
(Cerita ini mengikuti sebuah misi kepenulisan yang diadakan oleh Noveltoon, jalan cerita sudah ditentukan oleh pihak Noveltoon)
***
[Nona saya sudah melakukan seperti yang anda inginkan. Nona Kirana sudah mabuk hanya dengan minum seteguk saja dari minuman yang anda berikan] Sebuah pesan dari Mario untuk Clara.
Siapa sangka, Clara hari ini telah masuk ruang OB dan mengendap-endap, hanya untuk mencampur alkohol ke dalam minuman yang seharusnya tidak membuat mabuk itu di ruang OB, saat OB sedang mengantar pesanan ke ruang karyawan lain.
Sedangkan Kirana tanpa curiga sedikitpun langsung meminum minuman yang telah ditambah racikan oleh Clara, hingga hampir separuh tandas ke perutnya, karena ditambah rasa haus yang mendera.
Clara sangat anti dengan minuman beralkohol, Awalnya memang hanya mabok biasa, tapi setelah itu Kirana pasti akan mengalami perdarahan Gastrointestinal, muntah-muntah serta tubuhnya mengeluarkan bintik-bintik merah.
Clara senang dengan laporan yang didapat, orang suruhan Clara menunggu perintah selanjutnya.
"Jangan lupa sebarkan foto Kirana saat mabuk, aku ingin dunia tahu kalau Kirana ternyata selain pemabuk, dia juga bisa berkencan dengan setiap pria, apa yang akan mereka pikirkan saat tahu wanita yang mereka banggakan dan selalu terlihat seperti malaikat ternyata memiliki sifat yang sangat buruk, memiliki kekasih gelap, pasti Aezar dan keluarganya akan sangat membenci Kirana hahaha."
"Siap Bos." Kirana yang mabuk kini diapit oleh dua pria, dan lelaki bertubuh gemuk dan satunya lagi tinggi besar mengapit tubuh Kirana. Mario dan Glenn membuka tiga kancing kemejanya supaya foto yang dihasilkan tampak lebih meyakinkan.
"Hey, apa yang kalian lakukan, pergi dari sini." Kirana yang mabuk mencoba mendorong tubuh lelaki yang ada di dekatnya, namun mereka sama sekali tidak mengindahkan.
Setelah beberapa foto berhasil diambil, mereka segera berkemas untuk pergi, tapi na'as, disaat mereka hendak keluar, Reyhan nampak mengetahui rencana busuk dua pria itu. Reyhan diam-diam mencurigai dua lelaki tadi yang sejak datang sudah memiliki gelagat aneh.
Sejak melihat dua lelaki itu di parkiran dan terus telepon seolah sedang menjalankan misi, Reyhan mulai membuntuti. Yang membuat Reyhan makin curiga keduanya nampak sesekali sedang berunding.
Reyhan sengaja melihat semuanya dari ruang CCTV dan membiarkan mereka merasa misi yang dijalankan berhasil, setelah cukup bukti Reyhan segera menghampiri ruang meeting dan memergoki mereka berdua.
"Berani berulah di perusahaan ini, kupastikan esok perusahaan kecil milikmu akan menghilang dari muka bumi ini?"
"Tuan, anda siapa? Wanita ini yang sudah mengundangku, kami tidak mungkin datang ke ruangan ini jika tidak ada undangan darinya.
"Cukup, jangan pikir aku bodoh. Aku Rey Bagaskara, kau pasti sudah pernah mendengar namaku di dunia bisnis ini."
Mendengar nama Rey Bagaskara, lelaki yang disegani dalam dunia bisnis karena kecerdasannya dan kehebatannya melumpuhkan lawan, membuat tubuh dua lelaki itu bergetar setelah saling pandang. "Tuan percayalah tidak ada yang aku lakukan setelah kami menandatangani surat kerja sama."
"Kau masih mau berbohong? Pada siapa kau bekerja sama?"
"Tidak ada Tuan, kami tidak bekerja sama dengan siapapun."
__ADS_1
"Brakk." Reyhan memberi peringatan pada lelaki bertubuh besar bernama Mark dengan memukul pipinya keras.
"Aaaaa." Erangnya merasakan daging pipinya robek membentur rahang. Lalu Reyhan membanting ke lantai.
Reyhan lalu menghindari pukulan lelaki yang bertubuh gemuk yang bernama Glenn yang tengah berusaha menerjang dengan kakinya. hingga lelaki itu terpeleset dan terjatuh, Reyhan tinggal menginjak punggungnya sekuat mungkin.
Glenn menjerit. "Aaaaaa, Ampuni aku!"
"Katakan siapa yang menyuruhmu?" geram Reyhan.
"Saya tidak tahu namanya, tapi dia seorang wanita muda. Dia berani membayar kami mahal kalau bisa membuat nama baik Nona Kirana hancur.
"Brak!" Reyhan membenturkan wajah Mark ke dinding hingga keningnya berdarah, ketika Mark ingin menyerang lagi dengan tubuhnya. Sedangkan Rwyhan juga belum melepaskan kakinya dari punggung Glenn.
"Jika kau berani menyentuh, apalagi menyakitinya, sudah aku pastikan ancaman ku tadi tidak main-main, perusahaan yang kau banggakan esok akan enyah dari muka bumi ini."
