
Pagi ini Kirana bertekat meninggalkan semuanya dan akan terbang ke luar negeri, Kirana ingin mengunjungi tempat Jeni mendapatkan balasan atas perbuatannya. Tempat yang lebih mengerikan dari penjara itu.
Kirana berjalan sepanjang bandara sambil mengenakan celana panjang hitam dan t-shirt hitam pula, tak lupa outfit warna putih dan kaca mata besar.
Kirana berjalan dengan langkah lebar sambil menarik koper , berharap di Amerika nanti dia bisa sedikit melupakan kenangan bersama Aezar yang masih terus membayanginya sepanjang siang dan malam.
Kirana merasakan kepahitan yang luar biasa setelah kepergian Aezar, melebihi sakit hatinya saat melihat Reyhan terus perhatian dengan wanita lain. Luka yang baru saja sembuh karena menemukan obat, kini obat mujarab itu telah tidak ada lagi.
Kirana berjalan masuk dan langsung duduk di kursi pesawat, beberapa penumpang lain menoleh ke arah wanita cantik yang hendak bepergian seorang diri itu.
Saat pesawat merangkak naik, Kirana kembali teringat Aezar. Ya, sebelum pergi tadi Kirana mengunjungi makam Aezar yang masih basah. Kirana menangis tergugu diatas makam, hingga tak terasa dia tertidur. Dalam tidurnya Kirana bermimpi bertemu dengan Aezar, mungkin karena saking rindunya pada Dokter yang beberapa hari ini singgah di hatinya hingga terbawa ke alam mimpi.
__ADS_1
Mimpi itu begitu singkat, akan tetapi terasa begitu nyata. Aezar terlihat lebih tampan daripada saat masih hidup, lelaki itu tersenyum, saat Kirana tidur di pangkuannya, kirana menyimpulkan kalau lelaki itu pasti tenang di alamnya.
"Aezar, terimakasih kau sudah menemui ku meski hanya dalam mimpi, semoga kau tenang di alam sana." Lirih Kirana sambil memejamkan mata. Kirana melepas kaca mata yang dipakainya lalu melihat ke arah jendela. Kirana mengusap airmatanya yang kembali menetes.
Pesawat mulai mengudara, Kirana melihat ke bawah melalui jendela, rumah-rumah penduduk menjadi begitu kecil, daratan berwarna hijau dan lautan berwarna biru.
Setelah hampir delapan belas jam di udara, Kirana akhirnya sampai di negara tujuan. Kirana yang tertidur langsung bangun begitu merasakan pesawat telah berhenti mengudara. dan tubuhnya terguncang karena seseorang membangunkannya.
"Nona, bangun kita sudah sampai." Seseorang yang berasal dari indonesia membangunkan Kirana dengan lembut, lelaki itu sepertinya tahu kalau Kirana sedang dalam masalah yang berat, karena sejak berangkat tadi dia terus memandangi wajah ayu Kirana.
Sebenarnya apa tujuan anda dari indo ke America?" tanya lelaki itu.
__ADS_1
Aku ingin membalas semua ketidakadilan yang dialami oleh calon suami saya, dia meninggal karena seseorang telah memutus selang rem mobil yang kami tumpangi." ujar Kirana yang terdengar seperti curhatan.
"Kamu sendiri ada perlu apa kiranya datang ke negeri ini?" Tanya balik Kirana. Aku dari Indonesia dan merantau,"
Lelaki itu bekerja pada lelaki Indonesia yang tinggal di negara gedung pencakar langit itu , "Ini sudah kesekian kalinya aku ambil cuti dan pulang pergi."
Kirana mengangguk lalu mereka berdua berpisah karena tempat tujuan yang berbeda.
Kirana yang belum tahu tentang seluk beluk America dia sedikit bingung saat di depannya banyak petunjuk jalan yang dia tidak mengerti. Akhirnya Kirana kembali tersesat, Kirana benar-benar payah karena ini pertama kalinya datang ke negara pemilik gedung pencakar langit tersebut.
"Tuan, apakah ini jalan menuju Hotel Xxxx." tanya Kirana pada laki laki yang kebetulan lima langkah di depannya.
__ADS_1
Lelaki itu menoleh, Kirana terkejut mendapati wajah lelaki tersebut tidak asing lagi.
* Sambil nunggu kelanjutan cerita ini yuk mampir ke karya emak lainnya, ada yang baru lho, judulnya: Terjerat Pesona Bodyguard.