
Sttt! Kirana memberi kode pada asisten Andre supaya tidak memberi tahu tuannya kalau dia datang.
"Nona, apakah itu sarapan untuk, Tuan?"
"Iya, aku sengaja menyuruh bibi memasak lebih banyak, aku bawa tiga kotak, ini satu untuk kamu." Kirana memberikan satu kotak untuk Andre.
"Nona repot banget," kata Andre. Asisten Aezar yang sekarang membantu bisnis Kirana.
"Tidak ada yang repot, aku justru bahagia bisa lakukan sesuatu untuk Aezar, meski itu hal kecil sekalipun," kata Kirana diikuti senyumnya yang manis.
Kirana pagi ini sengaja datang ke apartment Aezar dengan membawakan sarapan, Kirana yakin dari melakukan hal yang kecil akan membuat hubungannya dengan Aezar semakin tumbuh bersemi.
"Nona, masakannya harum sekali, asistent rumah tangga Anda pintar memasak."
"Iya." jawab Kirana sambil menata piring. Kirana tidak perlu menjelaskan pada Andre panjang lebar kalau sebenarnya yang memasak adalah dirinya sendiri, sebenarnya bibi hanya membantu memotong sayur saja tadi.
"Nona, aku makan dulu di belakang ya, Nunggu Tuan, masih lama, belum lagi mandinya bisa berjam-jam. cacing diperut aku dah nggak nahan" Andre membawa kotak pemberian Kirana ke belakang.
Kirana terkekeh. "Silahkan Ndre."
Usai menata makanan di atas piring, Kirana berniat membangunkan Aezar. Lelaki itu tumben sangat pulas, pasti lelah karena semalam dia sama sekali tidak tidur. Tentu tak ada waktu, teman-temannya sesama dokter baru pulang pagi tadi, mereka semua begitu antusias merayakan acara tunangan Aezar dan Kirana.
"Ndre, karena hari ini hari minggu, Aezar pasti juga libur kerja, lebih baik aku balik pulang lagi aja ya."
"Em, nona yakin tidak ingin ketemu, Tuan."
"Aku tidak mau ganggu, biarkan dia istirahat, kalau bangun nanti ingatkan dia untuk segera sarapan ya, Ndre."
"Siap Nona, kalau tuan nggak mau nanti biar aku makan lagi aja."
"Kamu ini Ndre, bisa aja," kata Kirana yang terus tersenyum sambil meraih tas wadah kotak makan dan segera beranjak pulang.
Kirana hari ini malas mengemudi, Jeni siap menjadi supir pribadi dan asisten di kantornya.
"Bu kirana, setelah ini kita kemana?" tanya Jeni.
"Aku sepertinya ingin pulang aja Jen."
"Oke, sopir siap mengantar."
"Kamu ini suka bercanda, sama seperti Andre. Jangan-jangan kalian emang berjodoh."
"Bu Andre memang ganteng, aku mau kok sama dia, bantu comblangin ya."
"Emang serius suka sama Andre."
__ADS_1
"Belum tau juga sih Bu, soalnya baru ketemu kan, entar mukanya ganteng tapi ternyata playboy." kata Jeni polos. "Kalau seperti pak Aezar sih sudah pasti, setia, baik, tampan, kaya, paket lengkap Jeni nggak akan pikir panjang lagi, Buk"
"Kenapa sih Buk. Cinta Bu Kirana sama pak Aezar nggak bisa sebesar ke Pak Reyhan."
"Siapa bilang? Aku cinta sama Aezar kok, hanya saja aku butuh waktu untuk melupakan luka di masalalu yang kadang sering kali datang tiba-tiba."
"Kenapa ya, Pak Reyhan masih suka datang dan mengusik Bu Kirana." tanya Jeni terus penasaran.
"Kamu nanya?" tanya Kirana.
"Enggak, cuma penasaran," jawab Jeni tertawa.
"Kirain nanya? jawabannya aku nggak tahu. Mungkin Reyhan belum puas melihat penderitaan ku bersamanya selama tujuh tahun, makanya dia juga tidak mau aku bahagia bersama dengan Aezar."
"Kalau aku melihatnya, sepertinya Pak Reyhan baru sadar kalau dia itu cintanya sama Bu Kirana, karena ternyata Nona Clara itu bermuka dua."
Tring! Sebuah panggilan masuk ke ponsel Kirana.
"Hallo, assalamualaikum! Sayang." Terdengar suara khas orang baru bangun tidur.
"Hallo, waa'alaikum salam, udah bangun, Mas." Kirana memanggil Aezar dengan sebutan Mas.
"Iya, baru saja, di bangunin Andre disuruh sarapan. Sayang, kenapa tadi nggak bangunin aku? padahal aku udah kangen pengen ngelihat wajah cantik kamu."
"Aku nggak mau ganggu istirahat kamu, Mas."
"Udah sampe depan mall, nie kita ketemu besok aja, Mas."
"Baiklah sayang, sampai ketemu besok, I love you."
"Sampai jumpa besok," balas Kirana.
"Aku pengen dengar kamu bilang I Love You ke aku, Sayang." ujar Aezar belum mau menutup panggilannya.
"Mas ada Jeni disamping aku." Kirana berkata setengah berbisik. Aezar tahu kekasihnya sangat pemalu.
"Nggak apa-apa Bu, sudahlah kalian bicara aja sebebas-bebasnya, nggak usah pedulikan aku," kata Jeni sambil konsentrasi menyetir.