"Ampuni aku tuan Rey, aku berjanji tidak akan mengganggu Nona Kirana dan anda lagi." kata dia lelaki bayaran itu ketika dalam keadaan sudah tak berdaya.
"Baiklah, berikan ponsel kalian berdua."
Lelaki itu dengan patuh memberikan ponselnya pada Reyhan. Reyhan lalu menghapus semua rekaman yang berhasil diambil dan meminta Niko untuk menghancurkan dua ponsel mahal itu.
Tak ada yang bisa dilakukan oleh Mark dan Glenn melihat ponselnya sudah tak bernyawa.
Niko urus dua orang ini, aku akan bawa Kirana ke rumah sakit."
"Siap Tuan," jawab Niko
Kirana yang masih terpengaruh oleh alkohol, dia mulai meracau tak karuan. "Rey, akhirnya kamu datang Rey? Lelaki itu pasti suruhan Clara? Kamu harusnya tahu Rey, kamu dan Clara itu sama saja, selalu membuat hidupku menjadi rumit. Menyesal aku telah mengenal kalian berdua hiks hiks, Andaikan aku bisa memutar waktu lebih baik aku tidak pernah bertemu dengan kalian berdua."
"Ana, diamlah, kau sedang mabuk, bicaramu ngelantur." Reyhan semakin panik setelah melihat bintik-bintik merah di kulit Kirana yang mulai bermunculan.
Reyhan segera membopong tubuh Kirana menuju lift dan memencet angka satu. Dalam lift hanya ada Kirana dan Reyhan. membuat Reyhan leluasa menatap wajah Kirana yang terus bicara.
Reyhan terus menatap Kirana yang ada dalam gendongannya. "Ana, aku kira aku akan bisa memilikimu lagi dengan mudah, karena yang aku tahu kamu sangat mencintaiku, ternyata saat aku sadar cintamu sangat berharga, disitu aku sadar cintamu sudah berpaling."
Reyhan kembali ingat saat mereka melakukan hubungan intim pertama kali, meski saat itu sama-sama mabuk, tapi Reyhan tidak lupa bagaimana rasa yang Kirana berikan di malam itu.
__ADS_1
"Ana, aku masih ingat semuanya, apakah kau juga ingat pengalaman pertama kita." Reyhan tersenyum mengingat semuanya.
"Rey!" Kirana tiba-tiba kesakitan, darah keluar dari mulut dan hidung Kirana bersama aroma alkohol yang menyeruak.
"Huek … huek." Kirana muntah darah.
Hal yang sama persis terjadi pada Kirana di malam itu. Setelah mereka berdua usai melakukan hubungan suami istri untuk pertama kalinya, Kirana mengalami pendarahan lewat hidung dan mulutnya.
"Ana bertahanlah." Kenangan indah hilang dari lamunan Reyhan.
Setelah muntah, Kirana lalu memejamkan mata dan tubuhnya lunglai.
"Ana, tidurlah, aku akan segera membawamu ke rumah sakit." Reyhan segera membuka pintu mobil, dibantu oleh Security yang berjaga di parkiran.
Reyhan segera melarikan ke sebuah rumah sakit terdekat dengan perusahaan, Reyhan terlalu panik, dia tidak kepikiran untuk menghubungi Aezar. Yang ada di pikirannya hanya bagaimana Kirana cepat memperoleh penanganan.
Tiba di rumah sakit, Kirana segera mendapat penanganan dari dokter, Dokter melihat wajah panik Reyhan dan mengatakan kalau pasien akan kembali dalam keadaan normal beberapa jam lagi. Jika lelah perawat menyarankan Reyhan untuk istirahat.
Reyhan hanya mengangguk setuju, akan tetapi Reyhan sama sekali tak meninggalkan Kirana yang belum sadar. Reyhan terus duduk di dekat Kirana menunggu wanita yang dicintainya itu membuka mata kembali.
Jarum jam terasa sangat lama berputar, Reyhan terus menggenggam tangan Kirana dan masih berharap wanita itu segera membuka mata.
"Ana!" Suara bariton seorang lelaki mengagetkan Reyhan. Secepat kilat Reyhan menarik tangannya dan menurunkan ke pangkuan.
"Kirana tidak bisa mengkonsumsi alkohol, akibatnya jadi fatal seperti ini."
"Ya, terimakasih sudah membawa Kirana di waktu yang tepat." Kata Aezar.
Merasa menjadi orang ketiga di ruangan itu, Reyhan akhirnya pamit. "Karena kamu sudah datang. Aku sebaiknya pulang, anda seorang dokter, pasti lebih paham cara merawat orang yang sedang sakit."
"Yah, baiklah. Terimakasih sekali lagi sudah peduli dengan calon istri saya."
"Ya," jawab Reyhan singkat padat dan jelas.
Reyhan segera keluar, namun dia tidak segera pulang, Reyhan memilih untuk menunggu Kirana di luar ruangan. Rasanya tidak tenang kalau pergi tanpa melihat Kirana membuka mata terlebih dahulu.
*Happy reading.
__ADS_1
* Jangan lupa dukung dengan kasih, Like Comen, dan Vote.