
(Mohon maaf jika jalan cerita tidak sesuai harapan. Cerita ini ikut sebuah misi, jalan cerita sudah ditentukan oleh pihak Noveltoon)
***
Aezar yang mengalami luka lebih parah, mendapat penanganan dokter lebih intensif, tapi sayang, segala cara untuk menyelamatkan nyawanya telah dilakukan, tapi Tuhan berkehendak lain. Tuhan memanggilnya lebih cepat.
Aezar telah pergi tanpa pamit terlebih dahulu dengan wanita yang dia sayangi. Sedangkan Kirana sendiri dalam keadaan koma.
Keluarga Aezar segera membawa pulang jenasah putra semata wayangnya dan memakamkan di pemakaman keluarga. Kesedihan yang amat dalam menyelimuti keluarga besar Aezar. Mereka juga tidak akan melepas pelaku yang telah memotong selang rem mobil Kirana. Pelaku akan diusut sampai tuntas hingga mendapatkan pembalasan yang setimpal.
Keluarga Aezar tetap menganggap Kirana sebagai anak sendiri mengingat cinta Aezar yang terlalu dalam pada Kirana. Mereka juga menjenguk Kirana setiap hari di rumah sakit.
Keberadaan Reyhan membuat Keluarga Aezar memeriksanya juga, tapi hasil pemeriksaan pada Reyhan hasilnya nihil, tak ada tanda tanda Reyhan telah melakukan kejahatan apapun. Lagipula Reyhan mencintai Kirana, tidak mungkin Reyhan ingin Kirana ikut serta celaka dalam kecelakaan maut itu.
***
"Kirana bangunlah, aku harus minta maaf padamu An," lirih Reyhan, lelaki itu terus menatap ke arah tubuh wanita yang tengah berbaring lemah di atas brankar. Sudah seminggu Kirana berbaring tanpa bergerak, hidupnya kini tergantung dengan alat medis yang mengelilingi tubuhnya.
__ADS_1
Setelah kepergian Aezar, Reyhan nampak sibuk menunggu Kirana di rumah sakit setiap hari, Reyhan sudah banyak sekali berubah. Reyhan ingin memperbaiki semuanya meski sadar semua telah terlambat.
Sedangkan Clara masih berusaha untuk terus meyakinkan Reyhan kalau dia selama ini sengaja berbohong karena cintanya yang sangat besar pada Reyhan. Alasan itu sangat kuat untuk membuat Reyhan kembali percaya, akan tetapi entahlah, perhatian Reyhan pada Clara serasa telah sirna, apalagi cinta, mungkin selama ini bahkan tak ada cinta Reyhan untuk Clara, karena yang ada Clara selalu memanipulasi keadaan supaya Reyhan terus bersimpati. Reyhan juga mencurigai Kirana pelaku sebenarnya. Tapi sayangnya belum ada bukti yang membenarkan, karena sopir pribadi Kirana sekaligus asisten pribadinya yang bernama Jeni hilang tanpa jejak.
"Ana, ayolah bangun, lihatlah aku yang pernah kau cintai sekarang selalu ada disini, aku disini demi kamu, aku ingin melihat kamu membuka mata untuk pertama kali Ana," lirih Reyhan.
Alam bawah sadar Kirana masih mendengar ucapan Reyhan, namun wanita itu tidak juga membuka mata, Kirana ingin mendengar suara Aezar, bukan suara Reyhan.
"Ana, kamu ternyata wanita terbaik yang sudah ditakdirkan untuk bersamaku." Reyhan menggenggam jemari pucat Kirana yang semakin memutih karena tak ada sinar matahari yang menyentuh kulitnya.
Reyhan mengecup jemari Kirana sambil menitikkan airmata. "Ana aku akan berusaha menjadi lelaki yang kau inginkan, kalau perlu aku akan belajar mencintaimu melebihi cinta Aezar padamu, aku akan memulai hubungan kita dari nol. Kamu tidak keberatan, An?"
Andaikan bisa, Kirana ingin sekali mengusir Reyhan agar pergi saja, Kirana hanya ingin Aezar yang ada di dekatnya. Tanpa sadar, air mata Kirana menetes membasahi pelipis kanan dan kiri. Alam bawah sadar Kirana bisa merasakan sesuatu yang buruk telah terjadi.
Tak lama, Dokter datang memeriksa Kirana, Reyhan tak mau melewatkan waktu berharga dan singkat bertemu dengan dokter.
"Dokter apakah ada kemajuan pada pasien?"
__ADS_1
"Ada Tuan Reyhan, pasien sudah bisa mendengar suara orang di dekatnya, sering seringlah berbicara dengan pasien, jika anda orang yang berarti dalam hidupnya, pasien pasti akan mendengarkan suara anda dengan baik dan akan berusaha bangun dengan lebih cepat."
Reyhan mengangguk. "Aku akan berusaha semampuku Dok, aku akan menjaganya selama 24 jam, aku akan berusaha keras supaya Kirana segera pulih."
Dokter tersenyum "Pak Reyhan hebat sekali, padahal pengusaha sukses seperti anda seharusnya sibuk di kantor, tapi anda memilih untuk menjaga wanita ini, apakah wanita ini spesial sekali buat anda?" Tanya Dokter.
"Ya, dia sangat spesial buatku, lagi pula ada asisten kepercayaanku yang akan selalu mengahandle pekerjaan dengan baik."
Dokter mengangguk, paham. "Semoga usaha anda tidak sia-sia, tetap semangat." Dokter menepuk bahu Reyhan lalu pergi.
Reyhan mengangguk, Reyhan kembali duduk di kursi tunggu sambil memandangi wajah pucat Kirana.
Kirana terus meneteskan air mata Kirana pasti merasakan firasat kalau hal buruk telah terjadi pada Aezar. Kalau tidak, tidak mungkin Reyhan bebas menjaganya seperti saat ini.
"Ana, kamu menangis, Ana?" Reyhan menyeka airmata Kirana dengan lembut.
Di salah satu sudut luar ruangan, ternyata ada Clara yang tengah mengintai keberadaan Reyhan. Clara cemburu karena Reyhan memilih terus bersama Kirana, Clara terus berdecak kenapa Kirana masih hidup, setelah dia berharap Kirana akan pergi dari dunia ini.
__ADS_1
"Kenapa harus Aezar yang pergi dari dunia ini. Padahal aku hanya menginginkan Kirana agar tidak lagi mengusik hidupku lagi."
* Jujur di part ini emak sedih banget membuat tokoh Aezar pergi.