Terlambat Menyadari CINTA

Terlambat Menyadari CINTA
Part 40


__ADS_3

Begitu ada kesempatan lepas, Kirana berlari sebisa mungkin dengan membawa tas hitam di tangan tanpa mengalungkan di lehernya.


"Kirana berhenti!" Reyhan memanggil Kirana sambil merapikan jaketnya.


Kirana segera masuk mobil dan mengemudi dengan cepat. Nafasnya masih memburu seiring detak jantungnya yang berdegup kencang.


Kirana tidak habis pikir kenapa dia bisa melakukan hal menjijikkan seperti itu bersama Reyhan. Dan kenapa Reyhan seolah terus memancingnya untuk bertindak mesum, Apa yang diinginkan Reyhan sebenarnya.


Kirana menepikan mobilnya di depan supermarket, dia berusaha menetralkan nafasnya secepat mungkin. Bayangan Reyhan menyentuh tubuhnya masih terus muncul di benaknya. Kirana memeluk lengannya dan menangis.


"Saat susah payah ingin melupakanmu, kamu terus datang dan menggoda, apa yang kamu inginkan Rey. Tidak tahukah kamu aku sedang berusaha untuk membuang cinta yang terus menyiksa diriku ini? Aezar maafkan aku yang hanya bisa memberimu harapan palsu. Aku bukan wanita yang baik untukmu Aezar. Aku tidak akan bisa memberi kebahagiaan apapun andai kita menikah. Aku wanita yang buruk untukmu."


Tanpa sadar, Kirana sudah setengah jam berada di depan minimarket. Kirana lalu turun untuk membeli minuman. Kirana membelikan uang lebih pada penjual minuman, penjual sangat senang karena Kirana memberikan semua kembaliannya. Setelah meneguk satu botol kecil air mineral, Kirana kembali melajukan mobilnya.


Melihat Kirana pulang, Bi Susi segera membuka pintu gerbang dan memberitahu kalau Aezar sudah menunggu. Kirana terkejut Aezar ynag katanya sibuk tiba-tiba sekarang ada di rumahnya.


"Nyonya, Den Aezar ada di dalam." kata Bibi.


"Aezar? apa dia sudah lama?"


Kirana tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya, dengan langkah gegas dia masuk ke dalam rumah.


"Sekitar setengah jam, dia terlihat mengkhawatirkan Nyonya."


"Aku akan temui dia, bibi tolong buatkan minuman hangat untuknya."


"Iya Nyonya." Bibi masuk lewat pintu samping yang langsung menuju dapur, sedangkan Kirana langsung menemui Aezar di ruang tamu.

__ADS_1


"Kirana, kamu membuatku panik, kenapa kamu pergi tanpa membawa ponsel." Aezar berdiri memeluk Kirana yang terlihat sedang berada dalam situasi yang tidak baik-baik saja. Sejak datang Kirana seperti orang bingung.


"Aku tadi lupa membawa ponsel, aku kira sudah aku masukkan ke dalam tas, taunya belum," kata Kirana tanpa berani menatap Aezar.


"Aku bingung tahu nggak, aku telepon puluhan kali nggak diangkat, terus aku telepon ke nomor rumah, untung ada bibi yang angkat dan kasih tahu semuanya." Aezar terlihat sekali kalau sedang panik, tangannya dingin saat menyentuh bahu Kirana.


Kirana makin bersalah dengan Aezar, bahkan untuk menatap mata lelaki itu saja tidak mampu.


"Maafkan aku, Dokter Eza." Kirana berkata sambil menunduk.


"Aku tahu kamu sedang ada dalam masalah besar, aku tahu kamu tidak mau merepotkan aku, tapi please Kirana, izinkan aku bertindak. Aku calon suami mu."


"Za, aku bukan wanita baik-baik, kamu berhak menemukan wanita yang lebih baik," kata Kirana lagi.


"Aku hanya cinta sama kamu," pangkas Aezar. Lelaki itu tidak peduli masalalu Kirana seperti apa. Tapi yang jelas sejak kejadian tadi di Cave, Kirana merasa dirinya wanita yang sangat munafik. Jika dia cinta dengan Aezar, kenapa dia begitu menikmati sentuhan Reyhan.


