Terlambat Menyadari CINTA

Terlambat Menyadari CINTA
Beri aku maaf


__ADS_3

"Clara, kamu sudah banyak salah sama Kirana Nak, kamu harus sadar itu. Kamu sudah terlalu sering memanfaatkan kepercayaan Reyhan untuk menyakiti Kirana, kamu juga ingin mengambil Reyhan yang jelas sangat dicintai Kirana. Apa kamu berhasil melakukan itu semua? Tidak kan? Kirana tetap bahagia saat ini, Reyhan tetap tak bisa kau miliki, dan sekarang apa yang terjadi padamu?" tutur orang tua Clara yang mulai menyadari kalau selama ini anaknya sudah tidak tahu diri.


"Kirana, buat apa kamu cari muka di depan semua orang, bilang kamu mau cari simpati Reyhan dan orang tuaku dengan pura-pura membawaku ke rumah sakit, padahal dalam hatimu menertawakan aku yang tidak berdaya ini," kata Clara ketika melihat Reyhan tak henti menatap Kirana.


Reyhan merasakan cemburu semakin luar biasa setelah keberadaannya sama sekali tak dianggap oleh Kirana, Kirana justru dekat dengan Raka, dan beberapa kali Raka, menyentuh pundak Kirana bermaksud untuk menenangkan wanita cantik yang pernah jadi miliknya, setiap kali ucapan Clara berusaha menyakiti Kirana.


"Jangan takut, aku tidak lagi menginginkan Reyhan seperti dulu Clara. Kau bisa memiliki dia sekarang," kata Kirana sambil memutar badan meninggalkan Clara dan orang tuanya.


Raka mengekor dibelakang Clara setelah tersenyum smirk pada Reyhan. Senyum Raka membuat Reyhan ingin segera menarik kerah krmeja dan memberi bogem ke rahang Raka.


Namun sikap demikian adalah pecundang.


Kirana segera keluar dan Raka mendahului Kirana lalu membuka pintu mobil.

__ADS_1


Dari arah belakang Reyhan mengejar Kirana. Berharap Kirana akan berhenti dan mendengar apa yang ingin sekali dia katakan. "Ana tunggu!" pinta Reyhan.


Kirana menghentikan langkahnya, "Ada apa Rey?" Kirana terlihat santai menanggapi Reyhan.


"Ana ...." Lirih Reyhan. Reyhan berharap Kirana mau berhenti dan mendengar penjelasannya.


"Hallo Tuan Reyhan, apa kabar?" Raka seolah menghalangi Reyhan yang ingin bicara serius dengan Kirana.


"Ana, kamu jangan pernah beri kesempatan kedua untuk lelaki jahat ini, dia sudah menyia nyiakan kamu sampai kamu kehilangan calon bayi yang seharusnya dia bisa lahir dengan sehat dan menggemaskan."


Kirana yang tadinya begitu tegar mendadak jadi rapuh mengingat bayinya yang pergi sebelum dilahirkan.


Ucapan Raka membuat Kirana kembali mengenang masa buruk saat bersama Reyhan.

__ADS_1


Kirana mengurungkan niatnya berhenti, dia kembali berjalan menuju mobil tanpa bisa dicegah oleh siapapun. Reyhan semakin kesal dengan Raka, dia selalu membubuhkan garam diatas luka Kirana. Kirana yang tadinya mulai melupakan memori kelam itu, kini semuanya kembali teringat jelas dan membuat dadanya menjadi sesak karena menahan tangis. Kirana selalu menangis saat ingat bayinya pergi dengan tragis, apalagi mimpi yang dialami tentang jeritan bayi itu membuat dirinya makin bersalah.


Kirana masuk ke dalam mobil, Raka segera mengunci dari luar dan berlari memutari mobil lalu duduk di depan kemudi. Mobil Kirana melaju dengan cepat menuju jalanan hitam.


Di mobil, suasana hening tercipta, Kirana menangis terisak. Dia sudah berusaha melupakan kejadian satu tahun silam itu, tiba-tiba Raka mengingatkan disaat Reyhan ada di depannya.


"Maafkan aku Ana, tapi aku kecewa sama kamu yang lemah di depan Reyhan, kamu harusnya tunjukan kalau kamu itu tidak butuh dia lagi dalam hal apapun. Reyhan tidak pantas mendapat maaf dari mu."


"Aku melihat Reyhan tidak sama seperti dulu, aku melihat dia seperti sudah berubah, Reyhan terlihat sangat menyesal raka." lirih Kirana.


"Kirana, please, jangan lemah. Reyhan tidak pantas mendapat maaf, ayolah move on. banyak lelaki yang mencintaimu, kamu terlalu berharga untuk dia," ucapan Raka terus saja membuat Kirana mengalami perang batin.


Di parkiran, Reyhan berdiri dengan tatapan kosong. Ingin sekali rasanya menjelaskan pada Kirana kalau dia sudah tahu kebenarannya, tapi kenapa kesempatan itu tidak ada. Reyhan tahu, Arka tidak akan pernah membiarkan Kirana dan dirinya bersatu. Arka terlihat juga mulai suka dengan Kirana.

__ADS_1


__ADS_2