Terlambat Menyadari CINTA

Terlambat Menyadari CINTA
Part 58. Kedatangan Kirana ke Villa


__ADS_3

Reyhan terkejut ketika mobil Kirana merangkak naik mendekati Villa.


Reyhan tidak menyangka Kirana akan mengunjungi Villa yang selama ini tidak pernah menarik perhatian mantan istrinya itu.


Reyhan segera turun menyongsong kedatangan Kirana yang baginya makin cantik. Yeah bagaimana tidak cantik, Kirana tidak pernah lagi menangis. Penderitaan yang dialami karena mengejar cinta Reyhan yang tak kunjung mendapat balasan sudah dia kubur dalam-dalam. Kirana berlahan move-on dan pelan-pelan mulai menerima Aezar


Reyhan tentu merasa tak enak hati pada Kirana karena kepergok sudah menempati Villa miliknya bersama Clara. Meski Reyhan merasa tidak melakukan apapun, entah kenapa Reyhan merasa tidak enak hati. Reyhan tidak pernah mengajak Clara karena wanita itu datang sendiri untuk menyusul.


"Ana, aku senang kamu mulai peduli dengan Villa ini, aku sudah merenovasi dan membuatnya lebih indah." kata Reyhan, sambil menghampiri Kirana yang belum turun dari mobil. Baru kaca mobil depan saja xang diturunkan.


Kirana masih diam, tak segera membalas ucapan Reyhan. Wanita itu sibuk melepas kacamatanya dan berjalan masuk.


Kirana lalu duduk di sofa tunggal, sedangkan Reyhan mengekor di belakang Kirana dan duduk di sofa yang berbeda.


"Rey, mulai saat ini aku tidak ingin ada orang asing keluar masuk ke Villa ini, karena aku tidak pernah menyewakan Villa ini pada siapapun. Ini milik keluargaku, dan tak akan pernah jadi milik orang asing itu, meski orang itu sudah merenovasi, merawat dan membuatnya lebih indah. Villa villa ini hanya akan ditempati keluargaku ketika ingin berlibur."


Reyhan tahu, dirinyalah yang disebut orang asing oleh Kirana hingga berulang kali itu. Reyhan tidak menyangka Kirana akan semarah itu.


Sedangkan Clara yang tidak tahu seluk beluk Villa ini milik siapa, dia memilih mencuri dengar percakapan Kirana dan Reyhan dari ruang tengah. Clara mengira Villa ini milik Reyhan yang dibeli saat menjadi suami Kirana


"Ana_" Reyhan ingin bicara tapi Kirana segera memotong kalimat Reyhan.


"Iya, aku tahu Rey, kamu yang selalu peduli dengan kondisi Villa ini, kamu merawat dan merenovasi, tapi jujur aku tidak suka kamu menempatinya untuk tempat mesum.


"Mesum?"


"Apa namanya kalau bukan mesum, kalian berdua tinggal di sini berdua tanpa ikatan apapun."

__ADS_1


'Jadi Villa indah dan sejuk ini juga milik Kirana, lalu apa yang dimiliki oleh Reyhan. Aku benci kamu Kirana, kenapa kamu selalu mendapat apapun yang harusnya aku lebih menginginkan.'


"Maksud kamu apa? aku sama sekali tidak mesum dengan Clara, bahkan aku memilih tidur di sofa dan Clara tidur di kamar." Reyhan berusaha mencari pembenaran atas dirinya. Reyhan tentu tidak mau dituduh mesum dengan Clara di Villa. Akhir akhir ini Reyhan semakin hati-hati membentengi dirinya. Reyhan masih terus berharap Kirana bisa dia miliki kembali.


"Hahahaha! Rey ini apa?!"


Kirana menyodorkan ponselnya pada Reyhan tepat di depan wajahnya.


Reyhan melipat dahinya, berusaha menatap lebih tajam foto yang benar benar seperti nyata itu, padahal foto itu sengaja di edit sedikit supaya terkesan seperti sungguhan.


"Aku berani bersumpah Kirana, aku tidak melakukan perbuatan seperti yang kau tuduhkan di Villa ini. Siapa yang mengirimnya?" tanya Reyhan dengan Ekspresi marah. Reyhan sekarang mengerti kenapa Kirana tiba-tiba datang ke Villa. Pasti karena foto memalukan itu.


"Menurutmu siapa yang bisa melakukan semua ini?" kata Kirana dengan tersenyum sinis.


Aku tidak mau tahu sekarang juga segera kemasi barang-barang kalian, kosongkan Villa ini sekarang juga, bawa wanita simpanan mu itu pergi dari sini."


