Terlambat Menyadari CINTA

Terlambat Menyadari CINTA
Wanita pemikat hati.


__ADS_3

Kirana kembali setelah melihat kondisi Jeni, Raka memilih untuk mengantar Jeni pulang.


Jeni nampak menangis melihat orang terdekatnya harus jadi korban orang-orang serakah.


"Kau menangis Ana."


"Iya Raka, bagaimana aku tidak sedih, tak sepantasnya orang-orang terdekatku harus menderita."


"Please Ana, ini bukan salah kamu, jadi jangan menangis." Raka mengemudi sambil menenangkan Kirana.


"Karena aku, Aezar meninggal Raka. Sekarang Jeni yang bernasib buruk, bisa kamu lihat sendiri tadi gimana keadaannya."


"Kamu, jangan sedih lagi, Ana. Aku akan membantu kamu menyelesaikan semuanya."


Raka menggenggam tangan Kirana, Kirana sedikit terkejut dengan sikap Raka. Melihat kecanggungan di wajah Kirana, Raka melepas kembali tangannya. Kirana segera memindah posisi tangannya dan menautkan dengan tangan satunya lagi.


"Maaf Ana, aku hanya bermaksud menenangkan kamu."


"Iya tidak apa-apa, aku tahu Kok." Kirana tersenyum lalu menatap ke arah luar kaca.


Setelah tiba di restaurant mewah, Arka menghentikan mobilnya. "kita makan dulu."


"Aku tidak lapar, Raka."


"Baiklah, makan sedikit saja, kau sendiri di negeri ini, jangan sampai sakit."


"Kau benar, baiklah." Kirana ikut turun ke restaurant kesukaan Raka. Raka memesan makan kesukaannya dua porsi langsung untuk dinikmati bersama Kirana.

__ADS_1


Kirana nampak makan sedikit, dan masih terus bersedih. Raka akhirnya memutuskan untuk menyuapi Kirana dan sedikit membujuknya.


Kirana menolak perhatian Raka yang berlebih, hanya saja Raka terus membujuknya.


Selesai makan Raka menuju panggung, disana seorang musisi sedang memainkan piano.


Raka memberi kode pada pianis, lelaki itu lalu naik setelah pianis menggeser duduknya.


Raka bermain piano di panggung, Raka memainkan lagu kesukaan Kirana dan ibu kandung Kirana yang telah tiada.


Kirana terkejut , Raka bisa memainkan piano dengan lirik lagu kesukaannya dengan baik dan benar.


Raka bisa melihat Raut wajah Kirana yang mendadak berubah sedih. Raka berhenti bermain, tapi sebaliknya Kirana malah menyuruhnya menyelesaikan musiknya.


Raka menuruti Kirana, dia bermain piano hingga berulang kali, ternyata banyak orang asli Amerika yang suka dengan permainan piano Raka.


"Bagaimana kau bisa memainkan lagu itu dengan sangat baik?" Kirana tak bisa menahan untuk bertanya.


"Aku menyukainya, Kenapa kau menangis, apa ada kenangan tersendiri, dengan Reyhan mungkin?"


"Ya, ini lagu kesukaan Mama, jadi aku menyukainya," kata Kirana sambil menyeruput lemon tea dari gelasnya.


"Oh aku kira, ini lagu kenangan kalian, maksud aku kamu dan Reyhan. Reyhan juga sudah menyukai sejak kecil," kata Raka.


Reyhan tidak pernah menunjukkan padaku, Mungkin dia tidak ada waktu untuk bermain piano, dia terlalu sibuk dengan Clara.


"Clara? kedengarannya dia wanita yang cukup berambisi, sampai-sampai kau tak bisa mengalahkan dia.

__ADS_1


"Kau meremehkan aku?"


"Ya."


"Kau memang benar, Clara bukan tandingan ku, dia bisa menghalalkan segala cara, tapi aku tidak bisa, aku "


"Sepertinya kau harus sedikit jahat, Ana." kata Raka.


"Tidak perlu, aku yakin suatu saat Clara akan menerima buah dari perbuatannya."


"Kau wanita yang sangat baik, bodoh sekali Reyhan lebih memilih dia."


Kirana mengambil tas yang tergeletak diatas meja, melihat Kirana bersiap untuk pulang, Raka juga beranjak setelah mengambil kunci mobil.


"Kenapa kau hoby sekali sebut nama dia, kau membuat mood aku berubah saja." Kirana terlihat kesal karena Raka terus saja menyebut Reyhan di depannya.


"Maaf jika membuat kamu tak nyaman. Aku hanya ingin tahu apakah kamu benar-benar sudah tak ada perasaan apapun pada dia?"


Kirana menarik nafasnya kesal. "Aku kesini ingin melupakan dia, tapi sepertinya Tuhan tidak mengizinkan. Kau bahkan memiliki wajah yang sama dengan dia."


"Aku juga benci memiliki wajah yang sama dengan dia." Raka membuka pintu mobil depan untuk Kirana, Kirana masuk setelah berterimakasih.


Disaat yang sama, ponsel Kirana bergetar. Setelah melihat siapa penelepon, Kirana berusaha mengabaikannya.


"Pasti Reyhan."


"Ya, aku tidak ingin ada hubungan lagi dengan dia."

__ADS_1


"Kamu benar Ana, jangan buat dirimu terluka kedua kalinya, kamu berhak bahagia." Raka menoleh pada Kirana. Diam-diam Raka mulai jatuh hati pada Kirana.


__ADS_2