"Sayang, Jeni aja nggak masalah," kata Aezar yang mendengar suara Jeni
"Mas, kamu jangan kayak anak kecil deh."
"Please, aku pengen denger kamu ucapkan kata sayang itu, sekali aja, buat jadi energi booster hari ini."
"Ya sudah dengarkan baik-baik karena nggak ada siaran ulang. Aku cinta kamu."
__ADS_1
" Emh, apa Sayang, nggak dengar dari sini soalnya sepertinya sedang sinyal buruk, or kamu tadi mengucapkannya terlalu pelan sayang.
"Mas, aku tutup teleponnya, ya." Kirana mulai nampak kesal, dia tahu Aezar sedang menggodanya.
"Sayang ayolah katakan sekali lagi," kata Aezar sambil senyum-senyum dan memeluk guling panjangnya.
"I love you. Aku cinta padamu. Sudah denger?" kali ini Kirana sengaja mengucapkan dengan keras dan jelas.
"Baiklah Sayang, terimakasih, aku juga sangat sayang sama kamu. I Love you to!" Aezar mengecup ponselnya. Kirana tersenyum sambil menggelengkan kepala.
Kirana merasa kembali seperti ABG labil yang sedang jatuh cinta, akan tetapi Kirana justru menikmati semua candaan dan gombalan dari Aezar. Mungkin dulu dia tidak pernah mendapatkan perhatian dan rayuan dari Reyhan, hingga dia merasa hubungan asmaranya kali ini terasa lebih indah.
'Mungkin aku dulu memang melakukan kesalahan yang fatal, telah memaksakan cinta pada orang yang tidak pernah mencintaiku, nyatanya cinta yang mendapat balasan itu begitu indah.'
"Sayang kok diam, kamu sedang melamun ya?"
"Iya, eh enggak. Mas buruan mandi dan sarapan. jangan lupa olahraga ya, masa jam segini seorang dokter Aezar masih bau jigong."
"Siap Sayang, aku akan mandi dan habis itu aku telepon lagi. Oh iya Sayang, makasi sudah repot buatkan sarapan, harusnya tadi kita sarapan berdua pasti akan semakin nikmat." Aezar sekarang sudah turun dari ranjang dan berjalan melewati ruang makan. Aroma masakan yang dibuat Kirana langsung menusuk-nusuk hidung Aezar sekaligus membangkitkan aneka spesies cacing yang ada di perut pak Dokter.
"Baiklah, daa," ujar Kirana.
"Daaa, emuachh." Aezar mencium ponselnya sampai-sampai suaranya bisa di dengar oleh Kirana.
Kirana kembali tersenyum dan hanya bisa menggelengkan kepalanya. Jeni yang mendengar ikut tersenyum. "Duh Bu Kirana dengan pak Aezar sweet banget sih, aku jadi pengen punya cowok seperti dia."
"Kalau kita dicintai orang yang tepat, dunia kita ternyata lebih indah, Jen. Rasanya aku selama ini sangat jahat telah memaksakan cinta pada Reyhan. Meminta lelaki yang tidak pernah punya perasaan apapun padaku untuk menerima cinta sepihak dariku."
Tak terasa sambil telepon dengan Aezar kini mereka berdua sudah sampai di depan rumah mewah Kirana. Jeni segera memarkir mobil ke garasi.
Bi Susi menutup kembali gerbang lalu melanjutkan aktifitasnya kembali, yaitu menyiram bunga.
Sedangkan Kirana menyibukkan diri di ruang kerjanya yang ada di lantai dua. Perusahaan mulai berjalan stabil, sepertinya Reyhan dan Clara mulai lelah mencari masalah.
Ting! sebuah notif kembali masuk ke ponsel Kirana.
Ternyata Clara sengaja mengirim foto-fotonya yang seksi hanya memakai dua penutup aset berharganya di kamar Villa, milik Kirana. Clara sengaja berpose menantang dan menggoda. Lalu Clara juga memotret Reyhan yang kebetulan sedang bert*lanj*ng dada dengan penuh keringat menetes sambil mengenakan celana pendek saja, lelaki itu nampak duduk santai di balkon sambil menikmati teh buatannya sendiri sehabis olahraga sore. Semua orang pasti akan berfikir kalau keduanya telah usai melakukan pergumulan panas.
'Akhirnya parasit tidak tahu diri pergi juga dari hidup kami, sudah waktunya kita berdua bahagia.' sengaja Clara tulis di bawah foto.
Kirana membuka pesan dari Clara, otomatis wanita di seberang sana sangat senang karena Kirana memberi fast respon .
Kirana tidak ingin membalas pesan dari Clara, hanya saja dia tidak rela Clara ada di Villa keluarganya dan berbuat mesum. Kirana ingin secepatnya memperingatkan Reyhan dan meminta pergi dari sana, tapi sayang sekali ponsel lelaki itu tidak bisa dihubungi karena Reyhan masih mematikannya di hari libur ini.
"Kalian berdua keterlaluan, kenapa harus mesum di Villa milikku, seharusnya kalian tahu diri, tidak bisakah menyewa penginapan atau hotel," lirih Kirana sambil mengepalkan tangannya dan memukulkan ke meja hingga membuat getaran pada benda benda yang ada di atasnya.
__ADS_1
*Bersambung
*Yuk, kasih Like, Comen dan Vote.