"Cemburu?" Rey kamu masih saja terlalu percaya diri kalau aku masih menginginkan kamu. Semenjak kau membunuh bayi kita, aku sudah menghapus cinta itu dan merubah menjadi kebencian yang tidak akan pernah berakhir. Aku akan mengingat semuanya seumur hidupku."


Sedangkan di ruang tengah, Clara semakin panik, karena dia yang telah mengirim foto itu dan membuat Kirana datang dan mengusir Reyhan. Bisa dipastikan Reyhan akan marah habis-habisan padanya nanti. Clara memilih mengemasi barangnya dan pergi lewat pintu belakang secara diam-diam.


Clara juga mengirim pesan pada Reyhan kalau dia pulang lebih dulu, dan jika merindukan dirinya, Clara meminta Reyhan untuk datang ke apartemennya.


Reyhan membaca pesan dari Clara, lalu menaruh kembali ponselnya ke dalam saku. Reyhan lega Clara pergi, setidaknya dia miliki waktu berdua dengan Kirana.


Kirana segera menarik jemarinya dari tangan Reyhan. Reyhan tertawa lagi, mencibir Kirana kalau kedatangannya pasti karena tidak rela melepas dirinya berdua dengan Clara.


"Aku tahu kedatangan mu kesini pasti karena kamu tidak membiarkan aku berdua saja dengan Clara. Aku tahu itu Kirana," kata Reyhan penuh percaya diri.

__ADS_1


Reyhan merubah posisi duduknya lebih mendekati Kirana. Kirana makin jijik dengan tingkah Reyhan yang tidak tahu malu.


"Cepat pergi dari sini Rey, aku tidak main-main dengan ucapanku."


"Kirana sudahlah, jujur saja kalau kamu sengaja bertunangan dengan Aezar hanya demi menyelamatkan perusahaan, Sedangkan dari lubuk hatimu yang paling dalam kamu masih sayang sama aku. Buktinya saat di Cave, malam itu kamu sangat menikmati ...."


"Cukup Rey, aku merasa mual mendengar kau selalu mengulang ulang kalimat yang sama. Kenyataan yang harus kami terima adalah kita tidak berjodoh lagi."


"Kita berjodoh Ana, buktinya sekarang aku membalas rasa cintamu dan perjuangan mu selama tujuh tahun, aku berjanji akan menjadi papa yang baik untuk anak-anak kita nanti, sekaligus suami yang bertanggung jawab."


Kirana diam, bukannya marah, tapi lebih cenderung ke lelah berbicara dengan Reyhan yang tidak bisa mengerti.


"Kenapa Rey? kamu tidak nikahi cinta pertamamu itu? Kenapa justru kamu memilih kembali denganku? Apa kamu baru sadar kalau aku lebih cantik? atau kamu baru tahu sifat aslinya. Rey, aku sebenarnya kasihan sama kamu, sampai sejauh ini kamu tidak tahu kebenaran yang sesungguhnya." Kirana pun beranjak pergi, ogah terus berdua dengan Reyhan, Kirana juga takut Reyhan akan khilaf seperti hari-hari sebelumnya.


Reyhan terlihat masih ingin menahan Kirana. Lelaki itu kembali meraih lengan Kirana yang sudah siap pergi untuk meninggalkannya. "Kalau kamu tahu sesuatu, katakan sejujurnya Ana? Aku akan berusaha untuk mempertimbangkan kejujuran mu."


"Kamu yakin akan percaya kata-kata dari mulut pembohong sepertiku?" Kini Kirana gantian yang mencibir Reyhan.


"Ya, aku akan berusaha percaya."


"Tanyakan pada wanitamu, apakah dia pernah berjanji untuk meninggalkanmu demi uang yang aku berikan?"


"Jadi kalian berdua ...." Reyhan menggelengkan kepala, tidak percaya kalau Kirana dan Clara pernah membuat kesepakatan yang menyangkut dirinya dengan uang.


"Tapi apa? Dia telah berbohong padaku, dia hanya pergi dalam beberapa bulan saja setelah itu kembali mengusik rumah tangga kita yang baru seumur jagung. Terus mempengaruhi kamu dengan cerita-cerita yang sengaja dia karang sendiri. Parahnya lagi kamu selalu percaya dan mempersalahkan aku, Rey."


"Tapi sudahlah Rey, tak ada gunanya juga kamu tahu semuanya, lagipula saat ini aku hanya akan fokus pada hubunganku dan Aezar, dia lelaki yang bisa mengerti diriku dan tidak pernah membuatku bersedih."

__ADS_1


__ADS_2