Terlambat Menyadari CINTA

Terlambat Menyadari CINTA
Lelaki terbuang


__ADS_3

Kirana bisa merasakan hubungan antara Reyhan dan Raka tidak berjalan semestinya. Buktinya lelaki itu mengatakan kalau Reyhan anak kesayangan Papa, artinya dia merasa tersisih dan bukan menjadi tersayang.


Kirana ingin memanfaatkan situasi ini untuk membuat Reyhan tidak lagi mengganggunya. Ya, Kirana ingin mendekati Raka dan membuat Reyhan pergi dari hidupnya.


Di kamar hotel yang luas, Kirana duduk termenung di pinggir jendela, sambil melihat foto Aezar yang tersimpan di galeri ponselnya. Setelah kerinduan pada sosok Aezar terobati, Kirana meletakkan ponselnya diatas nakas lalu beranjak ke kamar mandi.


Kirana mandi di dalam bathup dengan air hangat, setelah selesai Kirana segera memakai baju santai.


Kirana mendadak merasa lapar, dia segera turun ke restaurant yang ada di hotel ini. Kirana tentu memilih makanan yang menjual daging halal.


Saat sedang menunggu pesanan datang Kirana kembali dikejutkan oleh kedatangan sosok wajah yang dia benci. Wajah yang sama dengan milik Reyhan.


"Ana, rupanya kita berjumpa lagi," sapa Raka.


"Reyhan!" Kirana kaget lelaki pemilik wajah yang sama dengan lelaki yang di bencinya itu datang.


"Aku bukan Reyhan, Ana." Raka tersenyum ramah. "Kau memikirkan Reyhan?"


"Tidak, hanya saja aku ...." Kirana merasa tidak nyaman.


"Aku tahu kok, kamu tidak suka wajah yang sama dengan wajahku ini, apa aku harus oplas, biar kita bisa berteman baik."


"Oplas, tidak perlu, aku hanya butuh waktu saja untuk terbiasa mengingat kamu adalah Raka, bukan Reyhan," kata Kirana


Kirana lalu tersenyum pada waiters yang baru datang dengan nampan ditangannya.


Waiters menurunkan makanan di depan Kirana. Kirana melihat Raka masih memilih menu yang akan dia pesan di buku menu.

__ADS_1


Lelaki itu akhirnya memutuskan untuk memilih menu yang sama."Tolong saya bawakan menu yang sama dengan Nona."


"Baiklah, Tuan." Pelayan itu bisa berbahasa Indonesia, karena menu masakan yang dijual khas Indonesia, kebetulan pegawainya juga orang Indonesia.


Raka dan Kirana makan malam bersama, Raka nampak kagum dengan wanita yang tengah makan dengan santai di depannya itu.


Pembawaan Kirana yang santai dan terlihat sekali dia sosok penyayang, rasa penasaran Raka terus muncul kenapa Reyhan dan Kirana bisa berpisah.


Kirana juga menyimpan hal yang sama, tujuh tahun menikah, kenapa Reyhan tidak sekalipun bercerita tentang saudara kembarnya, atau memergoki pernah saling bertanya kabar.


"Tuan Raka? Em bolehkah aku tanya sesuatu?"


"Tanya saja." Raka tersenyum.


"Ini mengenai Reyhan," kata Kirana lagi.


"Kesayangan papa? Kenapa anda menyebut demikian?"


"Ya, Reyhan adalah kesayangan papa, apapun yang papa miliki, semua untuk Reyhan. "


" Benarkah?"


"Benar sekali, sejak kecil Reyhan sudah mendapatkan perhatian khusus dari papa dan mama. setelah dewasa pun dia, masih mendapat perlakuan istimewa, papa memberikan perusahaan milik keluarga pada Reyhan. Sedangkan aku ... Aku hanya dapat anak cabang , perusahaan kecil yang terasingkan di negeri ini. Aku merasa tidak pernah diinginkan.


Kirana menganggukkan kepala, ternyata Reyhan dan saudaranya tidak berhubungan baik karena sebuah ketidakadilan dari orang tuanya.


Dan satu hal yang cukup mengejutkan Kirana adalah Reyhan pemilik perusahaan induk yang besar di indonesia, sekarang Kirana tahu kenapa Reyhan bisa sangat mudah membuat perusahaan miliknya dulu bangkit dan berkembang pesat, ternyata ada perusahaan lebih besar yang jadi penopangnya.

__ADS_1


"Jadi seperti itu ya. Apakah Reyhan memiliki nilai plus menurut anda, sampai orang tua kalian lebih menyayangi dia?"


"Cerdas, lelaki itu lebih cerdas dariku, tapi itu bukan salahku, kenapa aku dilahirkan tidak secerdas Reyhan." Raka nampak sedih mengenang nasibnya yang tidak pernah mendapat perlakuan spesial.


'Tuan Raka, anda sama sepertiku, aku dulu pernah mencintainya sepenuh hati, tulus, tapi aku tak pernah mendapat tempat yang selayaknya, tapi semua itu salahku, kenapa aku harus memilih dia.' batin Kirana.


"Oh ya, kau sudah tahu rahasia yang memalukan ini, lalu apa yang membuat kamu dan Reyhan berpisah?"


"Mungkin aku terlalu bodoh, dan mencintainya, dan cinta yang besar itu membuatku kerap merasakan sakit yang tak sebentar, sakit yang terus bertambah setiap hari membuat luka yang dalam, dan ketika luka itu semakin parah, ada saatnya orang akan menyerah, aku menyerah karena kalah," kata Kirana sambil mengaduk aduk minuman di depannya dengan sedotan kecil.


***


Sedangkan di tempat lain, Reyhan nampak panik setelah mendengar dari asistennya, kalau Kirana pergi ke Amerika untuk mencari sopir yang kabur setelah melakukan kejahatan.


"Apakah dia ke USA seorang diri? siapa yang mendampingi dia, Bi?" tanya Reyhan sambil duduk di ruang tamu, bibi menyuguhkan secangkir kopi kesukaan Reyhan.


"Nona sendiri Tuan, dia yakin disana akan bertemu dengan Andre dan banyak orang baik lainnya. Nona sebenarnya meminta kepergiannya di rahasiakan. Berhubung anda begitu khawatir jadi saya terpaksa kasih tahu."


"Apa ada yang dikatakan Kirana sebelum pergi?"


"Ada, Tuan. Nona meminta supaya jangan khawatir, dia akan segera kembali jika urusan beres."


*Teman-teman, mampir juga ke karya baru emak yang satunya ya. dan mohon dukungannya


*Terjebak pesona bodyguard


__ADS_1


__ADS_2