Terlambat Menyadari CINTA

Terlambat Menyadari CINTA
Part 56. Menginap di Villa


__ADS_3

Reyhan membuka pintu, ekspresi tidak suka begitu terlihat di wajahnya, ketika wajah sang kekasih muncul di ambang pintu. "Clara, ngapain kamu kesini?" tanya Reyhan.


"Rey Kenapa kamu bertanya seperti itu? kamu nggak suka aku datang?" Clara nyelonong masuk dan melihat sekeliling ruangan sambil menarik kopernya.


"Kamu tidak boleh kesini, ini ...."


"Rey, siapa yang melarang, aku sudah sampai disini. Tempat ini bagus sekali pantas kamu betah. Pasti banyak juga ya kenangan dengan Kirana di tempat ini?"


Wanita itu puas dengan kondisi ruang tamu, hanya ada satu yang dia tidak suka, yaitu foto pernikahan Kirana dan Reyhan. Meski foto itu sudah terdapat sobekan, tapi Clara yakin salah satu dari mereka telah menyambungnya, dan kecurigaan Clara pasti Reyhan yang melakukan semuanya. Kirana yang merobek dan Reyhan telah menyambung ulang.


"Bukannya nggak suka, tapi seharusnya kamu tahu jika aku sedang ingin sendiri, aku lagi ingin me time, Clara"


"Apa? aku pusing mikirin keberadaan kamu, apakah baik-baik saja, apakah tidak ada masalah dengan kepalamu yang terluka ini, sekarang kau bilang ingin sendiri!" ujar Clara dengan nada tinggi. Wanita itu ingin menyentuh kepala Reyhan yang masih di perban, tapi Reyhan menepis pelan tangan Clara.


Clara nyaris tak bisa menahan emosi, tapi setelah melihat Reyhan yang makin hari makin jauh, Clara mulai menurunkan volume suaranya. Clara mulai merasa takut Reyhan benar-benar akan bosan dengannya yang terus marah-marah. Apalagi kejadian di pesta tadi memperjelas semuanya, kalau Reyhan masih menginginkan Kirana.


Rey maafkan aku jika kedatanganku mengganggu, Aku janji tidak akan mengganggu lagi, istirahatlah, abaikan aku yang ada disini. Aku tidak bermaksud mengacaukan waktu mediasi kamu, maaf sudah mengkhawatirkan keadaanmu."


Clara masuk ke kamar sambil menyeret koper dan Reyhan hanya bisa menghela nafasnya panjang.


Reyhan memilih duduk di sofa ruang tamu, sedangkan Clara masuk ke kamar untuk ganti baju yang lebih santai.


Clara membuka jendela kamar dan mengamati sekeliling, dia nampak betah dengan udara puncak yang sejuk dan pemandangan yang asri alami.


"Aku dan Reyhan akan tinggal lebih lama disini." batin Clara mulai merencanakan sesuatu sambil merentangkan tangan, menghirup oksigen dalam-dalam.


Clara lalu membuka kancing kemeja satu persatu dan membuang di atas ranjang. wanita itu sengaja ingin istirahat siang hanya mengenakan kaca mata dan kain segitiga saja untuk menggoda Reyhan.


Clara yakin Reyhan sebentar lagi pasti akan menyusul ke kamar dan mencari dirinya untuk mengajak makan siang.


Kali ini Clara tidak main-main dengan rencananya, Clara sudah bertekat untuk hamil anak Reyhan sebelum Reyhan lepas lebih jauh lagi.

__ADS_1


Rencana Clara berjalan mulus selurus jalan tol, baru saja dia membaringkan tubuhnya tiba-tiba Reyhan membuka pintu, Reyhan terkejut melihat Clara yang berpakaian minim dan terbuka.


"Clara, apa yang kamu lakukan!!" Reyhan segera menutup pintu kembali.


Bukan Clara kalau tak pandai beralasan. " Rey, maaf aku ketiduran saat akan mandi tadi, disini sejuk, membuat aku lebih mudah mengantuk.


"Clara, lekas pakai bajumu, aku tidak mau melihatmu seperti itu lagi!" teriak Reyhan dari luar pintu.


Clara bukannya lekas memakai baju, wanita itu mendekati Reyhan yang ada di balik pintu hanya dengan memakai handuk. Clara bersandar di pintu masih dengan pakaian terbuka. Dia mulai menangis terisak.


"Clara kenapa kau malah menangis? Lekas pakai baju," perintah Reyhan dari balik pintu.


"Rey, apalagi yang kau tunggu, Kirana sebentar lagi akan menikah, tapi kita? Kita masih stay aja disini. dengan hubungan yang tak jelas seperti ini, Kamu tak kunjung menikahiku, tunggu apa lagi Rey?"


Saat ditagih dengan pernikahan Reyhan kembali diam, entah kenapa saat ini dia tidak ingin menikah dengan siapapun, bahkan hari harinya hanya dipenuhi dengan bayangan Kirana.


"Aku akan menikahimu jika waktunya sudah tepat, untuk saat ini aku belum bisa berjanji."


