
Dua hari lagi Kirana dan Aezar akan melangsungkan pernikahan. Binar kebahagiaan terlihat jelas di wajah keduanya. Sepanjang hari Kirana begitu semangat dalam bekerja, termasuk memimpin acara meting hari ini.
Aezar pun sama, dia terlalu bersemangat hingga wajahnya terus tersenyum saat berjalan menyusuri koridor rumah sakit, menghampiri bangsal satu ke bangsal lainnya.
Melihat dokter tampan dengan wajah sumringah, pemilik tutur kata lembut dan perilaku sopan, membuat pasien terus ingin dirawat oleh dokter nan berwibawa itu.
Setelah Aezar selesai memeriksa pasien, dia melepas jas dokter lalu segera mandi, Aezar tidak lupa kalau hari ini akan ada fighting baju pengantin bersama Kirana di sebuah butik ternama.
Aezar segera menjemput Kirana setelah penampilannya berubah lebih tampan layaknya CEO, bukan seperti seorang dokter lagi. Kirana dengan senang menyambut Aezar dan tak lupa mencium tangannya dengan takzim.
Kirana dan Aezar memilih naik mobil baru pemberian Aezar tempo hari, Kirana memilih mengemudi dan Aezar mengizinkan.
Kali ini mereka langsung menuju butik. Namun di tengah perjalanan, Kirana merasakan mobil yang ditumpangi tiba-tiba tidak bisa dikendalikan.
"Mas mobilnya tidak bisa di rem." Kirana mulai gusar, kakinya menginjak rem berulang kali namun kecepatannya tidak berkurang sama sekali.
"Benarkah?" Aezar tentu terkejut melihat mobil yang meluncur dengan kecepatan lebih cepat karena remnya blong.
"Mas, apa yang telah terjadi," tanya Kirana.
"Jangan panik, berusaha fokus," pinta Aezar.
Aezar meminta Kirana untuk berpindah dan Aezar menempati posisi Kirana di depan kemudi.
Kirana sejenak merasa tenang, akan tetapi dia kembali berteriak histeris ketika ada banyak mobil yang melintas tepat di depannya.
__ADS_1
"Mas, awas." Kirana ketakutan ketika di depan ada truk gandeng melintas.
"Mas, awasss!!"
"Braaaak!"
Kirana berulang kali berteriak histeris sambil memejamkan mata.Tidak ada yang dia ingat lagi setelah bunyi dentuman keras, semuanya terasa begitu gelap.
Kirana dan Aezar terluka parah ketika Aezar membanting setir menghindari truk bermuatan berat, mobilnya malah menghantam pohon beringin besar yang tumbuh di pinggir jalan.
Kirana dan Aezar sama-sama tidak sadarkan diri, keduanya dilarikan di rumah sakit dan menempati ruang UGD hingga beberapa jam.
Dokter sudah mengusahakan yang terbaik, akan tetapi keduanya tidak segera siuman, terpaksa Aezar dan Kirana dipindahkan di ruang ICU karena harapan keduanya untuk hidup sangat tipis.
***
"Tuhan, apa yang telah terjadi. Kenapa aku tiba-tiba merasakan firasat buruk begini." Reyhan mendadak gusar dan berkeringat dingin.
Reyhan memilih keluar ruangan, dia melihat beberapa karyawan di gedung sebelah nampak panik.
Reyhan berusaha mencari informasi dari salah satu karyawan yang bekerja dengan Kirana.
"Apa yang terjadi? kenapa kalian semua nampak panik?" Pertanyaan Reyhan tak mendapat jawaban, mereka semua hanya saling diam.
Niko yang datang dari luar gedung segera memberi informasi pada Reyhan. "Tuan, Nona Kirana kecelakaan."
__ADS_1
"Kamu jangan bercanda Niko." Reyhan menolak percaya ucapan Niko. Reyhan segera berlari ke parkiran dan Niko segera siaga sebagai sopir pribadi.
"Niko lalu bagaimana kondisi Kirana dan Aezar?" Reyhan nampak panik.
"Saya tidak bisa cerita Tuan, alangkah baiknya anda lihat sendiri." Niko berusaha tenang, tapi dalam hati dia terus berdoa untuk kesembuhan Kirana.
"Niko, kamu pasti tahu sesuatu, bagaimana kondisi Kirana!!" Suara Reyhan meninggi. Reyhan mencurigai kalau Niko pasti sudah menyelidiki kondisi Kirana lebih dulu.
"Kondisi keduanya terluka parah Tuan, Nona Kirana dan Tuan Aezar berada dalam ruang ICU.
"Kamu pasti bercanda Niko, Kirana pasti baik-baik saja. Aku tidak percaya kalau Kirana Kritis." Reyhan masih berusaha menolak kabar buruk tentang Kirana.
"Sebaiknya anda lihat sendiri Tuan."
Tiba di pelataran rumah sakit Reyhan segera berlari menuju ruang UGD ternyata Kirana dan Aezar sudah tidak ada, Reyhan berharap akan segera menemukan Kirana dan Aezar.
Tubuh Reyhan seketika lemas melihat Kirana berada di sebuah bangsal yang sepi dengan alat medis yang menempel hampir di sekujur tubuhnya. Tubuh Kirana membujur kaku tak bergerak.
"Ana, apa terjadi padamu?" lirih Reyhan, Reyhan menitikkan airmata kesedihan yang teramat dalam, baru kali ini dia menangis untuk Kirana, ada sakit yang amat dalam yang ia rasakan di relung hatinya yang paling dalam.
Reyhan mendekat, dia menangis tergugu ketika dokter datang dan memeriksa kondisi Kirana. " Pasien akan mengalami koma dalam beberapa hari kedepan, bisa juga beberapa minggu atau beberapa bulan, bahkan bisa dalam kurun waktu yang lebih lama lagi."
"Tidak Dokter, itu tidak akan terjadi, usahakan Kirana dan calon suaminya sembuh secepatnya Dokter, dua hari lagi mereka akan menikah." Reyhan memohon pada Dokter.
Tenang Pak, kami akan berusaha semaksimal mungkin, hasilnya kita serahkan saja pada Yang Maha Kuasa.
__ADS_1
*Happy reading