
"Arghh, Kirana kenapa kau selalu lebih beruntung, tidakkah laki-laki itu melihat kalau wanita yang akan dia nikahi itu tidak pernah mencintainya." Clara memukul meja setelah dia melihat Dokter tampan bernama Aezar begitu mengagungkan kirana bagai seorang ratu, hatinya kembali memanas karena Kirana selalu lebih bahagia.
"Nona, apa anda butuh minum?" Bibi yang satu ninggu bekerja padanya bertanya karena clara nampak ngos-ngosan menahan gemuruh di dada.
"Dua kali Reyhan tidak menghargai aku, dua kali dia menjatuhkan aku secara tidak langsung di depan Kirana. Bisakah Rey, kamu lupakan Kirana dan nikahi aku, supaya aku tidak terlalu malu dengan semua ini." Clara terus saja berbicara di kamarnya sambil mondar-mandir.
Clara menghubungi Reyhan dan ingin menanyakan keberadaannya sekarang. tapi ponsel lelaki itu sekarang malah mati.
"Argg, pasti Reyhan sekarang sedang terpuruk memikirkan Kirana yang sebentar lagi akan menikah dengan Aezar."
Clara segera mengambil tas dan turun ke basement, dia akan mencari Reyhan ke apartemennya. Clara berniat menemui Reyhan yang baru saja pulang dari pesta.
Clara segera mengemudikan mobilnya yang dibelikan oleh Reyhan beberapa minggu yang lalu. Reyhan berharap setelah memiliki mobil sendiri, Clara tidak terus merengek untuk diantar jemput.
Tiba di apartement Clara segera membuka pintu yang ternyata nomor PIN nya sudah diganti, Clara menggedor pintu apartement Reyhan yang ternyata kosong."
__ADS_1
"Rey!" Saking geramnya Clara berteriak.
Clara yakin Reyhan ada di tempat lain, lelaki itu pasti ada di Villa tempat yang menjadi favoritnya saat ada masalah.
Clara akhirnya menghubungi Niko, asistent paling menyebalkan. Sebenarnya Clara enggan berhubungan dengan Niko, tapi karena terpaksa Clara akhirnya menurunkan egonya dan menghubungi Niko juga demi sebuah informasi keberadaan Reyhan saat ini.
"Hallo Niko, dimana Reyhan? Katakan padaku."
"Siapa ini, maaf aku tidak menyimpan nomor anda," jawab Niko sengaja membuat Clara lebih kesal.
"Niko, aku tidak bercanda."
"Niko, kamu jangan pernah menganggap dirimu berharga, kamu hanyalah kacung Reyhan, kamu bisa makan karena bekerja pada Reyhan, jika lelaki itu memecatmu, aku pastikan kamu akan kelaparan di jalanan."
"Oh iya? Nona Clara terhormat. Apakah anda sedang mengatai diri anda sendiri, bagaimana jika Tuan Reyhan tidak jadi menikahi anda, apakah anda bisa berbicara sombong seperti saat ini?"
__ADS_1
Niko, aku benci kamu. Aku benciii!" Clara segera menutup panggilannya dengan asisten Niko. Kali ini rasa benci Clara pada Niko semakin memuncak karena lelaki itu berani mendebatnya.
Clara segera datang ke Villa, ada atau tidak Reyhan disana Clara tetap akan datang. Villa itu sebenarnya milik keluarga Kirana, hanya saja Reyhan selalu merawatnya hingga menjadi lebih indah dan terawat. Reyhan menjadikan tempat itu untuk mediasi ketika sedang dirundung masalah.
Benar saja, dari kejauhan Clara sudah melihat mobil Reyhan bertengger di halaman Villa, Clara semakin yakin kalau dia tidak salah alamat. Melihat Villa yang begitu cantik, amarah Clara mendadak hilang, Bibir Clara tersenyum lebar dan segera menghampiri sang keberadaan kekasih. Clara miliki rencana baru dengan menghabiskan waktunya beberapa hari di Villa bersama Reyhan.
Clara memarkirkan mobilnya di sebelah mobil Reyhan. Clara lalu mengetuk pintu dengan semangat.
Tok! tok! tok!
Reyhan terkejut ada yang datang, karena asyik memandang foto pernikahan dirinya dan Kirana sambil menghadap taman belakang.
Sesaat Reyhan berharap yang datang Kirana, tapi setelah ingat kalau Kirana sedang menikmati hari bahagia dengan Aezar, Reyhan yakin yang datang pasti bukan wanita yang tengah dirindukan itu.
Reyhan mengintip dari kaca jendela. Reyhan terkejut yang berdiri di depan pintu adalah Clara.
__ADS_1
"Rey, aku tahu kamu ada di dalam Rey." Clara terus mengetuk pintu sebelum Reyhan membukanya.
*Bersambung, yuk kasih dukungan dengan tekan Like komen dan Vote.