
"Bibi segera merapikan ranjang yang akan digunakan Kirana istirahat, begitu melihat Aezar menggendong majikannya dari dalam mobil.
"Aku jalan aja. Mas. Kalau digendong terus jadi kayak bayi beneran."
"Sudah ku bilang tidak perlu, aku kuat menggendongmu," kata Aezar. Lelaki itu tak mengindahkan rengekan Kirana.
Aezar lalu membawa Kirana ke kamar dan merebahkan pelan-pelan. Aezar menatap Kirana sesaat setelah melihat tubuh terlentang kekasihnya.
"Kirana kamu kok bisa cantik banget sih?"
"Bisa nggak sih nggak ngegombal."
"Nggak bisa."
"Udah keluar sana." Kirana mendorong dada dempal dokter Aezar.
"Kirana, jadi nggak sabar pengen segera halalin." Celetuk dokter Aezar genit.
"Keluar Mas, kamu nggak pantas ada di kamar Janda."
"Biarin, biar sekalian di gerebek dan dinikahin."
"Malu ih."
"Hehehe, baiklah aku keluar, tapi boleh minta sayang nggak?"
"Mass!!"
"Pipi aja kok."
"Janji ya cuma pipi."
"Iya." Aezar mengangguk.
Mereka berdua saling menatap, saling tersenyum. Aezar lalu menempelkan pipinya di pipi Kirana. "Cup."
"Makasih," ujar Aezar.
Kirana mengerucutkan bibirnya.
"Jangan ngambek, dong.
Sayang,"
"Ada cicak!"
"Nggak mungkin, mana." Kirana mendongak ke atas melihat langit-langit.
"Itu diatas."
"Cup." Aezar mengecup pipi yang satunya.
"Mas!!"
"Maaf, habis cantik banget." kata Aezar lagi lalu bangkit menuju meja nakas
Aezar segera membuatkan Kirana resep dan meminta asistennya untuk membeli di apotek setelah mengirim data obat yang harus di beli .
__ADS_1
Tanpa menunggu lama Andre sudah datang dengan kantong kresek di tangan, menyerahkan kantong kresek pada dokter..
"Diminum obatnya, biar cepet sembuh."
"Kenapa harus minum obat terus, bosen ah."
"Manjanya, ngalahin anak kecil." Aezar mencubit hidung Kirana gemas.
"Mas, balik ke rumah sakit ya. Jaga kesehatan, dan jangan lupa obatnya diminum."
"Kalau aku nggak mau."
"Aku akan datang untuk mencium kamu."
"Ye, enak di Mas, rugi di aku."
"Habis bandel."
"Baiklah aku akan minum obat tepat waktu Pak Dokter."
Aezar tersenyum sambil mengacak rambut Kirana layaknya ABG. Bibi yang hendak mengantar makanan terpaksa menunda niatnya dan mengintip majikannya yang terlihat bahagia. Lelaki itu lalu pamit pada Kirana untuk kembali ke rumah sakit.
Bibi senang melihat Kirana tidak pernah lagi menangis seperti dulu.
****
Clara yang sedang sendiri di apartement. Dia nampak gelisah karena Reyhan mengetahui sebagian dari rahasianya.
"Kurang ajar, bisa bisanya Kirana membongkar sebagian rahasia pada Reyhan! Ini tidak boleh dibiarkan." Clara nampak emosi setelah Reyhan pergi.
Clara keluar apartment sambil menenteng tas kecil, dia berangkat sendiri dengan mengendarai mobil pemberian Reyhan.
Reyhan dulu membelikan mobil supaya Clara tidak selalu merengek minta diantar dan dijemput.
Tiba di rumah Kirana, Clara menggedor gedor pintu dengan tak sopan.
Kirana lalu keluar membuka pintu, karena dia tahu yang bisa bersikap tidak sopan seperti itu hanyalah Clara.
"Clara, sudah kuduga yang datang pasti kamu. Karena hanya kamu yang bisa tidak sopan dan tidak tahu malu seperti hari ini." kata Kirana sambil melipat tangannya di dada.
Clara bukannya malu dia malah tertawa seperti orang tak punya dosa.
Kirana sangat muak melihat Clara bersikap begitu arogan di depannya.
"Oh iya, kamu datang pasti ada tujuan terselubung, jika memang tidak ada apa-apa silahkan saja pergi, aku ingin istirahat"
"Duh duh, belum jadi Nyonya Aezar kamu sudah sombong sekali," ejek Clara.
"Terus apa masalahnya buat kamu?" Ketus Kirana.
"Kirana apakah kamu yang memberitahu semuanya pada Reyhan?
"Beritahu soal apa?" Kirana belum mengerti maksud dari Clara.
"Hallah, jangan pura pura, soal uang yang kamu berikan dulu supaya aku pergi."