"Aku akan lebih jahat jika menikahimu tapi kenyataan aku masih memikirkan wanita lain.


"Pasti Kirana! Rey, lalu kamu anggap aku apa? Aku apa bagimu Rey?" Clara membuka pintu dengan cepat, membuat sosok Reyhan terkejut, aku sudah bersabar menunggu hari ini tiba, tujuh tahun Rey, tujuh tahun!!"


Clara mendorong tubuh Reyhan hingga menempel pada dinding, Clara menarik dagu Reyhan agar menatap wajahnya.


Reyhan hanya diam tanpa ekspresi, hanya detak jantungnya saja yang naik turun. "Apa yang tidak aku miliki dan dimiliki Kirana Rey? katakan padaku cepat!"


"Tidak ada." jawab Reyhan.


Clara kali ini kehilangan kewarasan, dia menempelkan tubuhnya ke tubuh Reyhan, Tangannya menggelitik pipi, dagu, leher dan dada.


Reyhan mencoba memejamkan mata untuk merasakan sentuhan Clara. Berusaha membuang jauh bayangan Kirana.

__ADS_1


"Aku juga cantik, lekuk tubuhku indah, bibirku juga seksi, aku bahkan siap membuatmu melayang ke angkasa, setiap saat. Rey, aku berjanji akan membuatmu terbang berulang kali." Clara dengan tidak tahu malu melepas kancing kemeja Reyhan satu persatu hingga empat kancing telah terlepas, menciumi seluruh inci dada Reyhan yang ditumbuhi bulu halus.


Clara sengaja mendesah halus, dan menggesekkan tubuhnya berlahan agar terkesan eksotis, pancingan Clara sedikit membuat Reyhan terguncang. Reyhan terus berusaha menikmati sentuhan Clara dan menghapus bayangan Kirana.


Clara meraih jemari Reyhan dan mencium satu persatu jemari besar lelaki itu. Melihat Reyhan tidak menolak Clara semakin berani meyusupkan tangan Reyhan ke dalam kimono yang sedang dia kenakan. Jemari besar Reyhan menyentuh bukit kenyal milik Clara dan wanita itu membantu Reyhan supaya memberi sentuhan lembut dan meremasnya.


"Lakukan Rey, aku siap membuatmu terbang ke langit


Nafas Clara semakin memburu. wanita itu mulai merasakan tubuhnya diselimuti oleh hasrat yang membara.


Sadar yang dilakukan sudah terlampau jauh, dan nyaris tergoda oleh rayuan Clara, Reyhan segera membuka mata dan menarik tangannya dari bukit kenyal yang sudah menegang itu." Clara, ini tidak benar, aku tidak mau melakukan kesalahan kedua kalinya. Tahan dirimu, yang kita lakukan ini salah." Rayhan mendorong Clara hingga tubuhnya terhuyung ke belakang beberapa langkah.


"Rey, jika laki-laki itu adalah kamu, aku tidak keberatan menyerahkan semuanya." Clara berusaha membujuk Reyhan, karena dia yakin dalam keadaan sepi dan hanya berdua saja, hasrat lelaki akan mudah untuk bangkit, dan mudah untuk digoda.


"Maaf Clara aku tidak bisa, aku tidak mau ada penyesalan di kemudian hari, bagaimana jika kita tidak berjodoh." Reyhan meninggalkan Clara sendiri sambil mengancingkan kemejanya satu-persatu.


Setelah kejadian ini, dimata Reyhan nilai Clara semakin jatuh. Hari demi hari Reyhan merasa Kirana lebih berharga daripada Clara.


Aku kesini untuk mengajakmu makan di restaurant terdekat, aku tunggu lima menit, jika kamu tidak juga keluar aku anggap kamu menolak." Reyhan berjalan keluar Villa sambil duduk sejenak di gazebo menunggu Clara.


Baru saja duduk, sebuah notif pesan berulang kali masuk ke ponselnya.


Dasar tidak tahu malu. kau telah mencoreng wajah papa di depan Pak Komisaris. Kau harusnya bisa sedikit mengendalikan dirimu untuk tidak mengacaukan acara tunangan Dokter Aezar.


Rey, papa menyesal pernah memiliki anak bodoh sepertimu, kau sungguh tidak punya prinsip, Kau memalukan.


Lupakan Kirana, dia berhak bahagia dengan Aezar, kamu hanya bisa membuat hidupnya menderita. Urus saja kekasihmu yang sangat pintar bersandiwara itu.


"Papa juga menyalahkan aku, semua orang menganggap ku bersalah, apakah aku tidak berhak memiliki kesempatan kedua haaah?" Tangan kanan Reyhan meremas ponselnya, sedangkan tangan kiri memukul gazebo, matanya berkaca-kaca setelah membaca serentetan pesan dari papa kandungnya. Papa kandung yang bahkan saat ini mendukung Kirana untuk menikah lagi.


*Hallo, teman-teman jangan lupa kasih dukungan emak ya, kasih like, komen dan vote.

__ADS_1


__ADS_2