"Baiklah aku akan mandi, tubuhku terasa kotor." Kirana beranjak pergi ke belakang, dan mempersilahkan Aezar untuk menikmati makanan ringan terlebih dahulu.


Kirana ingin membersihkan tubuhnya dari tangan kotor Reyhan. Kirana jijik ada bekas tangan Reyhan di setiap inci tubuhnya terutama di organ intinya. Kirana menyalakan shower dan duduk dibawah guyuran air shower. Kirana berharap bekas yang ditinggalkan Reyhan akan segera hilang.


***


Reyhan berjalan dengan langkah lesu, saat Kirana berlari keluar dari Cave. Reyhan kembali melihat luka itu.


"Bagaimana kalau Kirana tidak berbohong, berarti Clara yang telah berbohong," kata Reyhan dalam hati.


Reyhan lalu masuk ke dalam mobil dan diam di dalamnya hampir satu jam. Malam ini hanya Kirana yang ada di otaknya dan satu satunya yang dia pikirkan.

__ADS_1


Reyhan berlahan ingat hari-hari menyedihkan yang pernah dia lalui, bagaimana Kirana berusaha menjadi wanita yang baik hanya fokus pada dirinya yang saat itu menjadi suaminya, Kirana yang selalu berusaha tersenyum meski tak pernah sekalipun dia membalas senyum yang selalu menyambutnya setiap pulang kerja itu. Bahkan Kirana selalu menyiapkan baju dan segala kebutuhannya, tanpa memikirkan ingin bekerja di perusahaan seperti saat ini.


Bersama Clara Reyhan tak menemukan semua itu, Clara hanya bisa cemburu dan tidak pernah merasa tenang.


Setelah malam semakin larut, Reyhan kembali ke apartement, di apartement dia minum beberapa gelas wine untuk menenangkan diri.


Reyhan mematikan ponselnya yang terus berdering setelah tahu si penelepon adalah Clara. Semua Reyhan lakukan bukan tanpa alasan. Wanita itu kini tengah marah karena Reyhan tidak datang menemaninya seperti biasa, dan lebih parahnya Clara menyuruh seseorang untuk mengikutinya malam ini hingga ke Cafe Flower.


Orang suruhan Clara melapor kalau Reyhan memesan Cafe Flower kelas VVIP bersama seorang wanita, dan bilang kalau tidak bisa melihat aktifitas mereka berdua di dalam cave itu.


Clara tentu meradang, dia mengamuk di apartemen dan membuat kamarnya kembali berantakan setelah beberapa jam lalu asisten barunya membersihkan. Asisten yang baru bekerja dua hari itu merasa tertekan dengan kelakuan Clara yang terus marah-marah.


"Kurang ajar, Kirana!!" Clara menghancurkan Vas dan juga souvernir.


"Apa yang dilakukan Reyhan dan Kirana sampai dia memesan tempat khusus untuk berdua saja." Clara tentu merasa tidak tenang, pasalnya Reyhan sekarang banyak berubah menjadi dingin terhadapnya.


Clara menghubungi Reyhan tanpa henti, hingga laki laki itu mengaktifkan mode silent pada ponselnya.


"Sial, sial, wanita itu pasti Kirana, kenapa dia tidak pernah berhenti mengganggu aku dan Reyhan. Wanita itu pasti tidak terima diceraikan oleh Reyhan dan menggodanya kembali. Oh jadi itu alasan Reyhan selalu mengundur pernikahan denganku," teriak Clara sambil tiada henti terus memaki Kirana yang tidak salah apa-apa.


"Nona, tuan Reyhan mengingatkan pada saya. supaya anda minum obat ini."


"Apa artinya Reyhan tadi habis telepon kamu?" Kirana menyipitkan satu matanya, dia terlihat tidak senang dengan semua yang dikatakan.


"Iya benar, Nona. Tuan Reyhan ingin anda tetap baik- baik saja.


'Clara, apa yang akan dia lakukan jika sehari ini aku mengacuhkannya.' batin Reyhan ya mulai merasakan sebuah rasa yang disebut 'bosan' Reyhan bosan Clara selalu meminta ini dan itu, dan juga merengek manja seperti bayi.

__ADS_1


Reyhan tertidur setelah kepalanya terasa berputar dan segala beban pikiran terlupakan untuk sejenak karena pengaruh wine yang di minumnya.


__ADS_2