
"Berhenti!" Suara dari luar mengagetkan seisi ruangan. Kirana datang disaat yang tepat sebelum Reyhan mengucap ijab dan qobul.
Kirana tahu akan terjadi sesuatu yang buruk setelah Niko gagal meneleponnya. Untung lelaki itu mengirim pesan dan menunjukkan keberadaannya melalui bantuan Googling.
"Kirana!" Reyhan tersenyum lebar melihat Kirana baik-baik saja. Reyhan segera berdiri dan menghampiri Kirana. Sedangkan Clara menatap Kirana dengan tatapan nanar, penuh kebencian.
Hati Clara semakin panas setelah melihat Kirana berdiri dalam kondisi yang baik baik saja. bahkan wanita itu sekarang nampak sangat cantik dari biasanya.
"Pak penghulu pernikahan ini batal. Anda boleh tinggalkan kita. Tidak akan ada pernikahan yang terjadi pada hari ini." ujar Reyhan.
Penghulu lalu pergi meninggalkan ruangan, setelah menatap jijik pada orang tua Clara.
"Rey, aku baik-baik saja, kau tidak perlu menikahi wanita licik untuk kau jadikan istrimu, aku berharap kau akan menemukan seorang istri wanita baik-baik," kata Kirana.
Reyhan mendekati Kirana yang begitu dia rindukan, akan tetapi Kirana malah mundur menjauh dari Reyhan.
"Aku tidak ada urusan dengan kamu Rey. Disini urusanku hanya dengan Clara. Karena wanita itulah Aezar pergi dari hidupku." kata Kirana dengan kilatan amarah.
Clara terkejut Kirana sudah tahu semuanya. Tapi Clara berfikir kalau Kirana hanyalah mengarang cerita.
__ADS_1
"Kirana, apa kamu memiliki buktinya? sampai sampai kamu menuduh aku seperti itu? Kamu orang hebat Kirana, kamu pasti tahu apa hukuman untuk orang yang telah mencemarkan nama baik,"Sinis Clara.
"Oh, aku sangat takut Clara," ledek Kirana, Kirana lalu tertawa. Tawa Kirana sangat menyakiti hati Clara. " Nama baik yang mana Clara? Seharusnya sudah lama nama baik kamu itu hilang, hanya saja aku yang terlalu sabar menghadapi kelakuan kamu selama ini."
Clara yang selama ini selalu tertawa keras dan sombong. Kini kesombongan itu berubah jadi ketakutan. Tubuh yang biasanya membusung kini nampak pucat pasi dan gemetar.
"Clara akhirnya kau akan mendekam di penjara seumur hidup, bukti-bukti yang ku bawa semuanya akan menyudutkan kamu."
"Bukti apa Kirana? Semua pasti rekayasa kamu dan orang rendahan ini." Clara menatap Niko penuh kebencian. Clara sejak dulu benci pada Niko karena lelaki itu tidak pernah sekalipun menyukai dirinya, apalagi mendukung hubungannya dengan Reyhan.
Clara mendekati Kirana, ingin melihat bukti yang dibawa wanita itu dari negeri asing. "Bukti apa hah? Bukti itu pasti palsu," sanggah Clara.
"Jeni, kenapa dia bisa sembuh?" Clara tidak sengaja keceplosan bicara. Dia tidak menyangka Jeni bisa kembali sehat dan bisa memberi pengakuan.
Reyhan menatap Kirana dengan bangga, dia senang wanita yang dia cintai ternyata tidak bisa di remehkan.
Reyhan mendekati Kirana dan memujinya. "Aku tidak menyangka, wanita yang dulu selalu aku rendahkan kemampuannya, ternyata dia sangat hebat."
"Ana, polisi sudah datang." Raka muncul dari balik pintu, membuat Reyhan sangat terkejut. Sesaat Reyhan dan Raka saling pandang, semua orang termasuk Clara dan keluarganya juga heran ada lelaki yang sama persis dengan Reyhan, hanya saja Raka suka sekali mengunyah permen karet.
__ADS_1
Merasa ada kesempatan, Clara yang tersudut memanfaatkan moment ini untuk kabur, dia menerjang tubuh orang-orang yang berdiri di dekat pintu, Clara berusaha berlari sekuat 8a bisa. Sedangkan Kirana hanya tersenyum melihat Clara yang ketakutan.
Clara berlari menuju halaman rumah sakit, semua orang yang ada di halaman tercengang melihat Clara yang diduga orang gila. Polisi yang baru datang dan memarkirkan mobilnya segera siaga. Mereka berlomba turun dari mobil lalu mengacungkan pistol sambil berlari mengejar Clara.
"Berhenti! Berhenti!" teriaknya. Clara bukannya berhenti, tapi dia malah berlari ke jalanan dan menghubungi orang yang bisa membantunya kabur.
Diduga potensi Clara kabur sangat besar polisi akhirnya memutuskan untuk menembak kaki Clara dengan dua tembakan.
Dor! Dor!
"Aaaaaa." Clara berteriak karena peluru sudah menembus kulitnya dan mengoyak tulang kakinya.
Clara menoleh ke belakang sambil menahan sakit yang luar biasa di kaki, dia abaikan darah yang keluar dengan deras. Orang tua Clara menangis histeris memohon pada Kirana supaya memaafkan kesalahan Clara dan mencabut semua laporan.
Sedangkan Reyhan dan Raka sama-sama ada di belakang Kirana, mereka berdua saling diam tanpa sepatah kata, Reyhan dan Raka ternyata saudara kembar yang tidak akur.
Clara berlari menuju jalan Raya dimana mobil kawannya datang untuk menyelamatkan dirinya. Clara melambaikan tangan pada semuanya dan tertawa karena dia akan kembali selamat dari kejaran polisi dan semua orang dengan kemampuan mengemudi teman andalannya.
*Happy reading*
__ADS_1