Terlambat Menyadari CINTA

Terlambat Menyadari CINTA
Part 70. Hati yang bahagia


__ADS_3

"Tuan Aezar apakah anda merasa sangat bahagia dan beruntung mendapatkan wanita idaman anda," tanya salah satu pembawa acara.


"Tentu, aku merasa menjadi manusia paling bahagia di dunia ini. Aku merasa Tuhan sangat menyayangiku hingga bisa kembali bertemu dengan dia," kata Aezar sambil merengkuh bahu Kirana. Aezar nampak senang sekali.


"Jadi benar dugaan ku, Aezar telah lama mencintai Kirana." Batin Reyhan semakin menyesal. Reyhan tidak tahu kalau ternyata Kirana begitu berarti dan istimewa bagi lelaki lain, sedangkan dia yang diberi kesempatan untuk bersama selama tujuh tahun justru mensia-siakan wanita yang menurutnya kini begitu berarti untuk hidupnya. Sambil mengemudi Reyhan terus terngiang ucapan Aezar tadi.


"Tuhan, beruntung sekali dia, Andaikan aku bisa kembali memiliki dia yang pernah jadi milikku, aku akan menebus kesalahanku, aku ingin mengganti air mata derita yang pernah dia keluarkan untukku dan mengganti dengan airmata bahagia." Kata Reyhan lirih.


***


Tuan Rey, kenapa kau melamun?" Niko mengagetkan lamunan Reyhan.


"Tuan pasti lagi memikirkan, Nona?" Kata Niko dengan tawanya yang renyah. Niatnya bercanda tapi mampu membuat Reyhan semakin larut dalam kesedihan.


"Tidak, aku hanya sedang memikirkan diriku sendiri," kata Reyhan dengan gugup.


"Aku bisa melihat kebohongan di mata anda, Tuan."


"Jika aku bilang iya, apakah kau pikir Aezar akan berubah pikiran?"

__ADS_1


"Tentu tidak, Tuan. Aku melihat cinta yang besar dimata, Tuan Aezar.


"Niko, Aezar pernah bilang, jika dia tak ada di dunia ini, kau berkesempatan untuk memilikinya lagi."


"Jangan pernah berfikir buruk Tuan, jika Nona Kirana tahu rencana anda ternyata sangat kotor, aku yakin Nona Kirana bukan hanya sekedar semakin membenci anda, tapi mungkin dia akan muak melihat anda dan selamanya tidak ingin melihat anda lagi," kata Niko yang menurut Reyhan ada benarnya juga.


Reyhan terdiam sambil meneguk wine ke dalam gelasnya.


Tuan, anda sudah lama tidak menyentuh minuman seperti ini, kenapa sekarang anda minum lagi?"


"Aku butuh hiburan Niko, aku butuh menenangkan diri. Pergilah, kau sangat berisik"


"Tuan, aku mohon jangan kacaukan diri anda lagi."


***


Acara pesta telah selesai, Kirana dan Aezar beranjak dari acara


Saat di parkiran Kirana kembali dikejutkan dengan ucapan Aezar.

__ADS_1


"Sayang, aku ada sesuatu untukmu." kata Aezar.


"Apa itu Mas?" Kirana terkejut karena Aezar tiba-tiba memberi kejutan dengan sebuah hadiah lagi.


"Hadiah kecil dariku."


Sebuah mobil matic cantik dengan warna kesukaan Nayara terpajang indah di basement.


"Mas, apalagi ini? Please aku tidak bisa menerima semua ini."


"Sayang, tolong terima, aku tahu kamu tidak butuh apa-apa lagi, karena kamu bisa beli sendiri, tapi aku ingin memberi kamu sesuatu dan aku bingung apa yang aku berikan, selain cinta aku ingin memberimu barang juga," kata Aezar dengan wajah memohon.


"Baiklah." Kata Kirana dengan wajah berbinar.


Kirana segera masuk ke mobil dan mencobanya. Kirana nampak senang sekali dengan hadiah dari Aezar. Bukan karena apa yang diberikan itu barang mewah, akan tetapi semua karena cinta Kirana pada Aezar mulai tumbuh dan mengakar di relung hati yang paling dalam.


Kirana dan Aezar pulang menggunakan mobil baru, kali ini Kirana yang mengemudi dan Aezar ada di sebelahnya.


Clara yang melihat Kirana bahagia dia semakin terbakar. Clara menangis seorang diri di puncak gedung.

__ADS_1


"Kenapa semua orang bisa mencintai Kirana, kenapa kepadaku tidak! hiks hiks hiks."


"Apa hebatnya Kirana? apa hebatnya wanita itu? Kau kenapa tidak adil padaku,Tuhan!? kau beri dia kesempurnaan, dia memiliki segalanya tapi kenapa kau tidak berikan padaku juga? Bahkan lelaki yang dulu mencintaiku, dan sangat aku cintai sekarang juga berpaling." Clara mengeram, tangannya menggenggam kuat besi teralis, menunjukkan betapa bencinya dia pada Kirana. Membuat Kirana semakin menderita adalah mimpinya yang belum terwujud.


__ADS_2