
Clara mendatangi Reyhan yang tengah melamun sendiri di balkon.
"Rey," panggil Clara dengan wajah sendu, tapi Reyhan sudah tidak akan terbujuk lagi dengan mimik wajah yang kerap menipunya.
"Clara, apa lagi yang kau inginkan?" tanya Reyhan dengan raut wajah jengah.
"Rey apakah kamu pernah mencintaiku?" Tanya Clara mengharap kepastian, dia mendekati Reyhan, lalu duduk bersimpuh di kakinya.
"Berdiri Clara, jangan seperti ini," ujar Reyhan sambil menarik kedua bahu Clara.
"Tidak Rey, aku tidak mau berdiri sebelum kamu memberi penjelasan padaku. Apakah selama kita bersama, kamu pernah mencintaiku?"
Reyhan terdiam, dia ingin menjelaskan semua pada Clara, tapi khawatir Clara akan kembali mencoba membunuh Kirana. Karena dia sadar kalau tidak mungkin menjaga Kirana selama dua puluh empat jam, kesempatan itu pasti terjadi.
"Rey, tolong jawab pertanyaanku, apakah di hatimu pernah singgah namaku?"
"Kamu diam, Rey?" tanya Clara.
"Maafkan aku Clara, sepertinya aku tidak pernah mencintaimu. Rasa yang selama ini aku kira cinta ternyata cuma sekedar rasa hutang budi, aku sadar kalau aku hanya mencintai Kirana." ujar Reyhan. Lelaki itu berkata selembut mungkin supaya tidak membuat Clara tersinggung.
__ADS_1
Tapi bukan Clara jika tidak sensitif, gadis itu selain sensitif juga pemarah,dia tak bisa mengendalikan emosinya yang sering kali meluap-luap.
"Rey, kau membuatku sangat terluka, percuma selama ini aku berusaha untuk memiliki cintamu, nyatanya kamu hanya menganggap ku teman Kirana! Kirana ! dan Selalu Kirana! yang mendapatkan semua yang diinginkan, kenapa aku tidak bisa seperti Kirana, mendapatkan semua yang kuinginkan." Clara berbicara panjang lebar sekaligus marah dan menangis bercampur aduk.
"Mungkin kita tidak berjodoh, aku yakin kamu akan lebih bahagia bersama laki-laki lain."
"Kita berjodoh, Rey. cobalah lupakan Kirana dan hanya fokus denganku. Menikahlah denganku Rey. Aku akan berusaha menjadi Kirana yang kau inginkan." Clara mulai lepas kendali, dia mulai menunjukkan sikap aslinya. Menarik kerah Reyhan dan bersandar di dada bidangnya meski dengan cara paksa.
"Jangan terlalu memaksakan diri Clara, kamu adalah kamu, wanita yang mandiri, jangan pernah ingin jadi orang lain."
"Tidak apa-apa Rey, asal kamu bisa mencintaiku, aku akan berusaha untuk menjadi Kirana, "kata Clara sambil memainkan kancing kemeja Reyhan.
"Kamu mulai ngelantur, Clara." Reyhan mendorong tubuh Clara.
"Jadi benar dugaanku kalau kamu adalah dalang di balik semua ini?" Reyhan mendekati Clara dan mencekiknya.
"Menurutmu siapa lagi, aku melakukannya karena kamu tidak pernah benar-benar mencintaiku. Andaikan kamu bisa sedikit saja membuka hatimu untukku, aku tidak akan senekat itu." kata Clara dengan suara terbata.
Plakk!
__ADS_1
Reyhan yang sejak tadi berusaha untuk sabar, akhirnya amarahnya pun meledak.
"Wanita gila, jangan harap aku menikahimu."
"Kamu yang gila, Selama ini kamu tidak tahu kalau Kirana hanya mencintai Raka, bukan kamu. Percayalah Reyhan, sampai kapanpun Kirana dan kamu tidak akan pernah bersatu."
"Raka?" Reyhan terkejut Clara tahu tentang Raka.
"Ya, Kirana akan menikah dengan Raka, kamu akan kembali melihat Kirana bahagia dengan pria lain. Bukan kamu lelaki yang sangat bodoh."
"Kamu bodoh Rey, andaikan tidak, kamu pasti tahu siapa wanita sebenarnya yang telah menolong mu dulu," ujar Clara sambil tertawa menertawakan Reyhan yang malang.
Reyhan seketika lututnya lemas, mendengar yang akan diucapkan Clara, padahal Clara belum selesai dengan kalimatnya.
"Siapa sebenarnya yang menolongku?" Reyhan bertanya, untuk memastikan kalau Clara tidak bercanda.
"Kirana. Kirana terhormat yang telah menyelamatkan dirimu, wanita yang telah kau bunuh bayinya, wanita yang memilih pergi daripada bertahan denganmu yang terus menyakitinya. hahaha." Clara tertawa menertawakan Reyhan yang saat itu seluruh tubuhnya mendadak rapuh. Tubuhnya terhuyung ke belakang hingga menemukan dinding untuk sandaran.
"Ana, jadi benar Ana yang telah menyelamatkan aku," lirih Reyhan.
__ADS_1
Reyhan tahu ketika semua terlambat, andaikan dia percaya dengan Kirana. mungkin Clara tidak akan masuk dalam hidupnya dan mengacaukan semuanya.
***