya membuat Kirana bersedih dan curiga kalau kondisi Aezar pasti tidak baik-baik saja.


Jujur Atmaja bingung bagaimana menjelaskan pada Kirana soal kepergian Aezar dalam kecelakaan itu, mengingat kondisi Kirana yang tidak baik pula.


Nona ana, benar yang diucapkan oleh Keluarga Anda, anda sekarang harus pulih dulu, baru pikirkan keadaan orang lain.


"Dok, dimana salah saya? Saya menanyakan tunangan saya, kita bahkan akan menikah beberapa hari yang lalu," terang Kirana dengan linangan airmata.


Dokter terdiam karena Kirana nampak sangat shoc. Dokter memilih menyelesaikan pekerjaan dengan baik dan meminta perawat untuk memantau perkembangan Kirana dengan intensif.


Reyhan yang melihat semuanya pun tak bergeming dari pengintaian. Hati kecilnya nampak cemburu karena Kirana ternyata benar-benar sudah membuang bayangan dirinya di lubuk hati yang paling dalam dan mengganti dengan nama Aezar. Reyhan beranjak lalu duduk di kursi sofa sambil menatap Kirana yang terlihat menyedihkan.

__ADS_1


***


Tak lama semua orang diminta perawat untuk keluar karena Kirana akan melewati serangkaian pemeriksaan. Momen seperti ini dimanfaatkan Kirana untuk menghubungi asisten Andre dan menanyakan perihal Aezar.


Kabar yang didapat oleh Kirana sungguh bagaikan palu godam yang menghantam kepalanya. Kirana nampak shock dan pingsan kembali beberapa saat mendengar Aezar telah tiada.


Cinta Kirana pada Aezar bukanlah cinta yang sekedar manis ketika diucapkan saja, tapi Kirana banyak berharap akan bisa mengarungi bahtera mahligai bersama dengan lelaki yang menjadi cintanya meski bukan pertama itu.


Kirana merasa frustasi, hati dan cintanya hancur seketika, mendengar kabar duka tentang kepergian Aezar.


Kirana mendadak menjadi menggila, dia berteriak histeris dan putus asa. Perawat yang hendak membersihkan tubuh Kirana menjadi panik.


"Tenang suster? Bagaimana aku harus tenang saat lelaki yang kita cintai pergi untuk selamanya? apakah aku harus diam seolah semua baik saja, Kenapa ini harus terjadi padaku? kenapaaaaa!" Kirana semakin histeris, dia mencopot selang infus dan hendak berlari keluar bangsal mencari tempat peristirahatan Aezar.


Reyhan yang mendengar teriakan Kirana dari bangsal, sesaat merasa cemburu. Reyhan tak percaya Kirana benar-benar jatuh hati dan kehilangan Aezar.


Suster terpaksa memberikan suntikan tambahan pada selang infus milik Kirana, berharap wanita tengah merasakan derita amat besar itu segera terlelap.

__ADS_1


Usaha suster membuahkan hasil, Kirana segera tidur setelah berteriak histeris dan menggila. Atmaja dan Mama Kirana semakin sedih melihat putri semata wayangnya kembali menderita karena cinta.


"Anda sebaiknya istirahat, mumpung pasien sedang dalam pengaruh obat penenang. Kabar yang mengejutkan membuat emosi pasien akan meluap tak terkendali, mungkin akan membuat anda butuh banyak tenaga untuk menghibur saat bangun nantinya" Kata suster dengan lemah lembut.


Orang tua Kirana menuruti perintah suster mereka segera ke mushola untuk menjalankan sholat dan berdoa. Sedangkan Reyhan memanfaatkan kondisi sepi untuk menemui Kirana. Reyhan tidak puas jika hanya melihat Kirana dari kejauhan.


"Kirana," lirih Reyhan. jemari Reyhan menggenggam tangan Kirana yang dingin.


Kirana segera membuka mata. "Rey?!" Kirana segera membuka mata ketika suara tak asing memanggilnya.


"Rey!!" Kirana segera menggeser duduknya, sepertinya kekuatan obat penenang di tubuhnya seketika sirna.


"Iya, ini aku Ana." Reyhan berkata dengan lemah lembut. Bibirnya membentuk lengkungan kecil.


"Rey, pergi kamu dari sini. aku tidak butuh belas kasihan darimu Rey, pergiiii!" Kirana kembali menggila setelah melihat Reyhan.


"Ana, aku tidak akan pergi, izinkan aku menjagamu, menemanimu." Kata Reyhan terlihat tulus. " Izinkan aku menjadi pengganti Aezar yang selalu ada di sisimu, meski cintaku tidak bisa menggantikan cinta dia."

__ADS_1


Kirana tertawa. "Rey, inikan yang kamu mau? Kamu merencanakan kecelakaan itu seolah olah murni kecelakaan. Padahal ini akal licik kamu, kamu ingin membuat aku dan Aezar tidak pernah bisa bersatu."


"Ana." Reyhan menggeleng.


__ADS_2