
Braak!!
"Aaaaaa." Sebuah mobil sedan kecepatan tinggi menabrak tubuh Clara hingga tubuh yang selalu dia banggakan keindahannya itu melambung ke udara dan terkapar di tengah jalan untung mobil kesetanan itu tidak melindasnya kembali.
"Clara! Clara!" Ibu Clara berlari sekencang mungkin menghampiri putrinya yang tergeletak.
Ibu Clara tahu putrinya telah melakukan banyak kecurangan. Tapi sayang sekali ibu dan bapaknya tidak bisa melarang Clara yang ingin selalu hidup mewah dan mengalahkan Kirana.
"Claraaa." Kirana ikut berteriak karena kaget, tangannya reflek menutup mulutnya, dia tidak menyangka kalau Clara akan tertabrak, saat dia siap untuk naik mobil. Salahnya Kirana membuka pintu dari sebelah kanan dan tidak hati-hati.
"Bapak, Anak kita ketabrak mobil, Pak." ibu Clara terus betlari, dia sampai lebih dulu di hadapan tubuh Clara yang tak sadarkan diri.
Reyhan hanya bengong tak bergerak seperti manekin, dia tak bisa berkata apa-apa menyaksikan tubuh wanita yang telah menipunya bertahun-tahun bersimbah darah.
Sedangkan Kirana dan Raka ikut menyusul orang tua Clara yang menangis histeris sambil memeluk tubuh putrinya.
__ADS_1
"Raka, kita bawa Clara ke rumah sakit." pinta Kirana pada Raka yang menunggu keputusan dari Kirana.
"Baiklah." Raka mengangguk.
"Tuan Rey kenapa anda seperti patung, kenapa anda tidak menolong wanita kesayangan anda." Raka menatap Reyhan dengan tatapan sinis.
Reyhan masih diam tak bergeming, dia saat ini merasakan rasa sakit yang luar biasa karena mengetahui kenyataan kalau selama ini hidup dalam kebohongan Clara, di tambah lagi dia cemburu melihat kedekatan Kirana dan Raka yang sebelumnya tak pernah di duga.
"Bu, apakah anda mengizinkan saya bawa Clara ke rumah sakit terlebih dahulu sebelum dia harus pertanggungjawabkan kesalahannya," kata Kirana
"Jangan seperti ini Tante." Kirana mundur beberapa langkah dan meminta mereka berdua untuk berdiri.
"Kami bukan orang tua yang baik, seharusnya kami bisa menasehati Clara, bukan malah mendukungnya. Maafkan kami Nak Kirana. Tolong cabut tuntutan untuk dia Nak," ujar Ibu Clara mengiba.
"Saya memaafkan Clara, Tante. Saya juga tidak membenci kalian. Tapi maaf, saya tidak bisa mencabut tuntutan saya, semua sudah terlambat. Clara sudah melampaui batas, Clara harus menerima hukuman dari perbuatannya.
__ADS_1
"Nak Kirana, terbuat dari apa hati kamu ini Nak, kok bisa bisanya kamu tidak benci kami setelah apa yang kita perbuat ke kamu terutama Clara, Apa kamu yakin tidak ingin membalas semuanya."
"Kenapa saya harus mengotori hati saya dengan membenci seseorang yang memiliki penyakit hati. Bukankah itu buang energi, Karma itu tidak semanis kurma Tante."
"Maafkan Tante Nak, maafkan Paman juga."
Tubuh Clara yang membujur lemah, segera dilarikan ke rumah sakit oleh ambulans dan atas persetujuan polisi juga.
Clara kesakitan luar biasa hingga dia menangis dan meraung tidak tahan dengan sakitnya.
"Sabar Clara, dokter pasti akan segera menolongmu," kata ibu Clara tidak tega melihat putrinya yang tengah kesakitan.
"Sakit Bu, sakit, semua ini gara-gara Kirana ibu, dia membuatku takut dan aku harus seperti ini sekarang."
"Berhenti salahkan orang lain Clara, kamu seperti ini karena salah kamu sendiri, seharusnya kamu bisa intropeksi diri, Kamu dan Kirana tidak akan pernah sama."
__ADS_1
"Ibu sekarang juga membela Kirana, baiklah Bu, biarkan aku sendiri di dunia ini, ibu pergi saja Bersama Kirana,' ujar Clara dengan emosi, clara merasa tersudut, orang yang dulu mendukungnya kini malah memuji Kirana.