
"Aaaaa" Clara membanting gelasnya yang berisi air minum setengahnya. Kehebohan ini tentu membuat asistent rumah tangga di rumahnya menjadi ketakutan dan geram, karena harus membersihkan serpihan kaca dari gelas tadi.
"Aku harus lakukan sesuatu." Clara lalu tertawa, seolah dia menemukan ide berlian.
Clara segera pergi ke sebuah acara di sebuah hotel, dimana yang menjadi pusat perhatian acara itu masih Kirana dan Aezar.
Selain beritanya masuk di TV, tabloid, rupanya acara yang didatangi oleh Aezar dan Kirana hari ini akan menjadi headline sebuah surat kabar.
Clara masuk dan memberi selamat atas kesuksesan Kirana dan Aezar. Awalnya Kirana kaget ada Clara di acara ini juga. tak lama Kirana juga melihat Reyhan namun mereka nampak tidak datang bersama karena Clara dan Aezar tidak bersama di pesta. Mereka terlihat sibuk dengan teman masing-masing.
Begitu melihat Clara, Reyhan segera pergi, tapi gadis itu kembali mengejarnya.
"Rey! Rey! tunggu!" Clara mengejar Reyhan begitu melihat lelaki itu nampak bergabung juga.
"Maaf Clara aku sedang sibuk." Reyhan memang sedang sibuk dia sedang bertemu dengan klien penting.
__ADS_1
"Rey apa maksud semua ini? Kamu menghindariku jangan lupa Rey, kita masih pacaran? Kita selamanya akan terus bersama."
"Pacaran?! Clara, aku mohon bicaralah nanti, aku sedang berbicara dengan Klien." Reyhan nampak malu pada klien yang ada di depannya, karena dia salah satu tamu istimewa juga.
" Rey, kamu jangan menghindariku, please Rey." Clara meraih jemari Reyhan dan menganggap Reyhan hanya beralasan saja.
Reyhan yang merasa Clara telah membuatnya malu dia langsung bertindak. Reyhan ijin dengan Tuan Rajasa dan menyeret Clara kesebuah tempat.
"Clara. kenapa kau membuat masalah, tidak kah kau melihat aku sedang bersama dengan Tuan Rajasa. Sangat tidak pantas jika kau ungkapkan hubungan palsu kita seperti tadi."
"Clara, rupanya berbicara dengan kamu sangat sulit ya, aku bilang aku sibuk, jangan ganggu aku dan duniaku lagi, aku muak wanita pembohong seperti kamu Clara.
Oh iya, kamu tadi bilang pacaran? Apa aku pernah menyatakan cinta padamu?" Kata Reyhan yang memang sampai saat ini belum pernah jadian dengan Clara secara resmi.
"Rey, meski kamu tidak menyatakan cinta secara langsung, aku tidak masalah Rey, cukup dengan perhatianmu selama ini aku sudah bahagia. " Clara dengan tidak tahu malu kini kembali berbicara lembut dengan Reyhan. Clara meraih jemari Reyhan dan menggamitnya. Dia ingin jadi pasangan Reyhan sepanjang pesta.
__ADS_1
Reyhan menghempas tangan Clara dengan kasar membuat Clara makin takut Reyhan sudah tahu rahasia semuanya.
"Rey?" Clara mengiba.
"Pergilah, atau lebih baik aku saja yang pergi."
"Please dengarkan aku bicara," mohon Clara.
"Clara aku datang ke sini sendiri tanpamu, jadi sepertinya pulang juga begitu, Apakah kau tidak mengerti aku sedang butuh sendiri."
"Reyhan?!" Clara berteriak memanggil Reyhan, tapi lelaki itu pergi dari acara dan berlari menuju parkiran.
Reyhan segera mengemudikan mobilnya dan pergi entah kemana. Clara mengejar Reyhan tapi lelaki itu sudah terlalu cepat meninggalkan parkiran.
"Rey! Rey! hiks." Klara meraung seperti orang gila. laki dia menyeka air mata dengan kasar.
__ADS_1
"Semakin kau menjauhiku, aku akan membuat orang yang kau cintai semakin menderita Rey, Aku tidak akan berbohong dengan sumpahku kali ini."