Terlambat Menyadari CINTA

Terlambat Menyadari CINTA
Part 39


__ADS_3

Reyhan mencengkeram dua bahu Kirana sekaligus karena emosi, keras kepala Kirana sangat sulit untuk ditaklukkan, membuat gerak wanita tengah terluka hatinya itu menatap Reyhan dengan tatapan kebencian yang dalam.


"Lepaskan aku atau aku akan melaporkan kamu karena berusaha untuk menodai ku."


"Laporkan saja! Siapa yang bisa memenjarakan aku? jika dalam hukum kita masih suami istri. Kalaupun kau selalu mengatakan kita sudah bercerai bukti apa yang sudah kamu miliki?"


Kirana baru sadar kalau dia tidak memiliki bukti apapun, Semua ini pasti Reyhan yang melakukan hingga pengadilan tidak menurunkan surat perceraian mereka.


"Lepas Rey!!"


Kirana memaksa diri dengan terus bergerak, membuat tali gaun yang dipakai oleh Kirana turun hingga dada.


Reyhan melihat tubuh Kirana yang putih bersih dan menggoda. Satu-satunya tubuh wanita yang pernah dia rasakan nikmatnya dengan sadar. Karena meskipun Clara bilang hamil anaknya, kenyataannya Reyhan tidak bisa ingat kalau pernah menyentuhnya.


Kirana melihat jakun Reyhan naik turun, tubuhnya terasa lebih hangat. Kirana menatap sekeliling ruangan yang sangat sepi membuat dirinya takut Reyhan akan melupakan dirinya yang sudah menjadi mantan.


Reyhan lelaki yang paling sulit dimengerti, dia selalu bertindak dengan tak terduga.


"Argh" Kirana mengerang ketika otot punggungnya tertarik.


Reyhan mengusap bagian punggung Kirana yang kesakitan. dia melihat ada bekas luka pukulan yang besar di punggung itu. Reyhan melihat sangat lama, dia yakin luka itu dulu pasti sangat parah.


Cengkeraman Reyhan mengendur. Kirana memiliki kesempatan untuk memberontak. Kirana berhasil lepas dari Reyhan dan merapikan gaunnya.


"Kenapa? Apakah kau memikirkan luka ditubuhku ini?" Kirana menatap tubuh beku Reyhan.


"Tentu aku tidak peduli bekas luka apa itu, tapi yang jelas kau tak akan pernah mampu mengantikan Clara, aku hanya percaya dia yang telah menolongku. Bukan pembohong sepertimu." Reyhan memasang wajah acuh, lagi lagi yang dianggap berbohong adalah Kirana.

__ADS_1


Dibilang pembohong hati Kirana meradang. Bukan masalah sakit yang dulu dia rasakan ingin diakui oleh Reyhan. Tapi dia benar-benar tidak menyangka Reyhan menolak keras untuk menerima semua kebenaran. Sebenarnya mantra apa yang sudah dirapalkan wanita itu sehingga Reyhan bisa begitu gila.


Kirana tertawa mencibir. "Kau satu-satunya lelaki yang paling bodoh yang pernah aku kenal, dan bodohnya aku, kenapa aku bisa jatuh cinta pada pria sepertimu.


"Demi apa kau merangkai cerita ini Kirana?" Meski bibir Reyhan berkata demikian, tapi hatinya mulai meragu, Reyhan lambat laun bisa melihat Kirana bukan wanita yang buruk, mungkin kesalahan Kirana hanya satu, yaitu maksa Reyhan dulu menikahinya karena cintanya pernah menggebu . Kirana dan Clara, siapa sebenarnya yang berkata benar?


Kirana tepuk tangan, menertawakan Reyhan yang malang, Reyhan yang dibutakan cinta.


"Hahaha, aku berdoa kau dan Clara semoga akan terus bersama, semoga kalian akan menjadi pasangan suami istri yang langgeng sampai ajal menjemput, aku juga berdoa semoga kau selamanya tak akan pernah tahu kebenaran tentang semuanya Rey."


Banyak yang Reyhan tidak tahu, tentang uang perjanjian yang diminta Clara untuk pergi dari hidup Reyhan, akan tetapi apa perlu Kirana menjelaskan, jika lelaki itu akhirnya juga akan kembali terperdaya dengan Clara yang jago akting melebihi artis papan atas itu.


Kirana hendak pergi, dia menatap Reyhan dengan tatapan semakin benci dan muak. Reyhan tidak sanggup melihat tatapan kebencian dari Kirana. Reyhan tahu wanita itu masih memiliki rasa padanya. Setidaknya rasa itu belum semua hilang.


Reyhan menarik Kirana ke dalam dekapannya, Kirana meronta, Lengan Reyhan menguncinya semakin kuat.


