Terlambat Menyadari CINTA

Terlambat Menyadari CINTA
Tipu daya wanita licik


__ADS_3

"Rey, tunggu!" Clara berteriak menghentikan langkah Reyhan.


"Apalagi yang kau inginkan? Aku sudah tidak ada urusan lagi disini."


Orang tua Clara ikut-ikutan menghadang Reyhan yang hendak pergi. Ibu Clara menahan lengan Reyhan.


"Apa ini Clara, urusan diantara kita selesai, dan bersiaplah setelah ini kamu akan berada di tempat yang pantas."


Tidak mungkin kamu akan melakukannya Rey, kita lihat saja siapa yang akan kalah dan menyerah, aku sudah meminta orang untuk menghabisi Kirana saat ini, kau akan mendengar rekamannya." Clara membuat rekaman palsu suara Kirana yang sedang mohon ampun dan ketakutan.


"To-long aku Rey! Tolong, aku takut."


"Rey, tolong! Orang-orang ini akan membunuhku, Rey, menikahlah dengan Clara, Rey." Suara putus asa Kirana terdengar begitu memilukan, terlihat sekali wanita itu sedang ketakutan luar biasa.


"Apa yang kamu lakukan Clara?" Reyhan melotot ke arah Clara yang kini duduk di atas brankar.


"Apa yang aku lakukan Rey? kamu masih bertanya, yang aku lakukan adalah semata hanya untuk memilikimu."

__ADS_1


"Kau iblis Clara! Kau wanita jahat, kau telah telah menghalalkan segala cara untuk mencapai apa yang kau inginkan."


"Hahaha, aku iblis cantik yang kau sayangi, bukan? buktinya kau membawaku ke sini saat aku hanya tergores sedikit saja, kau tidak menyadari kalau masih sayang aku Rey, kau masih mencintaiku."


"Ciih!! Jangankan cinta, aku sekarang justru sangat jijik padamu."


"Kau boleh benci Rey, tapi kau jangan lupa dengan Kirana, nasibnya ada ditangan ku. jika kamu mau menikah denganku, maka mantan istri kamu itu akan baik-baik saja. Tapi jika kamu menolak, aku tidak bisa berjanji dia akan pulang dengan selamat.


Niko yang baru datang pun bingung, dia tidak tahu pasti keadaan Kirana sekarang, karena setahu dia saat berangkat tadi, Kirana masih dalam keadaan baik baik saja.


"Tuan, jangan percaya!!"


Niko segera menghubungi Kirana tapi nomor Kirana tidak aktif meski sudah dicoba berulangkali.


"Baiklah, lepaskan Kirana, aku bersedia menikah denganmu," kata Reyhan lirih, tatapannya kosong, tubuhnya mendadak seperti kehilangan energi.


"Tuan!" Niko mencoba untuk mengingatkan Reyhan dengan tatapan matanya.

__ADS_1


Sudahlah Niko, aku lelah dengan drama yang di buat Clara, setidaknya aku sekarang berguna bagi Kirana, aku tidak ingin kirana menderita lagi.


"Keputusan yang benar Rey, waktumu tidak banyak. Niko jangan pengaruhi Reyhan!" pekik Clara.


Tanpa di duga oleh Reyhan Clara sudah menyiapkan semuanya. Lukanya juga tak separah yang terlihat. lukanya hanya sebatas goretan luka kecil saja.


Reyhan yang sudah tidak punya harapan lagi dia hanya bisa menuruti Clara, baginya keselamatan Kirana adalah yang paling utama.


Penghulu masuk ke bangsal yang dihuni oleh Clara, bersama orang tua Clara. Rupanya Clara dan orang tuanya sama jahatnya, mereka telah bekerjasama.


Clara segera turun dari ranjang menuju sofa Reyhan menyusul duduk di sebelah Clara. Clara terus saja tersenyum melihat Reyhan yang patuh dengan perintahnya.


Reyhan duduk masih dengan aura yang datar tanpa ekspresi. Clara meminta Reyhan untuk segera menyambut uluran tangan Bapak Kirana. "Ayo cepat Rey, tunggu apa lagi!"


"Rey!! Cepat dong, ambil tangan bapak!!."


"Bagaimana kalau kamu berbohong, Aku ingin kamu bebaskan Kirana sekarang juga."pinta Reyhan.

__ADS_1


"Tenang Rey, aku tidak akan ingkar janji, yang terpenting menikahlah denganku dulu, waktumu tak banyak,' bujuk Clara.


__ADS_2