Terlambat Menyadari CINTA

Terlambat Menyadari CINTA
Pelaku ditemukan.


__ADS_3

Reyhan kembali ke apartement, sejak keluar dari rumah Kirana tadi, pikiran Reyhan sungguh kacau. Reyhan tidak lagi bisa berfikir jernih. Yang ada hanya khawatir yang berlebihan.


Reyhan berusaha mengalihkan kecemasannya dengan berolahraga di apartemennya. Namun semua itu tidak juga membantu. Reyhan sudah mencoba semuanya dari olahraga ringan sampai yang angkat barbel. tapi otaknya tetap saja hanya ada Kirana.


"Argggg!"


"Kenapa aku harus jatuh cinta pada dia, ketika semua sudah terlambat! Kenapa?!" Reyhan marah dengan dirinya, kenapa baru jatuh cinta setelah menorehkan luka.


"Lelaki pecundang!" Reyhan memukul wajahnya sendiri hingga meninggalkan memar yang membiru.


Sekarang dia dalam dilema, jika menyusul Kirana, Reyhan khawatir Kirana akan semakin membencinya. Jika tidak, Reyhan khawatir terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.


Reyhan bersandar di sebuah kursi, dirogohnya cincin berlian yang dulu pernah dikembalikan oleh Kirana. dipandanginya cincin bermata biru yang tetap indah meski Kirana sudah memakainya selama tujuh tahun.


"Aku akan terus berusaha sampai kau menyerah menolak ku Kirana, Meskipun meluluhkan hatimu butuh waktu seumur hidupku, aku akan terus berusaha" Kirana menggenggam cincin sangat kuat, seolah dia akan menggenggam Kirana dan menjadikan satu-satunya yang ada di hati. Reyhan tak akan melepasnya lagi.


***


Kirana dan Raka sedang dalam perjalanan ke tempat Jeni. Andre dan Niko sudah menemukan persembunyian Jeny dan memenjarakan ke sebuah tempat khusus, Sebuah gudang tua di pinggir pantai yang sering kali di gunakan untuk eksekusi musuh oleh para mafia.


Setelah tiga jam perjalanan, Kirana akan sampai di tempat yang baginya cukup menyeramkan itu.

__ADS_1


"Nona, anda akhirnya datang." Andre dan Niko beserta para anak buah menyambut kedatangan Kirana, Andre adalah orang suruhan keluarga Aezar sedangkan Niko adalah utusan Reyhan.


Mereka sejenak terkejut melihat Raka bersama Kirana. Niko dan Andre menyangka dia adalah Reyhan, tapi setelah dilihat dengan seksama, mereka berbeda, Reyhan tidak suka mengunyah permen karet. Sedangkan Raka suka sekali memainkan permen karet dimulutnya.


Kirana dan Raka segera masuk setelah asisten Niko dan anak buahnya membuka pintu gerbang setinggi tiga meter itu, sedangkan Andre berjalan pelan di sebelah Kirana.


Kirana terkejut begitu melihat Jeny dalam kondisi mengenaskan, wanita itu terlihat tidak seperti Jeny sebelumnya yang selalu memperhatikan penampilannya dan centil.


Kirana memperlihatkan aura kecewa pada Andre dan Niko. "Apa yang terjadi dengan dia? Bukankah sudah aku katakan, tangkap dia dan kurung , aku tidak memintamu untuk menyakitinya."


"Maaf Nona, gadis ini kami temukan dalam keadaan sudah seperti ini, sepertinya ada yang sengaja memberikan obat dengan dosis berlebihan, supaya keadaannya menjadi tidak waras, dan dia tidak buka mulut."


"Kamu yakin dia tidak sedang pura-pura?"


Kirana yang tadinya ingin sekali memukul wajah Jeni ratusan kali, mengingat karena ulahnya, Aezar pergi dari dunia untuk selamanya. Tapi niat itu seketika sirna setelah melihat Jeni dalam keadaan memprihatinkan.


Sedikit banyak Jeni pernah membantunya ketika perusahaan sedang terpuruk, ketika semua orang pergi dan berkhianat, Jeni tak mungkin melakukan tanpa sebab.


Kirana yakin ada seseorang yang memaksanya dengan sebuah ancaman yang mengerikan sampai-sampai wanita itu tidak memiliki pilihan untuk menolak.


"Jika kondisinya seperti ini, dia tidak bisa memberi kesaksian di kepolisian," lirih Kirana dengan kecewa.

__ADS_1


"Tenanglah Ana, aku akan membantumu." Raka yang tiba-tiba dari arah belakang menepuk bahu Kirana pelan.


"Yang aku hadapi benar-benar ular berbisa dan mematikan. Aku harus lebih waspada." Kirana kini merasa kalau jiwanya tengah tidak aman setelah melihat Jeni menjadi seperti ini, semua karena keserakahan Clara.


"Nona sekarang apa yang harus kita lakukan dengan wanita ini."


"Obati dia, panggilkan dokter hebat di negeri ini, tapi jangan sampai ada yang tahu keberadaannya, setelah sembuh dia akan sangat berguna untukku nanti."


"Nona yakin." Andre khawatir setelah sembuh Jeni akan kembali berulah.


"Aku tidak pernah ragu dengan insting yang aku miliki," kata Kirana.


"Bagaimana kalau dia kembali merencanakan sesuatu."


"Aku kenal siapa Jeni, dia seperti ini karena dekat denganku, musuh ingin aku mati atau kehilangan orang orang terdekatku, hingga aku merasa sendiri dan putus asa di dunia ini," kata Kirana.


Raka tak percaya Kirana begitu kuat dalam menghadapi masalah pelik ini sendiri. "Kamu hebat, Ana."


Kirana sudah tahu siapa pembunuh yang sebenarnya. Meski dia yakin, tapi Kirana tak bisa menudingnya tanpa ada bukti ditangan. Jeni adalah satu satunya saksi kunci yang dia miliki.


**Mampir juga ke karya baru emak ya.

__ADS_1


(Terjerat Pesona Bodyguard**)


__ADS_2