"Jangan panik, aku sudah menyewa tempat ini khusus untuk kita." Reyhan mendorong tubuh Kirana yang tidak mau diam. mendudukkannya di salah satu meja kosong dan menghimpit pahanya agar tak bisa bergerak.


"Kau menjijikkan Rey." Kirana masih berusaha melawan, tapi lagi-lagi perbedaan kekuatan membuat Kirana dengan mudah ditaklukkan.


Kirana mendongak, dia bisa melihat wajah iblis Reyhan. "Kenapa kau ingin menyentuh wanita murahan dan rendah sepertiku, kau punya calon istri yang begitu cantik seperti permata," ledek Kirana. Ya bukannya sombong. Kirana memang lebih cantik, hanya saja dia tidak jago akting, apalagi harus memainkan drama sedih dan menangis.


"Bagaimana jika saat ini aku menginginkanmu?" Seringai licik terlihat di mata Rayhan. lelaki itu menghimpit tubuh Kirana hingga tak menyisakan jarak. Jari-jari Reyhan bergerak nakal dan menggelitik.


Reyhan mendekatkan wajahnya ke wajah Kirana, menempelkan bibirnya di telinga Kirana dan mengigit kecil untuk menggoda.


"Ishh." Kirana mendesis merasakan sapuan lidah Reyhan di telinga dan lehernya.

__ADS_1


"Aku tidak akan memaafkanmu, Rey." Kirana menahan rasa geli di telinga dan lehernya. beberapa syarafnya mulai menegang menerima rangsangan dari Reyhan. Suaranya lirih dan tercekat. Nafasnya mulai tak beraturan.


Kirana benci dengan tubuhnya yang tak bisa kompromi, percuma bibirnya menolak tapi tubuhnya menegang.


"Lebih baik diam, dan rasakan saja. Kau pasti merindukan sentuhan lembut jemariku." Reyhan berusaha menundukkan Kirana dengan terus menggelitik leher jenjang nan putih itu dengan kemahirannya.


"Rey lepas! aku harus pulang," Kirana kembali meronta.


"Jangan buru-buru, kita nikmati malam ini berdua." Reyhan mendekatkan bibirnya ke bibir Kirana, mencium bibir warna pink dengan rakus, tangannya menahan rahang Kirana agar tidak terus meronta.


Lambat laun Kirana tidak lagi meronta, Reyhan melepas tangannya dari rahang Kirana dan turun menyusuri leher jenjang sang wanita.


Kirana merasakan ular milik Reyhan bangun dan menekan perutnya. Sesaat Hasrat setan dalam diri Kirana kembali tumbuh. Kirana memejamkan mata merasakan semua sentuhan memabukkan yang diberikan Reyhan.


Reyhan menurunkan tali kecil di bahu Kirana, Gaun gelap yang begitu kontras dengan warna kulitnya itu berlahan melorot hingga sebatas dada.


Kirana menggeleng pelan, berusaha melepaskan tautan bibir yang semakin lama semakin dalam, akan tetapi jemari Reyhan lebih gencar lagi menyusuri setiap inci tubuh Kirana. Sentuhan Reyhan lebih hangat lagi membuat pertahanan Kirana kian melemah.


Kirana mendesis ketika Reyhan meremas salah satu gunung kembarnya dari luar gaun. Kirana sadar ini sudah terlalu jauh dan tidak benar. "Rey jangan siksa aku, lepaskan aku Rey," ucap Kirana disertai *******.


Bukannya menuruti keinginan Kirana, tapi justru lelaki itu semakin memperdalam ciumannya, mengakses setiap inci goa hangat itu.


Kirana mendorong tubuh Reyhan, Rwyhan menempelkan tubuhnya semakin ketat lagi. Reyhan sepertinya sudah kehilangan kewarasan, Reyhan lupa kalau dirinya sudah menjadi mantan.


"Umhhh." Kirana mendesah saat remasan Reyhan semakin kuat. Kirana yakin intinya susah basah karena menahan gejolak yang membuncah di dada.


Reyhan menaikkan gaun hitam selutut yang dipakai oleh Kirana hingga sebatas paha. tangannya bergerak nakal di antara kedua kakinya, Mata kirana melotot saat jari-jari besar lelaki itu menyentuh titik paling sensitif yang dimiliki Kirana.

__ADS_1


"Hentikan kegilaan ini." Kirana mendorong Rayhan sekuat tenaga hingga tubuh lelaki itu terdorong ke belakang. Wajah Kirana berubah merah seperti kepiting rebus dan nafasnya juga memburu. Berbagai rasa bercampur aduk nervous dan juga malu, Bisa-bisanya dia terbujuk dengan rayuan Reyhan.


__ADS_2