"Menurutmu siapa lagi? Lagipula nyesel aku tidak beri tahu sejak dulu,harusnya aku beritahu saja sekalian semuanya.
__ADS_1
Jangan macam-macam kamu, berani lakukan itu sudah kupastikan kau akan menyesal dan menangis siang dan malam.
Kirana nampak tidak menggubris ucapan Clara. Kirana saat ini tidak mudah untuk ditindas seperti dulu lagi.
Aku peringatkan padamu sekali lagi, berani ikut campur urusanku dengan Reyhan, kamu pasti akan menyesal. Aku akan membuatmu menyesal pernah melawan diriku," ujar Clara menyombongkan diri.
"Wah Clara rupanya juga punya rasa takut juga. Kukira wanita hebat sepertimu tidak takut oleh apapun," ujar Kirana.
Clara mendorong Kirana dengan kasar dan mencekik Kirana, "Ingat Kirana, kamu tidak boleh mengatakan pada Reyhan tentang apapun yang sudah kamu ketahui, atau aku akan membuat kamu meratapi diri dalam penyesalan karena sudah menceritakan semuanya pada Reyhan."
"Clara. Dulu aku mungkin takut, tapi sekarang jangan harap, aku akan melakukan apa yang aku inginkan, dan hanya yang aku inginkan. Bukan keinginanmu."
"Kau mengibarkan bendera perang Kirana. Aku pasti akan membuatmu menyesal."
"Dasar wanita tak tahu malu, kau benar benar kacang lupa kulitnya, kau lupa siapa yang membesarkan namamu, tapi apa yang kau lakukan padaku. Jika kau inginkan Reyhan, kenapa tidak kau ambil saja, bukankah aku sudah melepaskan untukmu. Atau jangan jangan selera Reyhan bukan kamu."Kirana.
"Jaga mulutmu Kirana, aku pasti bisa menikah dengan Reyhan."
"Bagus dong, segera laksanakan, aku akan menyaksikan pernikahan kalian."
Kirana hendak menutup pintu tapi Clara menahan dengan tangannya. " Reyhan pasti akan menikahiku, aku akan membuat dia menikahiku dalam dua minggu ini."
" Ya, lakukanlah, aku akan datang dan mengucapkan selamat."
Kirana lalu benar-benar menutup pintu dan kembali istirahat, dalam hati Kirana menggerutu kesal karena Clara masih juga mengusik hidupnya. "Wanita yang sangat aneh."
Clara lalu pulang kembali, sebelum pulang dia mampir ke apartemen Reyhan. Clara tidak tenang sebelum bertemu dengan Reyhan dan menjelaskan semuanya
Saat ini Clara benar-benar takut kehilangan semuanya, Kirana tidak mudah untuk ditindas ataupun diancam lagi. Harapan satu-satunya adalah membujuk Reyhan untuk mengerti kesalahannya.
Tiba di apartemen Reyhan, Clara segera masuk, tanpa mengetuk pintu dulu, Clara sedang ingin memberi sebuah surprize.
Mendengar suara gemericik air di kamar mandi membuat Clara yakin kalau kekasihnya tengah mandi. Diam-diam Clara ingin melihat isi kamar Reyhan.
Clara merapikan kamar Reyhan, Wanita itu melihat ponsel Reyhan tergeletak di nakas. Clara penasaran dengan benda pipih itu.
Clara mengambil ponsel Reyhan, betapa kaget wanita itu melihat wallpapernya terdapat foto Kirana.
Seketika itu juga, hati Clara langsung meradang. Clara tidak menyangka Reyhan telah menggantinya. Padahal satu bulan yang lalu yang tersemat di dalamnya masih fotonya.
Clara lalu mencoba beberapa sandi yang dipakai Reyhan. Akhirnya pada sandi z ponsel Reyhan terbuka.
Clara tak bisa membendung air matanya lagi setelah tahu isi galeri Reyhan nyaris dipenuhi foto Kirana.
"Reyhan!!" Clara berteriak histeris ketika melihat Reyhan keluar dari kamar mandi.
Rehan tentu saja terkejut melihat Clara tiba-tiba ada di dalam kamarnya. "Apa yang kamu lakukan di kamarku."
Clara tidak menjawab pertanyaan Reyhan dia malam berbicara tentang hal lainnya. "Rey, kau telah menyakitiku sangat dalam Rey. Tak bisakah kau menjaga perasaanku sedikit saja, ini balasan yang kau berikan atas kesetiaanku selama ini?"
"Lancang sekali kau, berani membuka ponsel orang tanpa izin." Reyhan segera mengambil ponsel dari tangan Clara.
"Kau jahat Rey, kau lelaki jahat di dunia." Clara terus memukul dada Reyhan dan wajahnya dipenuhi airmata.
*happy reading.
*Maaf ya emak telat update, Emak sibuk di dunia nyata.
__ADS_1