Terlambat Menyadari CINTA

Terlambat Menyadari CINTA
Masih mengejar cinta Kirana.


__ADS_3

Satu Minggu telah berlalu, Reyhan dan Kirana tidak lagi saling bertemu. Mereka sibuk dengan pekerjaan kantor masing-masing. 


Reyhan sangat terkejut Kirana semakin hari semakin dekat dengan Raka bahkan dia saat ini sedang menjalin kerja sama rahasia. Reyhan baru tahu setelah Niko mengatakannya disaat sarapan bersama di cafe, pagi tadi.


Reyhan merasa jika Raka memiliki misi lain untuk melancarkan bisnisnya di negara ini, dengan cara mendekati Kirana dan mengajaknya kerja sama. Reyhan lebih paham dan hafal dengan sifat saudaranya itu yang selalu bertentangan dengannya. Reyhan sepertinya perlu membuktikan semuanya sendiri.


Reyhan pagi ini sengaja iseng main ke kantor Kirana. Reyhan kebetulan berpapasan dengan Kirana saat naik lift. 


"Ana, kamu cantik sekali hari ini?" kata Reyhan basa basi. Reyhan sungguh takjub melihat penampilan baru Kirana. Rambutnya yang lurus sekarang berombak, warnanya juga hitam kemerahan. Dulu Kirana suka tampil apa adanya, tapi sekarang dia hoby sekali ke salon. membuat Reyhan semakin cinta saja.


"Terimakasih Rey, tapi aku tidak butuh pujianmu." Kirana tersenyum lalu kembali acuh. Kirana segera masuk Lift, dan Reyhan berhasil mengejar Kirana. Lift khusus memang selalu sepi, karena hanya pegawai khusus yang boleh melewatinya. Kini Reyhan dan Kirana berada dalam satu lift.

__ADS_1


"Ana." Reyhan meraih jemari Ana tapi lagi-lagi Kirana menepisnya. "Apalagi Rey?! Bukankah sudah ku jelaskan berulang kali, bahkan puluhan kali, berhenti menggangguku, aku dan kamu sudah tidak ada hubungan apapun. Selain hanya klien biasa. Pergilah! Aku sudah tidak ingin sama sekali kembali padamu, membina rumah tangga denganmu adalah mimpi paling buruk dan menyakitkan bagiku, menyesal tujuh tahun aku habiskan mencintai lelaki sepertimu. Kembalilah pada Clara, bukankah kau dulu sangat menyayanginya. Siapa tahu dengan kau menikahinya wanita itu akan berubah menjadi wanita yang baik, penurut dan ibu yang baik untuk anak anakmu." Kirana terlihat kembali marah dan mengungkit kesalahan Reyhan dimasa lalu. berbagai cibiran dia ucapkan pada Reyhan tapi lelaki itu sepertinya sudah kehilangan kewarasan karena selalu menganggap ucapan dan makian Kirana hanya angin lalu.


"Ana, aku sadar kalau wanita yang aku cintai itu adalah kamu, wanita yang tulus itu adalah kamu, Clara hanyalah cinta yang bagiku semu, dia selalu berhasil membuat sandiwaranya begitu nyata. Sampai sampai kebenaran yang selalu kau tunjukkan tidak terlihat olehku. 


"Aku bilang terlambat Rey, Semenjak kau membunuh anak kita, semuanya sudah terlambat." 


"Aku tidak sengaja melakukannya," kata Reyhan dengan wajah penuh penyesalan.


Reyhan terus mengekor Kirana hingga sampai di ruang pribadi wanita itu.


Reyhan terus menatap ke arah meja Kirana. Reyhan menatap benda yang sepertinya hadiah spesial itu, nyaris tanpa berkedip.

__ADS_1


"Penting banget ya, aku harus jawab sesuatu yang bukan urusanmu."


"Ana!"


"Cukup Rey, keluarlah, aku harus bekerja," usir Kirana dengan terus mendorong dada bidang Reyhan hingga terpaksa Reyhan harus keluar ruangan Kirana.


Reyhan cemburu melihat Raka mengirim hadiah patung dari kaca berupa sepasang kekasih sedang berdansa pada Kirana sebagai bentuk kerjasama. 


"Ana, tolong dengarkan aku sebelum kau menyesal. Aku seperti ini karena aku sayang kamu Ana."


"Terimakasih Rey. Terimakasih," kata Kirana sambil menutup pintu dan Reyhan hanya bisa meremas rambutnya frustasi.

__ADS_1


__ADS_2